Yeremia 10 : 12-13
Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.
Sobat obor, dalam hidup, siapakah yang kita andalkan? Manusia lebih suka mengandalkan yang kelihatan dan seakan memberi bukti-bukti. Manusia lebih tergiur dengan yang kelihatan memukau, menawarkan jalan yang mudah, dan instan. Kita sering tertipu dengan apa yang kita dengar dan saksikan. Sebagai orang muda kita diingatkan lihat, dengar, analisis dan tentu berpatokan pada firman Allah dalam alkitab. Terkadang kita lebih menyenangi orang yang tidak pernah kita temu secara langsung, kita hanya melihat dia menyampaikan sesuatu melalui media sosial yang saat ini begitu beragam. Sering kali kita tertipu dengan pencitraan yang dimunculkan, padahal dalam kesehariannya tidaklah seperti itu. Hal inilah yang dikatakan oleh Yeremia ketika kepada umat Israel.
Yeremia memperhadapkan Tuhan dan berhala-berhala yang terbuat dari katu, emas, perak dan berbagai benda mati lain; yang masih harus diusung karena tidak bisa jalan sendiri. Sedang, siapa Tuhan? Yeremia 10:12-13 (TB) TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi. Ia membuat kolat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.
Sobat obor, jadi siapa yang kita percaya dalam hidup kita? Yang sudah memberi bukti kasih, penyertaan dan keselamatan? Ataukah kita mau berserah setia kepada ilah-ilah zaman yang penampilannya menggoda kita untuk kita percaya sekalipun kenyataannya apa yang ditawarkan adalah semu? Berpeganglah pada dahan pohon yang kuat, kalau perlu berpeganglah pada batang pohon yang sangat rapuh. Sesuatu yang indah belum tentu berharga. Sesuatu yang mudah belum tentu baik. Jangan tertipu dengan keindahan dan kemudahan, yang berharga dan baik itu ialah yang telah memberi bukti. Allah mengasihi manusia berdosa; bukti kasih Allah bagi manusia berdosa, Alkitab menyaksikan ribuan tahun yang lalu Yesus Kristus mati dan bangkit karena dosa. Amin
Baca Juga: RHK GMIM Jumat 1 September 2023, Yeremia 10 : 8-9 Berhala itu Bodoh dan Dungu
Baca Juga: Obor GMIM Senin 28 Agustus 2023, Yeremia 10 : 1-5 Berhala Tidak Dapat Melakukan Apa-apa
Baca Juga: Obor GMIM Selasa 29 Agustus 2023, Yeremia 10 : 6 - 10 Allah Tak Terbatas dan Agung
Baca Juga: Obor GMIM Rabu 30 Agustus 2023, Yeremia 10 : 8 - 10 TUHAN atau berhala?
Baca Juga: Obor GMIM Kamis 31 Agustus 2023, Yeremia 10 : 11 ALLAH dan berhala
Editor : Aprilia Sahari