Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Proyek Miliaran CV Mitra Sejahtera di Boltim Hasilkan Pekerjaan Tiang Miring Kiri- Juga Miring ke Kanan

Gregorius Mokalu • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Hasil Pekerjaan CV Mitra Sejahtera di Boltim.
Hasil Pekerjaan CV Mitra Sejahtera di Boltim.

MANADOPOST.ID—Kualitas pekerjaan proyek rekonstruksi Ruas Jalan Modayag–Molobog (Desa Lanud–Buyandi), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menjadi sorotan publik.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Mitra Sejahtera itu dinilai bermasalah dari sisi teknis, khususnya pada pemasangan tiang pancang yang tampak tidak presisi.


Dari analisa gambar yang diterima, sejumlah tiang bor yang telah terpasang terlihat miring ke berbagai arah, tidak tegak lurus (vertikal) sebagaimana rancangan awal.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius, terutama terkait stabilitas struktur dan keamanan konstruksi.


Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Anti Korupsi (RAKO) Harianto Nanga, penyimpangan arah atau out-of-plumbness tiang pancang yang ekstrem dapat menimbulkan risiko besar terhadap kekuatan struktur bangunan.


“Hemat saya, proyek itu mengalami indikasi gagal struktur dini. Ketidaktegaklurusan tiang bisa menyebabkan beban eksentris yang memicu beban lateral tak terencana. Akibatnya, daya dukung vertikal tiang bisa berkurang drastis dan membahayakan integritas seluruh struktur,” nilai Harianto pada Selasa (29/10/2025).


RAKO pun mendesak pihak kontraktor dan pengawas proyek segera melakukan survei as-built secara presisi untuk mengukur tingkat penyimpangan setiap tiang.


Jika hasil pengukuran menunjukkan deviasi melampaui batas toleransi standar, langkah korektif seperti penambahan tiang atau revisi desain struktural harus segera dilakukan.


“Jika tidak segera diperbaiki, konsekuensinya bisa fatal. Selain risiko keruntuhan, ini bisa menimbulkan kerugian negara,” tegas Harianto.

Ia juga mempertanyakan apakah perencanaan proyek tersebut telah disertai justifikasi teknis kondisi tanah.


Menurutnya, bila kondisi tanah memang menjadi kendala, seharusnya bisa dipilih metode lain seperti gorong-gorong atau sistem pondasi alternatif.

“Kalau perencanaannya tidak sesuai kondisi lapangan, hasilnya jelas gagal mutu," tegas Harianto.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek senilai sekitar Rp2,4 miliar, Ir Turis Mentang mengonfirmasi bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini tengah meneliti hasil pelaksanaan pekerjaan.

Menurut Mentang, pemeriksaan itu merupakan bagian dari kewenangan BPK untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran serta mengecek mutu hasil pekerjaan di lapangan.

“Kami terbuka dengan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh BPK. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan,” ujar Mentang kepada Manado Post, kemarin.

Ia menjelaskan, proyek tersebut sejak awal direncanakan melalui tiga tahap pekerjaan.

Tahap pertama yang bersumber dari APBD 2024 telah rampung, fokus pada pembangunan tiang pancang yang disesuaikan dengan kondisi tanah di lokasi.

“Kondisi tanah di sana cukup unik karena termasuk dekat areal pertambangan. Itu sebabnya tiang pancang dirancang khusus agar menyesuaikan kontur tanah,” jelasnya.

Sementara untuk tahap lanjutan, melalui APBD Perubahan 2025, kembali dialokasikan sekitar Rp2 miliar dengan kontraktor berbeda, dan saat ini sudah mulai dikerjakan.


Menanggapi tudingan publik mengenai adanya tiang yang miring, Mentang tidak menampik fenomena tersebut, namun menilai hal itu disebabkan faktor geoteknis, bukan kelalaian pelaksanaan.


“Beberapa tiang memang tampak miring, tapi itu lebih karena kondisi tanah. Kami pastikan pekerjaan tetap berlanjut, jadi tidak benar kalau disebut mangkrak,” tegasnya. (*)

 

Editor : Gregorius Mokalu
#Timur #Hasil #miring #Boltim #pekerjaan #Bolaang Mangondow #tiang