MANADOPOST.ID - Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kepulauan Sangihe turun signifikan pada 2025, dari 3,2 persen menjadi 1,7 persen.
Penurunan ini menjadi capaian yang perlu dipertahankan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di bawah kepemimpinan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari melalui penguatan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, berharap tren positif tersebut berlanjut pada 2026.
"Dimana pada tahun 2025 untuk angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 3,2 persen menjadi 1,7 persen," ujar Eko Siswanto, Jumat (16/10/26).
Meski demikian, tantangan pengentasan kemiskinan masih menjadi perhatian. Persentase penduduk miskin secara makro di Sangihe pada 2025 tercatat 10,97 persen, tertinggi di Sulawesi Utara.
Eko menjelaskan, angka kemiskinan makro dihitung berdasarkan konsumsi makanan dan nonmakanan masyarakat melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Sementara itu, hasil pendataan kemiskinan 2026 masih menunggu publikasi BPS.
Penurunan kemiskinan ekstrem diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Editor : Alfian Tumuahi