Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kisah Pilu Jeane Puide Korban Korban Erupsi 2024, Belum Pernah Tersentuh Bantuan

Gregorius Mokalu • Selasa, 24 Maret 2026 | 13:50 WIB

Hingga kini belum pernah menerima bantuan apa pun, meski rumah terdampak cukup parah akibat erupsi tersebut.
Hingga kini belum pernah menerima bantuan apa pun, meski rumah terdampak cukup parah akibat erupsi tersebut.

MANADOPOST.ID– Di balik pendataan korban erupsi gunung ruang Tahun 2024 silam di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, masih ada warga yang luput dari daftar penerima bantuan. Salah satunya dialami Jeane Puide, warga Kelurahan Bahoi Lingkungan VI.

Jeane mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan apa pun, meski rumah keluarganya terdampak cukup parah akibat erupsi tersebut.

Menurut penuturan Jeane, saat terjadi erupsi, petugas sempat datang melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan, termasuk rumah milik keluarganya.


“Waktu erupsi itu ada petugas datang mendata rumah-rumah rusak. Mereka bilang rumah kami akan dijadikan contoh kategori rusak parah,” ujar Jeane Puide, Selasa (24/03/26).

Menurutnya, saat pendataan berlangsung, keluarga telah memberikan data lengkap termasuk KTP. Bahkan, rumah tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang mengalami kerusakan paling parah di Kelurahan Bahoi.

Namun, setelah daftar penerima bantuan diumumkan, nama keluarganya justru tidak tercantum.

“Pas keluar nama-nama penerima bantuan, kami cek berkali-kali, tapi tidak ada nama keluarga kami. Padahal rumah itu sempat difoto dan disebut paling parah,” katanya.

Ia menambahkan, proses pendataan disebut dilakukan lebih dari satu kali, namun hasilnya tetap sama. Nama keluarganya tidak pernah masuk dalam daftar, baik kategori rusak berat maupun sedang.

“Sudah dicek ulang beberapa kali, tetap tidak ada. Sampai sekarang tidak pernah menerima bantuan apa-apa,” lanjutnya.

Selain itu, Jeane juga mengaku pernah mendapat informasi adanya penyaluran bantuan di kantor kelurahan. Namun setelah didatangi, bantuan tersebut juga tidak tersedia atas nama keluarganya.

“Kami sempat dengar ada bantuan disuruh ambil di kantor lurah, tapi waktu dicek, nama kami tetap tidak ada,” jelasnya.

Kondisi ini membuat keluarga harus bertahan dalam keterbatasan. Bahkan hingga kini, mereka masih tinggal di tempat seadanya.

“Padahal mereka sendiri yang datang dan bilang ini rumah paling parah di zona merah. Tapi sampai sekarang tidak ada bantuan. Kami tinggal di tempat fufu kelapa di samping rumah ini,” tutupnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan peninjauan ulang terhadap data penerima bantuan, sehingga masyarakat yang benar-benar terdampak dapat memperoleh haknya.

Sementara itu, Camat Tagulandang Eka Bawole ketika dikonfirmasi via WA belum memberikan tanggapan terkait hal ini. (Alfian)

Editor : Gregorius Mokalu
#Bantuan #gunung #rumah #Terdampak #ruang #warga