Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jan Maringka: Integritas dan Kapasitas Prof Purnomo Yusgiantoro Dibutuhkan IKAL Lemhannas

Foggen Bolung • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:24 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Di tengah tekanan global yang kian kompleks, mulai dari krisis energi hingga ancaman terhadap ketahanan pangan, kebutuhan akan kepemimpinan yang kuat di organisasi strategis seperti IKAL Lemhannas semakin terasa. Bukan sekadar figur dengan pengalaman panjang, tetapi sosok yang memiliki integritas teruji dan kapasitas nyata dalam memimpin.

Advokat senior yang juga mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Jan Maringka, melihat kriteria itu ada pada Prof. Purnomo Yusgiantoro.

Menurut Jan, IKAL Lemhannas bukan organisasi biasa. Ia merupakan wadah para alumni yang memiliki latar belakang kepemimpinan strategis, sehingga figur yang memimpin harus memiliki standar yang tidak bisa ditawar.

“Ini bukan soal siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling siap dan tepat. IKAL Lemhannas butuh pemimpin dengan integritas yang tidak perlu diragukan, serta kapasitas yang sudah teruji,” ujar Jan.

Nama Prof. Purnomo, kata dia, muncul bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya dalam pemerintahan lintas era menjadi salah satu indikator kuat.

Seperti diketahui, Prof. Purnomo merupakan salah satu tokoh nasional yang dipercaya mengisi berbagai jabatan strategis sejak era Presiden Soeharto hingga Presiden Prabowo Subianto. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua periode, serta Menteri Pertahanan.

Bagi Jan, kepercayaan lintas rezim tersebut bukan hal yang biasa.

“Beliau adalah figur yang tidak hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki integritas yang terjaga dalam setiap keputusan,” katanya.

Dalam pandangan Jan, salah satu aspek paling krusial dari kepemimpinan adalah komitmen terhadap hukum. Hal ini menjadi penting, terutama dalam organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Di titik ini, ia menilai Prof. Purnomo memiliki rekam jejak yang jelas.

“Beliau menempatkan hukum bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Jan, terlihat saat Prof. Purnomo memimpin sektor-sektor krusial seperti energi dan pertahanan. Di tengah tekanan dan kepentingan yang besar, ia dinilai tetap mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Ini bukan sekadar soal administratif, tetapi soal karakter. Kepemimpinan yang taat hukum adalah kepemimpinan yang bisa dipercaya,” tegas Jan.

Namun, ia menekankan bahwa integritas saja tidak cukup. Organisasi juga membutuhkan arah yang jelas, yang hanya bisa diwujudkan oleh pemimpin dengan kapasitas mumpuni.

Menurutnya, keunggulan Prof. Purnomo terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan praktik.

Ia tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk di level internasional seperti OPEC. Di ranah akademik, kiprahnya juga kuat, sebagai pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), serta Guru Besar yang mengajar di Universitas Atma Jaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang konsisten membangun perspektif strategis dan penguatan sumber daya manusia.

“Inilah kombinasi yang dibutuhkan IKAL Lemhannas hari ini, pemimpin yang bisa berpikir strategis, tetapi juga mampu membangun manusia di dalam organisasinya,” kata Jan.

Selain itu, Prof. Purnomo juga dikenal sebagai sosok yang mampu membangun tim yang solid. Ia dinilai tidak bekerja secara individual, melainkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan profesional.

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat IKAL Lemhannas merupakan organisasi yang bertumpu pada kekuatan gagasan dan kontribusi anggotanya.

Lebih jauh, Jan melihat Prof. Purnomo memahami posisi IKAL Lemhannas sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi alumni.

“Kita membutuhkan IKAL yang mampu menjadi sparring partner pemerintah, bukan hanya pengamat, tetapi juga pemberi solusi,” ujarnya.

Dengan pengalaman dan jejaring yang luas, Prof. Purnomo dinilai memiliki posisi yang tepat untuk menjalankan peran tersebut.

Tak hanya itu, komitmennya di bidang pendidikan juga menjadi nilai tambah. Keterlibatannya di Universitas Pertahanan dan berbagai institusi pendidikan lainnya menunjukkan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang menyiapkan kader, bukan hanya mengandalkan figur,” kata Jan.

Di tengah tantangan yang semakin kompleks, ia menilai IKAL Lemhannas membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif.

Dengan rekam jejak panjang, integritas yang teruji, serta kapasitas yang relevan, Jan menilai Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan sosok yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Beliau bukan hanya layak, tetapi memang dibutuhkan,” pungkasnya.(*)

Editor : Foggen Bolung
#ikal lemhanas #Prof Purnomo Yusgiantoro #Jan Maringka