Komandan Lanal Melonguane, Letkol Laut (P) Widi Aditya, S.T., M.Tr. Opsla, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Lanal Melonguane dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah perbatasan utara NKRI.
"Untuk kali ini, kami mendatangkan bibit ikan dari Manado menggunakan transportasi laut KM Barcelona V. Bibit ikan dikemas menggunakan kardus sintetis agar aman selama perjalanan," jelasnya.
Letkol Widi juga menambahkan, proses pengiriman bibit ikan turut diawasi oleh pihak karantina dan syahbandar untuk memastikan keamanan dan kesehatan bibit yang dibawa.
Selain menebar bibit ikan, Lanal Melonguane juga memberikan edukasi kepada kelompok tani binaan terkait cara pembibitan dan budidaya ikan mujair yang baik dan berkelanjutan.
"Harapannya, masyarakat sekitar Lanal Melonguane bisa mandiri dalam menjaga ketahanan pangan. Selain sektor perikanan, kami juga mendukung sektor perkebunan dan pertanian dengan memberikan bantuan bibit, pupuk, serta edukasi terkait perawatan dan pengembangan tanaman," ungkap Danlanal.
Terkait isu negatif yang beredar bahwa Lanal Melonguane terlibat dalam kegiatan ilegal, Letkol Widi dengan tegas membantah hal tersebut.
"Informasi yang beredar itu adalah hoaks. Kegiatan yang kami lakukan murni untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Jadi, masyarakat jangan mudah percaya dengan isu-isu yang tidak benar," tegasnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kepulauan Talaud, khususnya Desa Mala Timur, dapat meningkatkan produksi ikan air tawar serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
(Del)