Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Warisan Perjuangan Maria Walanda Maramis Diangkat Lagi, Seruan Penetapan Hari Nasional Menggema

Foggen Bolung • Kamis, 4 Desember 2025 | 14:54 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Dorongan agar peringatan Hari Maria Walanda Maramis pada 1 Desember ditetapkan sebagai hari nasional kembali menguat. Isu ini mencuat dalam talk show yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), yang khusus membedah kembali warisan perjuangan pahlawan perempuan asal Sulawesi Utara itu.

Ketua DPP KKK, Angelica Tengker, yang memprakarsai kegiatan ini, menegaskan bahwa kontribusi Maria Walanda Maramis terhadap kesetaraan perempuan sudah saatnya mendapat pengakuan lebih luas. “Dalam rangka memperingati Hari Maria Walanda Maramis pada 1 Desember, kami tidak hanya mengenang jasa beliau sebagai pahlawan, tetapi juga menegaskan kembali bahwa perjuangannya tetap relevan hingga sekarang,” ujarnya.

Talk show yang digelar di Auditorium IBM ASMI, Selasa (2/12) itu bertepatan dengan peringatan 153 tahun kelahiran Maria Walanda Maramis yang jatuh sehari sebelumnya. Selain merefleksikan jejak sejarah, acara ini mendorong generasi saat ini untuk memahami peran tokoh Minahasa tersebut dalam membukakan akses pendidikan dan ruang politik bagi perempuan.

Tengker menekankan pentingnya memperluas pengenalan figur Maria di tingkat nasional. “Penting bagi generasi saat ini untuk mengenal sosok Maria Walanda Maramis secara lebih luas, agar nilai perjuangan dan keteladanannya bisa dijadikan rujukan dan role model,” katanya.

Ia juga menyebut perjuangan Maria sebagai bukti bahwa perempuan memiliki ruang dan kapasitas untuk memberi kontribusi strategis dalam politik. “Perjuangan beliau menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk memberi kontribusi serta menawarkan perspektif yang lebih utuh bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Dari panggung sejarah, Maria memang dikenal sebagai pendobrak. Ia memanfaatkan media untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, mulai dari pendidikan hingga keterlibatan dalam politik pada awal abad ke-20. Kiprahnya kemudian membuat pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 20 Mei 1969.

Menurut Tengker, momentum tahun ini terasa berbeda. Selain semakin banyak dukungan dari berbagai komunitas, upaya menjadikan 1 Desember sebagai hari resmi kini tengah diperkuat melalui pengumpulan dokumen dan rekomendasi. “Saat ini, kami juga terus mengupayakan agar peringatan Hari Maria Walanda Maramis mendapatkan pengakuan resmi. Kami melengkapi berbagai dokumen dan dukungan, baik dari Sulawesi Utara maupun dari berbagai perkumpulan, agar proses ini bisa berjalan dengan kuat dan tepat,” tuturnya.

Ia berharap perjuangan Maria dapat kembali menginspirasi generasi muda, terutama perempuan yang ingin mengambil peran lebih besar dalam pendidikan, politik, dan ruang publik. “Harapannya, nama dan kontribusi beliau semakin dikenal, sekaligus memberi pengaruh positif bagi generasi muda,” ujar Tengker.

Bagi banyak perempuan di Indonesia, sosok Maria Walanda Maramis berdiri sejajar dengan tokoh nasional lain yang memperjuangkan akses pendidikan dan martabat perempuan. Namun, dari Minahasa, ia membawa identitas lokal yang kuat: keberanian membangun masa depan generasi perempuan tanpa menunggu ruang diberikan.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#Maria Walanda Maramis #Angelica Tengker #DPP KKK