Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah GMIM 5 - 11 November, Galatia 2:15-21, Hidup Dibenarkan Oleh Iman

Clavel Lukas • Sabtu, 4 November 2023 | 07:17 WIB

Pdt Djolly Sondakh
Pdt Djolly Sondakh

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan,

Kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kasih yang senantiasa memberkati dan menolong kita sehingga kita sudah berada di minggu pertama bulan November 2023. Kita  telah memiliki iman percaya kepada Tuhan Allah dalam Yesus  Kristus yang sudah  memberikan anugerah keselamatan bagi kita semua. Keselamatan yang sudah diberikan kepada kita harus direspon  dengan penuh iman yang sungguh kepada Tuhan. Tema khotbah kita minggu ini adalah hidup dibenarkan oleh iman atau juga kita mengenal  dengan istilah teologi   Sola Fide (hanya oleh iman).  

Dibenarkan artinya dinyatakan sebagai benar dan dianggap benar oleh Allah, dibebaskan dari setiap tuduhan berdosa yang diakibatkan oleh kegagalan menaati perintah Allah. Sedangkan kata Iman menurut KBBI adalah kepercayaan (yang berkenaan dengan agama); keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin. Iman juga dapat berarti satu-satunya jalan, melalui mana manusia beroleh keselamatan. Dalam bahasa Yunani kata Iman [pistis] berarti iman, kepercayaan, keyakinan, iman Kristen, kekuatan iman.

Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan.

Surat Paulus kepada jemaat  di Galatia ini ditulis di tengah-tengah hangatnya pergumulan di komunitas Yahudi pada saat itu. Orang-orang Yahudi ingin meyahudikan semua jemaat dan mereka juga memasuki jemaat yang didirikan oleh Paulus. Paulus pun mendapat cobaan dan tantangan dalam hal-hal ini.

Ia harus berhadapan dengan serangan-serangan lawan yang mempertanyakan keabsahan kerasulan dan Injilnya. Sementara itu, ia juga berhadapan dengan jemaat yang dibingungkan dengan ajaran yang menyatakan bahwa mereka hanya bisa diselamatkan jika menaati hukum Taurat. Padahal menurut Paulus keselamatan yang diterima hanya oleh anugerah Allah melalui Yesus Kristus.

Galatia 2:15-21 lebih ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi terutama di daerah Galatia. Bagian ini tidak terlepas dari pasal sebelumnya yang berbicara tentang bagaimana Paulus berselisih paham dengan Petrus (Kefas) mengenai jamuan makan dengan orang kafir yang tidak termasuk orang Yahudi (2:11-14). Kemudian Paulus ingin meluruskan pemahaman yang keliru terhadap hukum Taurat.

Orang Yahudi bersikap ekslusif dalam kehidupan mereka sehari-hari. Orang Yahudi memiliki keyakinan sebagai keturunan umat pilihan Allah, sehingga mereka cenderung memandang rendah orang lain yang tidak termasuk hitungan Yahudi. Mereka menganggap bahwa orang bukan Yahudi sebagai orang yang berdosa, karena mereka tidak memiliki dan memelihara hukum Taurat. Jika orang-orang Yahudi menyebut golongan kafir “orang-orang berdosa” maka mereka sama sekali tidak mengkaitkannya dengan segi-segi moral. Mereka lebih mengkaitkannya dengan soal memberlakukan hukum Taurat.  

Tetapi bagi Paulus, iman bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebaliknya penerimaan anugerah Allah dalam Yesus Kristus dan dengan demikian justru iman itulah merupakan inti dan sumber dari kehidupan rohani, termasuk perbuatan-perbuatan (bnd. Rm. 9:31-10:3).. Yang menentukan seseorang beriman ialah ketika ia mulai percaya, mempercayakan diri, menyerahkan diri kepada Kristus. Iman bukanlah teori yang harus dianut, melainkan suatu keyakinan yang di dalamnya tersimpul suatu sikap hidup. Ayat 15 - 16..

