Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tak Pernah Berhenti Belajar, Sosok Sulhan Manggabarani Jadi Potret Pemimpin Humanis dan Haus Ilmu

Baladewa Setlight • Selasa, 19 Mei 2026 | 20:32 WIB

 

PATUT DICONTOH: Pimpinan DPRD Kabupaten Bolmong Sulhan Manggabarani S.E, S.H, M.H, lulus ujian tesis master hukum.
PATUT DICONTOH: Pimpinan DPRD Kabupaten Bolmong Sulhan Manggabarani S.E, S.H, M.H, lulus ujian tesis master hukum.

MANADOPOST.ID — Di tengah padatnya ritme politik dan tanggung jawab sebagai Pimpinan DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), sosok Sulhan Manggabarani S.E, S.H, M.H, justru memperlihatkan sisi lain seorang pemimpin daerah yang humanis, sederhana, dan tak pernah berhenti menuntut ilmu.

Perjalanan akademik Sulhan menjadi potret keteladanan yang menginspirasi banyak kalangan, khususnya generasi muda di Bolmong. 

Di balik kesibukannya mengawal aspirasi rakyat, menghadiri agenda pemerintahan, hingga menjalankan tugas politik di parlemen daerah, Sulhan tetap konsisten membangun kualitas diri melalui pendidikan tinggi.

Usai menuntaskan pendidikan Sarjana Ekonomi, Sulhan kembali melanjutkan pendidikan dengan mengambil program Sarjana Hukum.

Semangatnya tidak berhenti di sana. Dengan tekad kuat, ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum pada program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Manado.

Perjuangan tersebut tidaklah mudah. Di tengah padatnya aktivitas sebagai wakil rakyat, Sulhan harus membagi waktu antara tanggung jawab politik, keluarga, dan dunia akademik.

Namun ketekunan dan disiplin yang ia miliki membuahkan hasil membanggakan. Sulhan berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Hukum dengan predikat sangat memuaskan.

Menariknya lagi, di saat bersamaan Sulhan juga sukses menuntaskan pendidikan di Lemhannas RI.

Hal itu semakin memperkuat kapasitasnya sebagai figur publik yang tidak hanya matang dalam pengalaman politik, tetapi juga kaya dalam wawasan kebangsaan dan keilmuan.

Bagi banyak kalangan, langkah yang ditempuh Sulhan menjadi simbol bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Kesibukan bukan alasan untuk berhenti belajar.

Saat dihubungi Manado Post, Sulhan menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar titel akademik, melainkan bagian dari pengabdian terhadap masyarakat.

“Bagi saya, pendidikan bukan tentang mengejar gelar semata. Pendidikan adalah proses menempa diri agar bisa berpikir lebih bijak, lebih matang, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Seorang pemimpin tidak boleh berhenti belajar, karena tantangan rakyat terus berkembang,” ujar politisi Partai Golkar Sulut tersebut.

Ia mengakui, menjalani pendidikan di tengah kesibukan sebagai pimpinan DPRD bukan hal mudah. Namun menurutnya, proses belajar justru membuka banyak perspektif baru dalam memahami persoalan masyarakat.

“Kesibukan di DPRD bukan alasan untuk meninggalkan dunia pendidikan. Justru dari proses belajar, saya mendapat banyak sudut pandang baru dalam memahami kebutuhan rakyat. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan waktu tidak boleh mematikan semangat untuk menuntut ilmu,” katanya.

Sulhan juga berharap perjalanan pendidikannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Bolaang Mongondow agar terus berani bermimpi dan meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.

“Saya bersyukur bisa menyelesaikan Magister Hukum dengan hasil yang baik. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi saya ingin ini menjadi motivasi untuk anak-anak muda di Bolmong. Jangan pernah takut bermimpi besar dan jangan cepat puas dengan apa yang sudah dicapai,” ungkapnya.

Menurut Sulhan, ilmu pengetahuan adalah investasi jangka panjang dalam kehidupan. Jabatan, kata dia, suatu saat akan berakhir, namun ilmu dan manfaat bagi masyarakat akan tetap hidup.

“Ilmu yang saya dapatkan, baik di kampus maupun di Lemhannas RI, saya dedikasikan untuk pengabdian kepada masyarakat. Karena pada akhirnya, jabatan akan selesai pada waktunya, tetapi ilmu dan manfaat untuk orang banyak akan tetap hidup,” tandasnya.

Di tengah dinamika politik yang kerap dipenuhi pragmatisme, sosok Sulhan Manggabarani hadir sebagai gambaran pemimpin yang menjadikan pendidikan sebagai fondasi pengabdian.

Sebuah keteladanan yang tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi juga tentang perjuangan membangun kualitas diri demi masyarakat yang lebih baik. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#Sulhan Manggabarani #Golkar #hukum #iain manado #magister