Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 3-9 Maret 2024, Yohanes 13:21-30 Sesungguhnya Seorang di Antara Kamu Akan Menyerahkan Aku

Aprilia Sahari • Rabu, 28 Februari 2024 | 15:06 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Tema: "Sesungguhnya Seorang di Antara Kamu Akan Menyerahkan Aku"
Bacaan Alkitab: Yohanes 13 : 21-30

Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan!
Beberapa orang tidak tahan dalam menghadapi/menjalani kehidupan yang penuh dengan tekanan, tantangan dan penderitaan. Mereka berupaya mencari jalan keluar dari semua itu, ada yang kemudian memilih untuk tidak percaya (murtad) dan berbuat kejahatan. Pada akhirnya kehidupan mereka menjadi sia-sia. Ada kutipan, bahwa pada saat seperti ini, Iblis berdiri dekat di depan pintu, sedikit saja kita membukanya, ia akan masuk dan merasuki kita. Sekali kita memberi kesempatan pada Iblis, kita tidak bisa menolak apa yang selanjutnya akan dilakukannya. Maka, terjadilah kejahatan dan dosa yang hanya akan membawa kehancuran dan maut. Kita harus mengakui bahwa tidak banyak orang yang mampu menghadapi situasi sulit dengan bijaksana dan tetap memelihara iman kepada Tuhan Allah.

Teks bacaan kita Yohanes 13: 27 menyatakan "sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis." Sebelumnya Yohanes 13:2 menyatakan "Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, mengkhianati Dia." Membisikkan, Yunani: beblekotos eis ten kardian. Kata Yunani beblekotos artinya: menyebarkan, menebarkan, membuang, melempar. Kerasukan, Yunani: eiselthen eis ekeinon. Kata Yunani eiselthen artinya: masuk, masuk ke dalam. Jadi, Iblis mulai dengan bisikan yang jika didengarkan oleh manusia, kemudian ia akan merasuki orang yang mendengar bisikannya tersebut. Itu yang terjadi pada Yudas. Ia membiarkan dirinya mendengar bisikan Iblis, memberi akhirnya kesempatan kepada Iblis untuk memengaruhi dirinya, dan pada ia membiarkan Iblis menguasainya/mengendalikannya untuk melakukan kejahatan. Kitab-kitab Injil menyatakan bahwa Yudas Iskariot-lah yang mengkhianati Gurunya, Yesus Kristus Guru yang bersama-Nya ia hidup, belajar dan melayani. Seakan semua itu tidak memiliki arti apapun bagi Yudas. Yohanes 13:2 menyatakan dengan jelas bahwa rencana tersebut adalah rencana Iblis, namun Yudas menerima rencana tersebut. Ia membiarkan dirinya mengikuti kehendak dan rencana Iblis. Bahkan letika Yesus yang telah mengetahui rencana tersebut karena Ia Mahatahu-secara jelas menyatakan bahwa dialab yang akan mengkhianati-Nya dengan memberi roti (sebagai tanda) dan menyuruhnya untuk segera melaksanakan rencananya, Yudas tidak ragu dan takut. Ayat 30 menyatakan "Yudas menerima roti itu lalu segera pergi." Hal ini kemudian dilanjutkan dengan pernyataan Yohanes bahwa "pada waktu itu hari sudah malam." Kata malam bisa menunjuk pada kegelapan, simbol perbuatan gelap, kejahatan, kematian dan maut. Ketika Yudas menegaskan sikap dan pilihannya untuk tunduk pada kehendak Iblis dalam rencananya, kegelapan, kematian dan maut datang.

Pertanyaannya adalah: apakah manusia tidak bisa menolak, tidak bisa berkata tidak terhadap bisikan dan godaan Iblis? Apakah manusia tidak dilengkapi untuk mampu menghadapinya? Bukankah Alkitab mengatakan bahwa manusia adalah ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah? Bukankah Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Allah mengaruniakan roh hikmat kepada ia agar manusia dapat memilih dengan benar? Itu berarti, sesungguhnya Tuhan Allah telah melengkapi dengan hikmat dan kekuatan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan untuk mampu menolak bisikan Iblis yang mengajak mengikuti dan melakukan rencana kejahatannya.

Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan!

Kita harus mengakui bahwa ada banyak godaan dari dunia yang menarik hati kita sebagai perempuan. Namun, ada banyak juga yang membuat kita salah sehingga kemudian melakukan kejahatan dan dosa. Ketika kita menjalani kehidupan yang tidak mudah, sementara orang lain sepertinya tidak pernah menderita. Ketika melihat orang lain selalu berkelimpahan, sementara kita sendiri kesulitan untuk makan, memiliki beberapa benda/materi, dan sebagainya. Rasa iri, kelelahan dalam situasi yang penuh kekurangan dan penderitaan, kemarahan karena sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, dalam konteks kerinduan untuk menikmati segala yang baik dan cukup, ini semua sering dijadikan alasan bagi beberapa orang yang kemudian memilih untuk tidak percaya, melupakan pengajaran firman Tuhan, dan melakukan tindak kejahatan. Pada akhirnya, kehidupan yang dijalani justru menjadi kering, tidak berarti, sia-sia, yang ujungnya adalah kegelapan, kematian, dan maut.

Iblis (Yunani: Satanas diterjemahkan lawan, penentang, musuh, musuh Allah dan manusia) menggunakan berbagai cara untuk membuat manusia melakukan semua yang tidak dikehendaki Allah dan kehilangan kepercayaannya kepada Tuhan. Iblis akan mulai dengan bisikan yang jika didengarkan oleh manusia, kemudian ia sendiri akan merasuki orang yang mendengar bisikannya tersebut. Tetapi, kita diingatkan bahwa manusia—laki-laki dan perempuan— dikaruniakan roh hikmat oleh Tuhan Allah, bahkan Tuhan mengaruniakan Roh-Nya yang kudus untuk menuntun dan membimbing agar kita tidak salah memilih dan bertindak. Jangan memberi kesempatan kepada Iblis membisikkan rencana jahatnya. Jangan biarkan , merasuki dan menguasai kita. Jangan biarkan kejahatan menguasai kehidupan kita, karena bukan itu yang dikehendaki Tuhan Allah. Ia menghendaki kita untuk menikmati kehidupan yang diberkati, bukan kehidupan yang sia-sia, penuh kegelapan dan dalam ancaman maut. Bukankah itu tujuan kedatangan Yesus ke tengah dunia dan kesetiaan dan ketaatan-Nya hingga ke salib. Tuhan Allah menghendaki ketaatan dan kesetiaan kita kepada-Nya. Karena itu, berilah dikuasai oleh Roh Allah, dan hiduplah dengan penuh rasa syukur di dalam tuntunan-Nya. Hidup memang tidak selalu sesuai dengan harapan kita, namun itu bukan alasan untuk tunduk pada Iblis dan berbalik dari iman kepada Tuhan Allah. Amin!

Pertanyaan Diskusi:
1. Menurut teks, apa rencana Iblis bagi manusia?
2. Bagaimana cara kita menolak bisikan rencana jahat Iblis?

 

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #GMIM #Renungan GMIM