MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe secara resmi menutup Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun 2026 yang digelar di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BPSDM Provinsi Sulawesi Utara.
Penutupan kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari.
Sebanyak 102 peserta dari 20 formasi jabatan mengikuti rangkaian Latsar CPNS 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan ditempatkan pada berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, termasuk wilayah kepulauan seperti Kecamatan Kepulauan Marore dan Kecamatan Nusa Tabukan.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa berakhirnya Latsar bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi para CPNS untuk membuktikan diri melalui pengabdian nyata sebagai aparatur pemerintah.
Menurutnya, setelah menyelesaikan Latsar, para peserta tidak lagi hanya dipandang sebagai peserta pelatihan, tetapi telah memasuki tahapan baru sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.
"Penutupan Latsar bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi merupakan awal dari pengabdian. Mulai hari ini, saudara-saudara akan dinilai bukan lagi sebagai peserta pelatihan, tetapi sebagai ASN yang hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegas Thungari.
Ia meminta para ASN baru untuk menjadikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Selain itu, wawasan kebangsaan, hasil habituasi, serta aktualisasi yang diperoleh selama mengikuti Latsar diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam lingkungan kerja.
Thungari juga mengingatkan bahwa tugas sebagai ASN di Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis Sangihe yang terdiri atas 144 pulau menuntut aparatur untuk memiliki kesiapan dalam memberikan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah kepulauan.
"Menjadi ASN di Sangihe berarti siap hadir untuk masyarakat, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau terluar dan wilayah yang memiliki tantangan geografis. Pelayanan pemerintah tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan," ujarnya.
Bupati menekankan, masyarakat akan menjadi pihak yang secara langsung menilai kinerja ASN. Karena itu, integritas, kompetensi, disiplin, serta kemampuan memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas harus menjadi karakter utama aparatur pemerintah.
Sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, "Muda Berkarya, Wujudkan Sangihe Lebih Sejahtera dan Berbudaya", Thungari juga mendorong para ASN muda untuk menjadi bagian dari proses reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik.
Terlebih, sebagian peserta Latsar memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi. Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mendorong digitalisasi pemerintahan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, transparan, efektif, dan mudah diakses.
"Manfaatkan kompetensi dan perkembangan teknologi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan dan efisien. ASN muda harus menjadi bagian dari perubahan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital," kata Thungari.
Ia juga mengingatkan para ASN untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan Latsar. Perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi menuntut aparatur untuk terus meningkatkan kapasitas serta membangun kolaborasi lintas sektor.
"Jaga integritas, terus belajar, bangun kolaborasi dan jangan berhenti berinovasi. Jadikan tugas sebagai ASN sebagai bentuk pengabdian untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe," pesannya.
Dengan berakhirnya Latsar CPNS 2026, sebanyak 102 ASN baru tersebut diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, termasuk di wilayah-wilayah kepulauan dan perbatasan.
Editor : Alfian Tumuahi