MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait batalnya kehadiran Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam agenda Safari Natal di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sebelumnya telah dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2025.
Penjelasan ini disampaikan untuk meredam beredarnya berbagai spekulasi yang memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Juru Bicara Pemprov Sulut Denny Mangala menegaskan pembatalan tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah kepulauan. Ia menolak anggapan bahwa pembatalan dilakukan karena alasan non-teknis.
“Keputusan ini diambil semata-mata karena keselamatan. Tidak ada pertimbangan lain di luar itu,” ujarnya. Denny, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kominfo sekaligus Asisten I Pemprov Sulut, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Safari Natal sebenarnya sudah dipersiapkan dengan matang sejak awal.
Menurut rencana awal, Gubernur Yulius dijadwalkan berkunjung ke Talaud pada 8 Desember lalu melanjutkan perjalanan ke Sangihe. Semua kegiatan telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten setempat dan telah mendapatkan persetujuan penuh dari Gubernur.
Untuk memastikan keberangkatan, Pemprov Sulut telah menyiapkan layanan penerbangan charter Wings Air karena tidak tersedia penerbangan komersial pada tanggal tersebut.
Bahkan tim protokol telah diberangkatkan lebih awal menggunakan kapal laut dan telah berada di lokasi untuk memastikan kesiapan acara.
Bantuan sosial bagi masyarakat Talaud dan Sangihe juga sudah dikirimkan lebih dulu sebelum jadwal kunjungan, sebagai bentuk komitmen Pemprov terhadap warga di wilayah kepulauan. Forkopimda turut diundang dan telah mengonfirmasi kesediaan untuk mendampingi Gubernur selama rangkaian kegiatan.
Namun pada 7 Desember, Pemprov menerima peringatan resmi BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem yang mencakup larangan penerbangan dan tingginya gelombang laut di wilayah kepulauan. Menindaklanjuti peringatan tersebut, Pemprov menggelar rapat untuk menilai situasi.
Hasilnya, perjalanan dinilai sangat tidak aman. Kondisi cuaca yang memburuk pada hari-hari berikutnya semakin menegaskan bahwa penerbangan maupun moda transportasi laut tidak memungkinkan digunakan.
Atas pertimbangan keselamatan, Pemprov Sulut memutuskan untuk membatalkan Safari Natal Gubernur.
Meski demikian, perayaan Natal tetap berlangsung di masing-masing daerah dengan dipimpin langsung oleh bupati setempat. Sambutan Gubernur pun dibacakan dalam acara, sementara seluruh bantuan sosial telah disalurkan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Menanggapi isu yang menyebut Gubernur kurang memberi perhatian kepada masyarakat kepulauan, Denny Mangala menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar.
Ia menilai keputusan pembatalan justru menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam menjunjung keselamatan masyarakat dan aparat. Denny menambahkan bahwa keputusan ini juga membawa edukasi penting bagi masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan pada saat cuaca ekstrem. “Keputusan ini bebas dari kepentingan politik. Semuanya dilakukan demi keselamatan,” tegasnya.
Pemprov Sulut menegaskan pemerintah harus menjadi teladan dalam mematuhi imbauan keselamatan, termasuk ajakan untuk menghindari aktivitas berisiko saat kondisi cuaca sedang memburuk.
Dengan penjelasan ini, Pemprov berharap masyarakat memahami bahwa setiap kebijakan selalu mempertimbangkan keselamatan dan kepentingan publik.(gel)
Editor : Angel Rumeen