MANADOPOST.ID – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati (Wabup) Tendris Bulahari meninjau mesin pembangkit listrik yang baru saja tiba di PLTD Tahuna, Kelurahan Soa Taloara, Kecamatan Tahuna, Jumat (14/03/26).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan mesin pembangkit yang akan menambah kapasitas listrik di wilayah Tahuna dan sekitarnya.
"Ya, hari ini kita sudah menerima itu. Tadi baru kedatangan satu mesin beserta tanki dan alat-alatnya," kata Bupati Michael Thungari saat diwawancarai manadopost.id, Jumat (14/03/2026).
Menurut Michael Thungari, mesin pembangkit lainnya saat ini masih dalam antrean pengiriman di Pelabuhan Amurang dan akan dibawa ke Sangihe melalui jalur darat.
"Mungkin naik mobil, kemudian satu kapal itu kan cuma bisa memuat tiga mobil besar. Jadi pergantian mudah-mudahan minggu depan semua sudah ada di sana," tutur Thungari.
Ia menjelaskan, dalam proses pengiriman tersebut terdapat lima unit mesin yang sedang dalam perjalanan, sementara satu unit lainnya telah lebih dulu terpasang di Lesabe.
"Lanjutnya menjelaskan, saat ini dalam perjalanan ini lima mesin, sebenarnya ada enam, satu itu sudah terpasang di Lesabe," jelasnya.
Thungari menilai kedatangan mesin pembangkit dengan kapasitas tambahan 4.000 KWH sangat berarti bagi daerah, mengingat beban puncak listrik di wilayah tersebut mencapai sekitar 9.000 KWH.
"Iya, kedatangan 4.000 KWH ini sangat berarti bagi kita, karena kita beban puncaknya ada di 9.000. Berarti bertambah 4.000 itu kita sudah hampir bertambah 40 persen lebih untuk surplus kita," terangnya.
Ia menambahkan, hadirnya mesin pembangkit listrik baru ini merupakan investasi penting untuk mendukung pembangunan ekonomi di masa mendatang, sekaligus mengurangi risiko kekurangan daya listrik.
"Tinggal bagaimana kita menjaga stok listrik ini kemudian terhindar dari pemadaman-pemadaman atas upaya perbaikan jaringan," ujar Michael.
Selain itu, ia menekankan kepada pihak PLN agar memaksimalkan pengelolaan jaringan listrik sehingga pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.
"Kita akan memaksimalkan mungkin bahwa kita sudah tidak boleh lagi ada pemadaman-pemadaman bergilir. Itu yang ingin saya tekankan pada pihak PLN," sebutnya.
Lebih lanjut, Thungari mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah pusat melalui PLN cukup membatasi pengiriman mesin baru ke sejumlah daerah, termasuk di wilayah perbatasan.
"Sejak dulu pemerintah pusat lewat PLN agak membatasi mesin yang baru untuk keluar ke semua kabupaten. Bahkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mesin mesin bekas yang dikirim, sementara Ada kabupaten kota lain yang energi terbarukan mesinnya dikirim kemarin," terangnya.
Karena itu, pihaknya sempat menyampaikan keberatan kepada pemerintah pusat agar daerah perbatasan seperti Sangihe mendapat perhatian khusus terkait penyediaan mesin pembangkit yang andal.
"Dan itulah yang kami protes di sana bahwa kita di perbatasan itu perlu mesin yang handal. Kemudian dibukalah kebijakan, kirimlah mesinnya," tutur Thungari.
Ia juga menjelaskan bahwa mesin yang dikirim menggunakan sistem kontainer sehingga proses pemasangan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
"Memang betul-betul baru sistemnya kontainer, jadi dia tinggal ditaruh, dipasang selang BBM-nya, dipasang jalur kabelnya langsung bisa menyala."
Dirinya pun berharap kehadiran mesin pembangkit listrik baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta menjamin ketersediaan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Semoga hal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan ketersediaan listrik ke depan," pungkasnya. (Alfian)
Editor : Gregorius Mokalu