MANADOPOST.ID—Diskusi akhir tahun bertajuk Hope and Mind of a New Digital World yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Politik Digital menjadi ruang refleksi bersama untuk membaca arah perkembangan dunia digital ke depan. Kegiatan ini akan digelar di Toko Buku Gramedia Manado, Selasa (30/12).
Diskusi ini berangkat dari kesadaran bahwa teknologi digital tidak lagi sekadar soal kemajuan teknis, tetapi telah memengaruhi cara berpikir, relasi sosial, hingga kebijakan publik. Melalui forum akhir tahun ini, publik diajak menimbang kembali harapan dan tanggung jawab bersama dalam membangun ekosistem digital yang lebih adil dan manusiawi.
Buku Politik Digital karya Sumenge Tangkawarouw Godion Kaunang (Odi) menjadi salah satu pintu masuk diskusi. Dalam buku tersebut, Odi menegaskan bahwa teknologi digital dan politik memiliki irisan kepentingan yang sama, yakni keberpihakan pada kemaslahatan publik. Prinsip tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam kebijakan dan praktik penggunaan teknologi digital.
“Diskusi akhir tahun ini menjadi momentum untuk berhenti sejenak dan merefleksikan ke mana arah dunia digital kita berjalan. Harapannya, teknologi tidak menjauhkan manusia, tetapi justru memperkuat keadilan dan kesejahteraan bersama,” ujar Odi.
Sejumlah narasumber telah mengonfirmasi kehadiran dalam diskusi ini. Mereka adalah Valentino Lumowa, filsuf dan akademisi; Denni Pinontoan, pemerhati kosmologi digital; dr. Dolly Kaunang, praktisi kesehatan sekaligus editor buku; Agustien Kaunang, yang mengangkat perspektif perempuan dalam teknologi digital; serta Revy Tanod, pemerhati pembangunan pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Para narasumber tersebut datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari filsafat, teknologi, kesehatan, hingga isu sosial. Keragaman perspektif ini diharapkan mampu memperkaya diskusi, sekaligus membuka cara pandang baru dalam menyikapi perubahan digital yang berlangsung cepat.
Selain peluncuran buku Politik Digital, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Jembatan Perubahan Hidup Sehat: Jantung Kuat – Hidup Bermakna, Dari Ciracas untuk Indonesia. Kehadiran dua buku dengan isu berbeda ini menegaskan bahwa pembangunan manusia—baik melalui teknologi maupun kesehatan, memerlukan kesadaran, keberpihakan, dan cara pikir yang utuh.
Diskusi akhir tahun ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang dialog yang reflektif menjelang pergantian tahun, sekaligus menumbuhkan harapan akan dunia digital yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kemanusiaan. (fgn)
Editor : Foggen Bolung