ManadoPost.id – Youtuber Winson Reynaldi menjadi pusat perhatian publik setelah tindakannya yang membuat parodi Paus Fransiskus di kursi roda menuai kecaman dari warganet. Parodi tersebut dianggap tidak sensitif dan menyinggung banyak pihak, terutama umat Katolik yang merasa sosok Paus tidak seharusnya dijadikan bahan candaan.
Dalam video yang telah dihapus, Winson tampak memerankan Paus Fransiskus dengan menggunakan kursi roda, sebuah simbol yang sering digunakan oleh Paus dalam berbagai kesempatan karena kondisi kesehatannya. Namun, parodi tersebut memancing reaksi keras dari warganet yang menilai tindakan ini sebagai penghinaan terhadap tokoh agama yang sangat dihormati.
Setelah reaksi negatif dari warganet, Winson akhirnya mengeluarkan permintaan maaf melalui media sosial. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun dan bahwa video tersebut hanya dibuat untuk tujuan hiburan. Namun, permintaan maaf ini tidak serta-merta meredakan kemarahan banyak orang, yang merasa bahwa tindakan Winson telah melampaui batas etika dan kesopanan.
Profil Winson Reynaldi sebelumnya dikenal sebagai kreator konten dengan gaya komedi yang sering menyentuh topik-topik sensitif. Ini bukan kali pertama Winson terlibat dalam kontroversi; sebelumnya, ia juga pernah dikecam karena konten yang dianggap tidak pantas. Meski demikian, parodi terhadap Paus Fransiskus ini dianggap sebagai salah satu yang paling serius dan berdampak luas.
Seiring dengan permintaan maaf yang telah disampaikan, Winson menyatakan komitmennya untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten di masa depan. Namun, insiden ini menjadi pengingat bagi kreator konten tentang pentingnya memahami batasan-batasan dalam berkarya, terutama ketika menyangkut tokoh-tokoh publik yang memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat. (*)
Editor : Toar Rotulung