Dengan penuh perhatian, mereka mengikuti arahan instruktur dari tim pengabdi yaitu dosen Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado yang menginisiasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Pelatihan Bartender Profesional berbasis Bahan Lokal.
Program ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha baru sekaligus menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja terampil di bidangpariwisata. Kelurahan Batu Putih Bawah yang dikenal dengan pesona bahari dan budaya lokalnya kini diarahkan untuk semakin siap menyambut wisatawan, tidak hanya lewat alamnya, tetapi juga pengalaman kuliner dan pelayanan kreatif.
Ketua tim PkM Mex Pesik SE MM menjelaskan, konsep pelatihan ini berorientasi pada ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi lokal. Peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar bartender, tetapi juga dilatih untuk mengolah bahan khas daerah seperti saguer dan cap tikus agar bisa dikreasikan menjadi minuman yang bernilai jual tinggi. "Jadi, kami menggabungkan keterampilan profesional dengan identitas budaya lokal," ujarnya.
Materi pelatihan meliputi pengenalan industri perhotelan, etika profesi, teknik pelayanan, hingga keterampilan komunikasi dengan wisatawan. Para peserta juga mendapatkan wawasan mengenai tren mixology modern yang dapat dikolaborasikan dengan bahan lokal agar lebih menarik bagi wisatawan mancanegara.
Salah seorang peserta, Glory Kandijoh salah satu peserta mengaku antusias dengan program ini. “Saya baru tahu kalau bartender bisa jadi peluang usaha. Dulu saya berpikir itu hanya ada di hotel besar, tapi ternyata bisa diterapkan di kampung wisata juga. Sekarang saya lebih percaya diri untuk membuka usaha kecil-kecilan," katanya.
Respon positif juga datang dari Pemerintah Kelurahan Batu Putih Bawah yang melihat pelatihan ini sebagai langkah penting dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
Lurah menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi modal besar untuk meningkatkan daya saing destinasi di sektor pariwisata. Dengan hadirnya bartender lokal yang terampil, Kampung Wisata Batu Putih Bawah diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap: panorama alam, budaya, kuliner, hingga pelayanan berbasis hospitaliti.
Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan wirausaha bagi masyarakat, khususnya perempuan. Pelatihan bartender profesional ini sekaligus membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat desa. Perempuan yang sebelumnya hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata, kini berkesempatan tampil sebagai pelaku aktif yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis meracik minuman (mixology), tetapi juga mengangkat kekayaan produk lokal seperti saguer, pala, jahe, dan aneka rempah khas Sulawesi Utara sebagai bahan utama dalam kreasi minuman yang bernilai jual tinggi.
Dengan pendekatan tersebut, peserta diarahkan untuk melihat potensi kekayaan alam sekitar sebagai sumber inovasi yang dapat dikemas secara modern. Selain itu, mereka mendapatkan materi tentang etika pelayanan, teknik penyajian minuman yang menarik, hingga simulasi nyata dalam melayani wisatawan, sehingga peserta tidak hanya terampil secara praktis, tetapi juga memahami standar profesionalisme dalam dunia perhotelan dan pariwisata.
Program ini didukung penuh oleh pemerintah kelurahan dengan harapan dapat memperkuat daya tarik Kampung Wisata Batu Putih Bawah sebagai destinasi wisata kreatif. Dukungan tersebut tidak hanya berupa penyediaan fasilitas pelatihan, tetapi juga komitmen untuk memasukkan hasil program ini dalam agenda pengembangan pariwisata kelurahan. Pemerintah Kelurahan menilai bahwa kehadiran tenaga bartender lokal yang terampil akan menjadi nilai tambah yang unik, sekaligus melengkapi potensi wisata bahari dan budaya yang sudah dimiliki. Dengan demikian, desa tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena pengalaman kuliner dan pelayanan kreatif yang ditawarkan. Pemerintah optimistis, langkah ini dapat membuka peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menguatkan citra Batu Putih Bawah sebagai kampung wisata berbasis ekonomi kreatif yang berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Selain pelatihan, tim PkM juga memberikan bantuan starter kit berupa seperangkat alat bartender beserta Bartending Portable yang dapat langsung digunakan oleh peserta untuk berlatih maupun memulai usaha mandiri. Harapannya, mereka dapat segera mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh ke dalam peluang nyata, baik dengan membuka usaha kecil berbasis desa wisata maupun dengan terlibat langsung di sektor perhotelan dan pariwisata.
Dengan bekal keterampilan ini, para perempuan Kelurahan Batu Putih Bawah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam memajukan pariwisata berbasis komunitas di Kota Bitung. Peran mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi lokal, sekaligus memperkuat identitas desa sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Kehadiran perempuan terampil di sektor hospitaliti juga dipandang sebagai strategi penting untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membangun kemandirian ekonomi desa. Pada akhirnya, pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan individu, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.(***)
Editor : Tanya Rompas