Kata “berusaha” sangat ditekankan dalam ayat 17, karena dapat memberi kesan bahwa kebenaran itu adalah hasil dari usaha manusia. Tapi maksud Paulus ialah “kami” yang ingin dibenarkan dalam Kristus, harus mengakui bahwa kami orang-orang berdosa juga sama seperti orang-orang bukan Yahudi. Mereka yang mau dibenarkan berlaku untuk semua orang, baik itu orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain. T

itik tolak bagi Paulus adalah bahwa manusia selalu berdiri di hadapan Allah dan bahwa itulah sebabnya hanya ada satu jalan saja dengan mengaku dosa-dosa manusia, yaitu tidak lagi membela perbuatan-perbuatan, tetapi merombaknya atau mengakui kesalahannya. Begitu seseorang mengaku bahwa dia sebagai pelanggar-pelanggar dosa, dan berniat mengubah hidup, maka ia tidak melanggar hukum Taurat lagi, Ayat 17-18.

Paulus berkata bahwa ia telah mati oleh dan untuk hukum Taurat, agar dapat hidup untuk Allah. Maksud perkataan Paulus ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan lamanya ia telah berusaha menaati hukum Taurat untuk membenarkan diri di hadapan Allah. Namun dengan cara hidup yang demikian tidak menghasilkan apa-apa, tetapi hanya menunjukkan kelemahan dirinya. Paulus  mengajarkan tentang kesaksian dirinya bahwa bukan lagi aku sendiri yang hidup melainkan Kristus yang di dalam aku. Artinya  Tuhan sendiri berada dalam kehidupan kita,  karena sudah dibenarkan oleh iman kepada Yesus  Kristus. Ayat 19-20

Paulus mengakhiri bagian ini dengan memberitahukan bahwa ajaran pembenaran oleh iman di dalam Kristus, tanpa perlu melakukan hukum Taurat (yang Ia tegaskan dan ditentang oleh orang-orang lain). Paulus tidak menolak kasih karunia Allah, seperti yang dilakukan oleh ajaran pembenaran melalui perbuatan hukum Taurat. Sebab ia menegaskan dalam Roma 11:6 “Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia”.

Paulus tidak menyia-nyiakan kematian Kristus. Sebaliknya, ia berkata “sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus” (2:21). Sebab jika kita mencari keselamatan dengan menjalankan hukum Taurat, maka kita membuat kematian Kristus menjadi tidak ada gunanya. Sebab untuk apa Ia ditentukan harus mati, jika kita dapat diselamatkan tanpa kematian-Nya?  Paulus mengemukakan bahwa satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Yesus Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Allah menjadi terjalin dengan baik.

Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan,

Orang yang hidup di dalam Kristus sesungguhnya dibenarkan karena memiliki iman. Keselamatan yang kita terima hanya melalui Yesus Kristus namun bukan berarti kita mengabaikan untuk melakukan apa yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan.  Fungsi hukum Taurat merupakan  cermin untuk melihat dosa atau sebagai pagar terhadap apa yang harus kita lakukan dan bukan sebagai jalan untuk mendapatkan keselamatan.

Manusia dibenarkan karena Iman dan oleh Iman kepada Yesus Kristus.  Keselamatan datang sebagai karunia Allah tetapi hanya dapat diterima oleh manusia melalui Iman. Orang yang hidup dalam Iman kepada Yesus Kristus menyadari bahwa hidupnya telah diampuni oleh Allah melalui penebusan Yesus di kayu salib. Karena itu kita sudah dibenarkan  oleh iman maka kita sebagai warga gereja harus   setia beribadah, taat mendengar firman, rajin berdo, suka memberi persembahan dan rajin berkerja. Amin.

Sumber:

Disadur dalam buku MTPJ dan RHK GMIM Edisi Oktober-November 2023.

Oleh: Pdt Djolly Sondakh

Editor : Clavel Lukas
#khotbah #GMIM #Renungan GMIM #Djolly Sondakh