MANADOPOST.ID – Tahun ini, jumlah guru non-ASN yang akan menerima insentif meningkat drastis.
Dari 67 ribu penerima tahun lalu, kini pemerintah menetapkan kuota untuk 341.248 guru. Tapi tunggu dulu, jangan senang dulu—besaran insentif justru turun.
Jika pada 2024 bantuan diberikan sebesar Rp 3,6 juta per tahun, tahun 2025 hanya diberikan Rp 2,1 juta per tahun.
Bedanya, bantuan ini akan dicairkan sekaligus, bukan per semester seperti sebelumnya.
Pemerintah menyebut perubahan ini sebagai bentuk pemerataan, agar lebih banyak guru bisa merasakan manfaatnya, meski dengan nominal yang disesuaikan.
“Sasaran kami tahun ini diperluas secara signifikan. Jadi insentif dibagi lebih merata,” ujar Sri dari Kemendikbud.
Meski jumlah uang yang diterima turun, banyak guru tetap mengapresiasi langkah ini karena cakupannya semakin luas.
Tapi jangan lupa—untuk menerima bantuan, masih ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos