MANADOPOST.ID—Paimpuluan Ne Tonsea (PNT) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 yang bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Hotel Lumeos 1, Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11). Perayaan bertema “Regenerasi, Kaderisasi, dan Harmoni Komunal” ini menegaskan komitmen PNT dalam melestarikan nilai-nilai budaya Tonsea-Minahasa kepada generasi muda perantau di Jakarta dan sekitarnya.
Ketua Umum PNT Brigjen Pol Christ R. Pusung, S.I.K., M.Han., M.H., menyampaikan apresiasi atas soliditas dan sinergi yang terjalin di antara para pengurus dan anggota. Ia juga menyinggung kehormatan dirinya saat memimpin tari kabasaran sumiri mewakili Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pada upacara 17 Agustus 2025 di Istana Negara.
Kehadiran jajaran pimpinan organisasi, mulai dari Dewan Pembina, Penasehat, Pakar, hingga perwakilan 55 Watasi Tonsea (perkumpulan kampung, keluarga, dan fungsi), menunjukkan kekompakan PNT. Sejumlah tokoh juga hadir, di antaranya Irjen Pol Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H., dan Matindas J. Rumambi, bersama para donatur yang sebelumnya mendukung kegiatan Tonsea Singing Nite.
Suasana nasionalisme terasa dalam kegiatan yang diawali dengan pelayanan firman oleh Pdt. Herman Rumbayan, MA, dari Patuarian Ne Tonsea Lama Kembuan. Lagu “Indonesia Raya” dan “Bangun Pemudi Pemuda” dinyanyikan bersama di bawah arahan Jeane Rensina Katuuk, disusul pembacaan Teks Sumpah Pemuda oleh Stevanus Rinno Ticoalu.
Salah satu puncak acara adalah penyerahan hadiah Tonsea Idol 2025, ajang seni dan bakat yang menjadi sarana kaderisasi generasi muda Tonsea di perantauan. Proses penilaian dilakukan melalui Like dan komentar di akun YouTube Paimpuluan Ne Tonsea, serta evaluasi penguasaan bahasa dan aspek penilaian panitia.
Juara I diraih oleh Vincensia Gabrielle Samantha (Patuarian Ne Matungkas), disusul Lifia Greacela Pattireuw (PERWAGIS Girian) sebagai Juara II, Jeanet Wulan Manua (Patuarian Laikit Dimembe) Juara III, Samuella Joy Angela Tairas (Patuarian Ne Matungkas) Juara IV, dan Brillyan Fandry Teteregoh (Patuarian Laikit Dimembe) Juara V.
Dewan Pembina PNT Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung menegaskan usia 28 tahun menjadi bukti kematangan organisasi yang menaungi 55 Watasi Tonsea. Ia juga menyampaikan rasa bangga atas penganugerahan dari Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya dan Jenderal HBL Mantiri, yang diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dengan semangat seperti para pemuda 1928.
“Setiap keberhasilan besar membutuhkan proses dan ketekunan. Semangat itu yang harus dijaga oleh generasi Tonsea masa kini,” ujarnya.
Koordinator kegiatan sekaligus Bendahara Umum PNT, Michael Alexander Kambey, S.E., A.K., M.M., melaporkan bahwa dana kegiatan diperoleh dari hasil Tonsea Singing Nite, donasi para donatur, serta swadaya pengurus. Ia juga menegaskan tradisi disiplin waktu PNT yang telah dijaga sejak 1997.
PNT berencana menggelar Rapat Tahunan pada awal Desember, disusul perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 pada minggu ketiga Januari, serta Tonsea Charity Golf Tournament pertama pada Februari 2026.
Perayaan ditutup dengan ajakan bagi seluruh Tou Tonsea untuk terus mendukung program Pemerintah RI demi terwujudnya semangat “Tonsea berbudaya, Sulut hebat dan maju, serta Indonesia gemilang.”.(fgn)
Editor : Foggen Bolung