MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di berbagai daerah.
Salah satunya di Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kepala Dinas Pangan Daerah Sulawesi Utara Rahel Rotinsulu menjelaskan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah serta menjaga keseimbangan harga pangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang menghadapi meningkatnya kebutuhan bahan pokok selama bulan suci Ramadan.
“Melalui kegiatan ini pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Rotinsulu.
Ia menambahkan, kegiatan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah di Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta menekan laju inflasi daerah.
Sementara itu, Gubernur Sulut Yulius Selvanus meninjau langsung GPM di Tutuyan. Di lokasi kegiatan, gubernur terlihat menyambangi sejumlah lapak yang menjual berbagai komoditas pangan. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang serta warga yang datang berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Satu per satu harga bahan pangan ditanyakan langsung oleh gubernur kepada para penjual. Beberapa komoditas yang menjadi perhatiannya antara lain bawang merah, cabai atau rica, hingga daging ayam yang banyak dicari masyarakat.
“Berapa harga bawang di sini? Rica sekarang berapa? Ayam dijual berapa per ekor?” tanya Yulius kepada para pedagang sambil memperhatikan kondisi bahan pangan yang tersedia di lokasi kegiatan.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi, warga sudah berdatangan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
Sejumlah komoditas yang dijual dalam program Gerakan Pangan Murah antara lain beras, cabai atau rica, bawang merah, bawang putih, serta beberapa bahan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Menurut Gubernur Yulius Selvanus, program ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya saat harga di pasar mengalami kenaikan.
“Melalui program ini pemerintah berupaya membantu masyarakat agar tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Stabilitas harga pangan menjadi perhatian penting bagi pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai daerah di Sulawesi Utara. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap aman bagi masyarakat.(gel)
Editor : Angel Rumeen