Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Obor GMIM Selasa 17 Oktober 2023, Rut 1 : 7-10 Naomi, Mertua Pengasih dan Beroleh Kasih

Aprilia Sahari • Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:19 WIB
LOGO PEMUDA GMIM.
LOGO PEMUDA GMIM.

Rut 1 : 7-10

Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda, berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu."

SOBAT obor, kita tentu pernah mendengar sebutan bagi mertua atau dalam bahasa Manado kita sebut "mama mantu" kemudian diplesetkan dengan sebutan "mama hantu". Sebutan ini biasanya jadi bahan kelakar untuk menjuluki mertua yang kejam kepada menantu perempuannya. Karena ada yang berpendapat bahwa, jika menantu laki-laki tinggal bersama mertua, ia akan diperlakukan sebagai raja, namun sebaliknya jika menantu perempuan yang tinggal bersama mertua, ia akan diperlakukan sebagai budak. Meski memang ada banyak juga mertua dan menantu yang hidup rukun.

Bacaan kita di saat ini, menampilkan manisnya hubungan yang terjalin antara ibu mertua yaitu Naomi dengan kedua menantu perempuannya yaitu Orpa dan Rut perempuan-perempuan Moab. Setelah 10 tahun hidup bersama di tanah Moab, kedua menantu Naomi menjadi janda setelah suami-suami mereka yakni Mahlon dan Kilyon anak-anak Naomi meninggal dunia. Naomi menyuruh kedua menantunya untuk pulang kembali ke rumah ibu mereka, namun keduanya menangis dengan keras menunjukkan kesedihan mereka jika berpisah dengan Naomi sang ibu mertua. Meski kita tahu pada akhirnya Orpa memilih berpisah dengan Naomi, namun Rut tetap berpaut kepada Naomi. Mengapa mereka begitu mengasihi Naomi, yang hanyalah ibu mertua, Rut bahkan tidak mau pulang kepada ibu kandungnya. Karena Naomi telah mengasihi mereka dengan kasih yang tulus, terlihat dari kepedulianya akan apa yang baik bagi masa depan kedua menantunya, doa berkat yang ia ucapkan kepada mereka yakni agar mereka beroleh kasih Tuhan dan perlindungan ketika mereka nanti bersuami lagi. Karena kasih dan teladan hidup berimannya, maka Naomi memenangkan satu jiwa seorang yang tadinya penyembah berhala menjadi percaya dan diselamatkan.

Sabat obor, marilah kita sebagai pemuda Kristen, menyatakan kasih Tuhan bagi sesama kita, karena itulah wujud iman kita kepada Tuhan. Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati, karena itu jika kita sungguh beriman, teladani Naomi, berbuatlah kebaikan yang lahir dari hati yang peduli dan mengasihi. Nyatakan kasih lewat perkataan, perbuatan, bahkan doa untuk kebaikan orangtua, saudara, teman, bahkan orang asing sekalipun. Agar hidup kita menjadi berkat terlebih ada orang menjadi percaya dan terjadi kesukaan di sorga ketika ada jiwa-jiwa yang diselamatkan dari kebinasaan. Amin.

Baca Juga: Obor GMIM 15-21 Oktober 2023, Rut 1 : 1-22 Komitmen Perempuan Asing Mengikuti Allah

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 17 Oktober 2023, Rut 1 : 7-10 Kesetiaan Adalah Perwujudan Kasih

Baca Juga: Obor GMIM Senin 16 Oktober 2023, Rut 1 : 1-6 Pentingnya Komitmen Iman

Editor : Aprilia Sahari
#Pemuda GMIM #Obor GMIM #Obor GMIM Selasa 17 Oktober 2023 #GMIM #Renungan Pemuda #Renungan GMIM