MANADOPOST.ID– Layanan telekomunikasi dan informasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro dipastikan akan mengalami gangguan sementara akibat perbaikan kabel serat optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane.
Perbaikan ini dilakukan menyusul terjadinya gangguan berupa putusnya kabel bawah laut (submarine fiber cut) yang dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).
Langkah perbaikan partial cut dilakukan guna mencegah kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga kualitas layanan telekomunikasi di kedua wilayah tersebut ke depan.
Rangkaian pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 25 April 2026. Namun, terdapat tahapan krusial berupa kegiatan restoration atau marine operation yang akan dilaksanakan pada 16 hingga 24 April 2026.
Pada periode ini, layanan telekomunikasi dan informasi di Kabupaten Sangihe dan Sitaro akan mengalami pemutusan sementara selama kurang lebih sembilan hari.
Pelaksanaan perbaikan dilakukan oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia sebagai badan usaha pelaksana, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, ketertiban lingkungan, serta berkoordinasi dengan aparat setempat.
Direktur Utama, Fadhilah Mathar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah atas dampak yang ditimbulkan akibat gangguan layanan tersebut.
Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk meminimalkan dampak selama proses perbaikan berlangsung.
Selain itu, dukungan dan koordinasi dari pemerintah daerah serta aparat setempat sangat diharapkan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar sesuai rencana.
Surat pemberitahuan terkait kegiatan ini juga ditembuskan kepada Menteri Komunikasi dan Digital, Gubernur Sulawesi Utara, serta Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia.
Namun demikian, menurut Kepala Dinas Kominfo Sangihe, Ronald Lumiu, pihaknya telah melakukan koordinasi intens dengan pihak Telkomsel terkait langkah antisipatif yang akan dilakukan saat terjadi beban puncak pada tanggal 16-24 april 2026.
"Kominfo sudah meneruskan pemberitahuan ke pihak telkomsel untuk mengantisipasi dampak resiko melalui pengaktifan sistem radiolink," terang Lumiu. (Alfian)
Editor : Gregorius Mokalu