Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

NTP Sentuh 128,50 pada Februari 2026, Kesejahteraan Petani Sulut Meningkat

Angel Rumeen • Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:11 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID— Sektor pertanian di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren yang menggembirakan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 tercatat mencapai angka 128,50, sebuah capaian yang mencerminkan kondisi ekonomi petani yang semakin membaik.

 

Angka NTP yang berada jauh di atas 100 menjadi indikator penting tingkat kesejahteraan petani di daerah ini berada dalam posisi yang menguntungkan. Secara sederhana, kondisi ini menunjukkan pendapatan yang diterima petani dari hasil pertanian mampu melampaui pengeluaran mereka, baik untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

 

Kenaikan NTP ini tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut adalah tren kenaikan harga komoditas pertanian di pasar yang lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan biaya produksi. Situasi ini memberikan ruang keuntungan yang lebih besar bagi para petani di Sulawesi Utara.

 

Selain itu, capaian ini juga menjadi sinyal sektor pertanian di daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai ini memiliki daya tahan yang cukup kuat di tengah dinamika ekonomi. Ketahanan ini penting, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah yang sebagian besar masih bergantung pada sektor agraria.

 

Meski demikian, Badan Pusat Statistik memberikan catatan penting terkait belum meratanya pertumbuhan di semua subsektor pertanian. Beberapa komoditas tertentu masih mengalami tekanan, yang berdampak pada nilai tukar petani di subsektor tersebut.

 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum kondisi petani membaik, masih ada kelompok petani yang belum sepenuhnya merasakan dampak positif tersebut. Oleh karena itu, upaya pemerataan menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

 

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tren positif sekaligus memperluas dampaknya. Pemerintah berencana memperkuat kebijakan di sektor pertanian dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani secara menyeluruh.

 

Langkah strategis yang akan ditempuh antara lain melalui pemberian bantuan sarana produksi, peningkatan akses terhadap teknologi pertanian, serta penguatan rantai distribusi hasil pertanian. Dengan demikian, diharapkan seluruh pelaku usaha tani, termasuk yang berada di subsektor yang masih lemah, dapat ikut merasakan manfaat pertumbuhan ini.

 

Selain itu, stabilitas ekonomi perdesaan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah ingin memastikan bahwa sektor pertanian tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di pedesaan.

 

Dengan capaian NTP yang terus menunjukkan tren positif, sektor pertanian Sulawesi Utara diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.(*)

Editor : Angel Rumeen