Bacaan Alkitab: Mazmur 85 : 1-14
Tema Mingguan: "DAMAI Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan"
Ibu-ibu yang dikasihi TUHAN
Semua manusia ingin menikmati keadaan selamat. Selamat dalam arti: terbebas dari bahaya/bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan/kerusakan; sehat; sejahtera; damai; dsb. Bagi orang Kristen, keselamatan itu mengandung makna yang lebih luas dari makna kata selamat ini. Sebab keselamatan itu berkaitan dengan situasi dan keadaan orang percaya dalam relasi mereka dengan Tuhan Allah, Juruselamat mereka. Keselamatan pun bukan hanya berkaitan dengan diri manusia, tetapi juga berkaitan dengan konteks kehidupan manusia itu sendiri. Jadi, relasi manusia dengan Allah dan relasi manusia dengan sesama ciptaan Allah lainnya. Keselamatan ini dikerjakan oleh TUHAN Allah sendiri, yang mengerjakannya bagi seluruh ciptaan-Nya.
Orang Israel telah mengalami banyak hal dalam kehidupan mereka sebagai umat Allah. Mereka telah belajar bahwa sesungguhnya Tuhan adalah satu-satunya Penyelamat mereka, dan karena itu, memohon keselamatan daripada-Nya. Mazmur 85 adalah salah satu mazmur permohonan untuk diselamatkan, yang dinyanyikan oleh umat Israel di hadapan TUHAN. Mazmur ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian: ayat 2-4; 5-8; dan 9-14.
Bagian pertama, ayat 2-4 berisi pernyataan atau pengakuan umat tentang apa yang telah dilakukan Allah kepada leluhur mereka. Ada tujuh tindakan Allah yang disebut dalam bagian ini: Engkau telah mengampuni; Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu; Engkau telah memulihkan keadaan Yakub; Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu; telah menutupi segala dosa mereka; telah menyurutkan segala gemas-Mu; telah meredakan murka-Mu yangmenyala-nyala. Semua tindakan Allah ini merujuk pada pengampunan dosa umat dan pemulihan keadaan umat. Ketika umat dipulihkan, bukan hanya dosa mereka yang diampuni, melainkan alam pun memberikan hasilnya sehingga kehidupan umat Tuhan juga terpelihara.
Bagian kedua, ayat 5-8 berisi permohonan umat kepada Allah untuk diselamatkan. Di dalam ayat 5, pemazmur memohon: pulihkanlah kami ya Allah, Penyelamat kami. Dilanjutkan dalam ayat 8: perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN; dan berikanlah kepada kami keselamatan daripada-Mu. Di sini, Allah disebut sebagai Penyelamat kami (Ibr yis'enu). Umat memohon agar Allah tetap mengingat kasih setia-Nya kepada umat-Nya, dan berkenan menyelamatkan mereka. Keselamatan di sini berkaitan dengan pengampunan dosa umat, pemulihan keadaan umat yang telah berdosa dan terhukum, serta pemulihan kehidupan umat yang juga menyangkut konteks bumi sebagai tempat mereka hidup.
Bagian ketiga, ayat 9-14 menyatakan harapan umat kepada Allah. Umat percaya bahwa Allah itu berkenan berdamai (Ibr: syalom) dengan umat-Nya, dan mereka memohon perdamaian dari Allah. Ketika Allah berkenan berdamai dengan manusia, dosa manusia diampuni, keselamatan dikaruniakan Allah kepada manusia, kehidupan manusia dan seluruh alam semesta dipulihkan. Ayat 10 menyatakan: sehingga kenudiaan diam di negeri kita, dan ayat 13 menyatakan: dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Keselamatan yang dikerjakan Allah itu, menyatakan kehadiran Allah dalam kehidupan umat-Nya. Keselamatan yang dikerjakan Allah ini, dekat pada orang-orang yang takut akan Dia (Ibr: lire 'ayw; artinya: fearful/afraid of him) (ayat 10). Dosa membawa penghukuman, tetapi iman dan ketaatan membawa keselamatan dan pemulihan kehidupan.
Ketika Allah berkenan berdamai dan menyelamatkan kehidupan manusia, kasih dan kesetiaan bertemu, demikian pula keadilan dan damai sejahtera. Dengan demikian perdamaian dan keselamatan yang dikerjakan Allah bukan hanya berkaitan dengan pengampunan dosa dan surutnya murka Allah kepada manusia yang berdosa, melainkan juga berkaitan dengan: perdamaian, kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera, serta kebaikan. Keselamatan yang dikerjakan Allah berarti dilaksanakannya kehendak Allah dalam kehidupan manusia yang telah diselamatkan. Dengan demikian keadaan selamat itu berarti juga keadaan ketika ada perdamaian, kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera, serta kebaikan Allah dalam kehidupan manusia dan sesama ciptaan. Perdamaian, kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera, serta kebaikan Allah tidak lagi hanya menjadi jejak/tanda, melainkan menjadi jalan (Ibr: derek), atau cara hidup oleh orang-orang yang telah diselamatkan, oleh orang-orang yang takut akan Tuhan. Jadi, orang-orang yang diselamatkan adalah orang-orang yang memiliki cara/gaya hidup yang diwarnai oleh perdamaian, kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera, serta kebaikan Allah. Cara/gaya hidup seperti inilah yang dapat memulihkan kehidupan manusia dan sesama ciptaan lainnya. Inilah yang dikehendaki Allah bagi manusia, karena itu Allah berkenan berdamai dan menyelamatkan manusia.
Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan,
Kita telah memasuki masa raya Adventus, masa ketika kita merenungkan perjalanan kehidupan sebagai orang percaya yangtelah menerima karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus, dan yang sementara menantikan kedatangan-Nya kembali. Tuhan Allah telah mengaruniakan Anak-Nya untuk menyelamatkan manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Pertanyaannya adalah apakah umat telah sungguh-sungguh percaya dan menjulani kehidupannya sebagai orang-orang yang takut akan Tuhan, sebagai orang-orang yang telah diselamatkan dari kuasa dosa dan maut? Apakah dalam kehidupannya setiap hari dan dalam relasinya dengan manusia/ciptaan lainnya, nilai-nilai perdamaian, kasih, kesetiaan, keadilan, damai sejahtera, dan kebaikan Allah itu jelasnyata dilakukan? Jika semua orang merindukan keadaan selamat itu, maka marilah secara bersama, kita melakukan nilai-nilai ini dalam kehidupan setiap hari dan dalam relasi kita dengan sesama
manusia/ciptaan lainnya. Amin.
Pertanyaan untuk diskusi:
1. Apa arti keselamatan menurut Mazmur 85:1-14?
2. Bagaimana cara hidup orang-orang yang telah diselamatkan Allah itu?