1 Yohanes 4 : 16-18
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
SOBAT Obor, apakah ciri-ciri orang yang disebut Kristen itu? Apakah dengan berkata-kata hebat tentang dogmatika? Atau setinggi-tingginya gelar teologi dan jemaat yang ia pimpin? Kita menyaksikan realita dalam sejarah kekristenan ada beberapa tokoh Kristen terkenal yang hebat dalam memberitakan lnjil, punya umat yang begitu banyak dengan gereja yang megah tetapi ternyata hancur berantakan karena moral. Sebut saja seorang pendeta Korea Jung Myung Seok yang begitu tenar atas keberhasilannya membangun persekutuan gereja Kristen yang begitu besar. Dalam film dokumenter: In The Name of God: A Holy Betrayal dikisahkan tentang perjalanan pelayanannya yang hancur total karena ia memanfaatkan ketenarannya dengan berbuat cabul terhadap setiap jemaat yang disukainya. Sebuah pelayanan pasti hancur ketika seorang Kristen tidak mengasihi Allah dan manusia sebagai buah pelayanannya.
Mengasihi Allah adalah sebuah tanda atau buah dari menjadi seorang Kristen. Mengasihi Allah berarti hidupnya selalu merindukan sebuah relasi dengan Allah yang terlihat dalam kehidupan spiritual pribadi yang selalu berdoa, beribadah dan bergantung kepada Tuhan Yesus. Tapi tak cukup sampai di situ saja. Bukti atau buah yang paling kelihatan sebagai tanda mengasihi Tuhan itu terlihat ketika seorang Kristen mampu mengasihi sesamanya. Inilah prinsip hidup orang percaya kepada Tuhan yang diselamatkan. Tema kunci mulai sejak Perjanjian Lama sampai dinyatakan dalam Perjanjian Baru memang intinya berkata: Kasihilah Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi yang selaras juga dengan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kalau seorang Kristen apalagi pemuda menerapkan dengan baik cara beriman seperti ini, maka dipastikan hidup seorang Kristen pasti berbuah. Dan buah itu menjadikan hidup tenang, tanpa ketakutan karena hidup demikan menjadikan seorang merdeka. Maka sebagai pemuda Kristen, mari kita tunjukkan buah dari identitas kita sebagai Kristen yaitu Mengasihi. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Jumat 8 September 2023, 1 Yohanes 4 : 17-18 Kasih Allah Membebaskan Ketakutan
Baca Juga: Obor GMIM Senin 4 September 2023, 1 Yohanes 4 : 7-8 Allah adalah Kasih
Baca Juga: Obor GMIM Selasa 5 September 2023, 1 Yohanes 4 : 9-10 Inisiatif Allah
Baca Juga: Obor GMIM Rabu 6 September 2023, 1 Yohanes 4 : 11-12 Respon
Baca Juga: Obor GMIM Kamis 7 September 2023. 1 Yohanes 4 : 13-15 KRISTUS
Editor : Aprilia Sahari