
MTPJ GMIM 1 - 7 November 2026
TEMA BULANAN:
“Memilih Dan Menerima Pilihan Dengan Iman Serta Diperlengkapi Untuk Menjalankan Tugas Pelayanan Yang Berintegritas”
TEMA MINGGUAN :
"Selidiki Dan Ujilah Aku Kenallah Hati Dan Pikiran-Pikiranku”
Bacaan: Mazmur 139:1-24
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Perkembangan dunia dengan kemajuan teknologi, membuat manusia dapat menguji dan mengenal diri sendiri dan orang lain lebih dalam. Di antaranya adalah melalui analisis SWOT, tes kepribadian dan tes kejiwaan. Ada juga praktik meditasi yang dapat menjadi rujukan bagi seseorang untuk membantu memiliki kesadaran diri yang lebih tinggi untuk memahami pikiran serta perasaannya secara lebih mendalam.
Akan tetapi semua metode dan pendekatan tersebut sangat terbatas. Tidak dapat secara seratus persen menolong kita untuk dengan benar mengetahui siapa kita sebenarnya. Hanya Tuhan Allah yang paling mengenal pribadi setiap manusia, sebab Dialah yang menciptakan manusia. Tuhan Allah adalah Allah Mahatahu (Omniscience); Allah Mahahadir (Omnipresent); Allah Mahakuasa (Omnipotent).
Dengan demikian kita sadar siapa kita di hadapan Tuhan Allah. Kesadaran ini penting untuk senantiasa mengingatkan bahwa hidup kita tidak dapat disembunyikan dari hadapan-Nya. Oleh karena itu, di minggu ini kita akan merenungkan firman Tuhan Allah dalam Mazmur 139:1-24 di bawah tema “SELIDIKI DAN UJILAH AKU, KENALLAH HATI DAN PIKIRAN-PIKIRANKU.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kitab Mazmur dalam bahasa Ibrani adalah Sefer Tehillim yang berarti Kitab puji-pujian atau “nyanyian pujian”. Dalam Septuaginta (LXX) disebut Psalmoi, dari kata kerja Yunani psallo, artinya “memetik” atau “mendentingkan”. Awalnya kata ini digunakan untuk permainan alat musik petik. Kata tersebut kemudian menunjuk pada “nyanyian” (Ibr. psalmos) yang diterjemahkan dari kata Ibrani Mizmor atau “kumpulan nyanyian” (psalterion). Kitab Mazmur (Latin psalter) merupakan satu koleksi syair-syair keagamaan yang biasanya digunakan dalam upacara di bait Allah. Kitab Mazmur diakui ditulis oleh lebih dari satu orang.
Mazmur pasal 139 merupakan ungkapan permohonan pemazmur kepada Tuhan Allah. Ia menghadapi fitnahan dan tuduhan palsu. Ia merenungkan makna hidup yang didapatkan dalam kedekatan hubungannya dengan Tuhan Allah.
Perikop Mazmur 139: 1-24 dibagi dalam empat bagian besar yakni: Pertama: Tuhan Allah Mahatahu (Omniscience) (ayat 1-6), Kedua: Tuhan Allah Mahahadir (Omnipresent) (ayat 7-12), Ketiga: Tuhan Allah Mahakuasa (Omnipotent); (ayat 13-18); Keempat: Permohonan pemazmur (ayat 19-24).
Ayat 1-6. Bagian ini adalah suatu pengakuan iman penuh ketakjuban dan kerendahan hati dari pemazmur tentang Tuhan Allah. Kalimat “Tuhan Engkau menyelidiki (Ibr. Khaqar: menembus, memeriksa secara mendalam) dan mengenal (Ibr. yada. Mengenal, memahami) aku”, adalah pengakuan pemazmur bahwa Tuhan Allah mengetahui sebenar-benarnya dan sedalam-dalamnya kehidupannya. Ini berarti hanya Tuhan Allah yang mengetahui dengan dalam keberadaan hidup pemazmur. Bukan hanya aktivitas lahiriah berupa duduk, beristirahat atau berdiri, tetapi juga Dia bahkan mengetahui apa yang ada dalam hati manusia, sebelum itu diucapkan dan dilakukan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


