Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 8-14 Oktober 2023, Mazmur 104 : 1-18 Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan

Aprilia Sahari • Rabu, 4 Oktober 2023 | 10:46 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Bacaan Alkitab: Mazmur 104 : 1-18
Tema Mingguan: "Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan"

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Nafas hidup manusia adalah pemberian Tuhan Allah, Sang Pencipta. Kapan saja Dia dapat mengambilnya kembali. Kitab Mazmur 104 adalah ekspresi iman Raja Daud, hamba
Tuhan Allah, yang melihat dan merasakan keagungan kuasa Tuhan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Sungguh betapa indah dan mulia dunia ciptaan-Nya. Dunia dan cakrawala diciptakan sebagai ekosistem yang harmonis saling medukung dan menghidupkan. Keindahan dan kedahsyatan alam adalah cermin kemuliaan dan keagungan Tuhan Allah Sang Pecipta. Segala kuasa di bumi ciptaan-Nya berada di bawah kendali kuasa-Nya. Dan manusia adalah ciptaan-Nya yang termulia. Kata pemazmur, "Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat." (Mazmur 8:5)

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam diri manusia terpancar kemuliaan dan kehormatan Tuhan Allah. Namun dalam kenyataan hidup tidak semua manusia memancarkan terang kemuliaan Tuhan Allah. Mengapa? Roma 3:23. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," Orang Kristen patut bersyukur oleh karena dosa kita telah ditebus oleh darah Yesus Kristus di kayu salib. Sehingga kita, "oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. "(Roma 3:24)

Sebagai orang percaya yang telah ditebus, artinya kemuliaan Tuhan Allah dapat terpancar dari kehidupan dan perilaku kita. Keagungan dan kemuliaan Tuhan Allah dinyatakan melalui tindakan kasih-Nya yang mengasihi manusia. Oleh karena itu perintah utama dan terutama yang harus dilakukan oleh kita orang percaya yang telah, ditebus dan dibayar lunas oleh darah Yesus Kristus adalah KASIH. "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:37-39)

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Pemazmur mengungkapkan pengalaman imannya hidup dalam alam ciptaan Tuhan Allah. Dia melihat dan merasakan keindahan dan keteraturan bumi dengan segala isinya yang saling menghidupkan sebagai satu ekosistem yang harmonis. Dia juga merasakan keagungan Kuasa Tuhan Allah yang memelihara hidupnya. Sungguh luar biasa agung dan
mulia! Salah satu tujuan utama diciptakannya bumi adalah untuk mendukung kebutuhan manusia agar dapat hidup layak dan mulia sehingga dapat memancarkan kemuliaan Tuhan Allah. Karena, "Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; lakilaki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." (Kejadian 1:27) "Ia menumbuhkan rumput untuk ternak, dan tumbuhrumbuhan untuk diusahakan manusia, supaya mereka boleh menghasilkan makanan dari dalam tanah,dan anggur untuk menyukakan hati manusia. minyak untuk membuat wajahnya bersinar, dan roti menyokong hati manusia." (ayat 14,15)

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sekarang ini, kita menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu yang membuat petani mengalami kesulitan mengusahakan tanah agar menghasilkan makanan bagi manusia. Penyebab perubahan ekstrim yang tidak dapat diprediksi kapan musim hujan dan kapan musim panas adalah rusaknya keseimbangan alam. Karena hutan semakin gundul, polusi udara, sampah plastik, eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan atau melampaui batas daya dukung alam dan lain sebagainya. Inti dan sumber kerusakan alam adalah manusia yang rakus, serakah, hidup yang tidak teratur/tertib membuang sampah sembarangan, boros dan lain sebagainya.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Pujian syukur Raja Daud merupakan ekspresi atas keindahan, keteraturan dan kemuliaan alam ciptaan Tuhan Allah. Sekarang ini, ada banyak menusia yang tidak dapat merasakan lagi keindahan alam karena kekeringan, kepanasan, kedinginan dengan cuaca yang tidak menentu. Banyak petani mengalami kesulitan mengusahakan tanah dan lain sabagainya.

Sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah penebusan oleh Yesus Kristus maka menjadi tanggung jawab kita untuk memelihara dan berusaha mengembalikan keindahan, keteraturan alam di mana kita hidup dan berada. Kata Tuhan Yesus Kristus yang telam menebus dosa sehingga kita dibenarkan, "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."(Yohanes 15:14) Wujud mengashi Tuhan Allah adalah mengasihi ciptaan-Nya, baik alam maupun mahluk ciptaan lainnya.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai orang tua, oma dan opa marilah kita tunjukkan bagaimana mengasihi Tuhan Allah dengan menjadi teladan dan motivator untuk memelihara lingkungan agar bersih dan sehat, tidak membuang sembarangan, menanam bunga dan pohon di lahan kosong dan dilereng-lereng bukit, mengusahakan lahan tidur, mengajarkan etos kerja keras, disiplin, ulet, tekun dalam berusaha dan belajar. Agar tercipta lingkungan hidup nyaman, indah dan sehat serta produktif. Sehingga ketika kita dapat memuji Tuhan Allah seperti pemazmur dengan sukacita. Amin.

Baca Juga: Renungan Lansia 1-7 OKTOBER 2023, Lukas 10:25-37 Wujudkan Belas Kasihan

Editor : Aprilia Sahari
#Lansia GMIM #GMIM #Lansia #Renungan Lansia #Renungan GMIM