Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Polimdo Cetak Karang Taruna Doulos Jadi Pelopor Daur Ulang Plastik di Desa Darunu

Kenjiro Tanos • Selasa, 23 September 2025 | 13:34 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Tim pengabdi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mendorong Karang Taruna Doulos di Desa Wisata Darunu, Kecamatan Wori, untuk menjadi pionir pengolahan limbah plastik melalui program “Penerapan Teknologi Pengolahan Limbah Plastik serta Peningkatan Keterampilan dan Produktivitas Karang Taruna Doulos Desa Darunu.”

Program ini didukung pendanaan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun 2025.

Tim diketuai oleh Ir Stefani Switly Peginusa SST MT bersama Ir Steve Supit ST MEng PhD dan Artian Sirun ST MT serta melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan Teknik Mesin Polimdo.

Tahap awal dimulai dengan rancang bangun mesin pencacah plastik di Laboratorium Teknik Mesin Polimdo sejak 15 Juni hingga 13 Agustus 2025.

Karang Taruna Doulos dilibatkan langsung dalam diskusi desain dan edukasi teknologi. Mesin ini merupakan hasil penelitian terdahulu yang telah diuji coba dan memperoleh paten sederhana.

“Dengan keterlibatan aktif anak muda desa, kami ingin mereka bukan hanya tahu cara menggunakan mesin, tetapi juga memahami prinsip kerjanya sehingga bisa diterapkan secara mandiri,” ujar Stefani Switly Peginusa.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan pelatihan dan sosialisasi pada 12 Juli 2025 di Desa Marinsow dan Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur.

Dimulai dengan aksi beach clean up di Pantai Marinsow, para pemuda mendapat materi dari Koordinator Regional Trash Waste Solutions Sulut Steviano Tungka mengenai pengurangan, pemilahan, dan daur ulang sampah.

Photo
Photo

Peserta kemudian belajar langsung di Bank Sampah Likupang Raya bersama ketua bank sampah, Terry Rambi.

Mereka dibekali pengetahuan soal rencana bisnis, operasional, hingga strategi keberlanjutan usaha berbasis bank sampah.

Puncak kegiatan ditandai dengan workshop teknologi mesin pencacah dan oven pelelehan plastik.

Karang Taruna Doulos mempraktikkan langsung proses mengubah limbah plastik menjadi potongan kecil lalu dilelehkan menjadi papan daur ulang.

Evaluasi menunjukkan kedua mesin berfungsi optimal dan siap diterapkan di tingkat desa.

Ketua Karang Taruna Doulos Jerry Kakalang mengaku antusias dengan peluang ini.

“Kami bangga bisa dilibatkan langsung. Keterampilan yang kami dapatkan bisa membuka usaha baru dan sekaligus membantu menjaga desa tetap bersih,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Darunu Ruddy B. Jacobus.

"Inisiatif ini sangat mendukung pengembangan Desa Darunu sebagai desa wisata ramah lingkungan. Kami berharap Karang Taruna bisa jadi motor penggerak,” ujarnya.

Program ini, menurut tim pengabdi, bukan sekadar transfer teknologi, melainkan investasi pengetahuan untuk generasi muda desa.

Karang Taruna Doulos diharapkan mampu menjadikan sampah plastik bukan lagi beban, tetapi peluang ekonomi sekaligus penguat identitas Desa Darunu sebagai destinasi berkelanjutan. (tkg)

 

Editor : Kenjiro Tanos
#Desa Darunu #Likupang #Politeknik Negeri Manado