Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 17-23 Maret 2024, Lukas 22:47-53 Sangkamu Aku Ini Penyamun

Aprilia Sahari • Selasa, 12 Maret 2024 | 15:21 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Tema Mingguan: "Sangkamu Aku Ini Penyamun"
Bacaan Alkitab: Lukas 22 : 47-53

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Peringatan Minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus Kristus menjadi momentum yang baik bagi kita untuk mengingat kembali pengorbanan Tuhan demi keselamatan kita. Betapa tidak! Yesus yang adalah orang benar dianggap orang jahat (penyamun) bahkan disamakan dengan penjahat kelas kakap. Bayangkan saja untuk menangkap Yesus, serombongan orang yang dipimpin oleh Yudas datang bersama-sama dengan pasukan prajurit beserta para imam kepala dan tua-tua Yahudi. Mereka datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menaklukkan Yesus. Seakan-akan Yesus adalah musuh yang sangat berbahaya. Tidak heran Yesus berkata: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung."

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Penangkapan Yesus memang telah menjadi skenario para elite agama Yahudi pada waktu itu yang telah bermufakat untuk melenyapkan Yesus. Mereka menaruh dengki terhadap
Yesus yang semakin disukai oleh banyak orang karena Yesus menawarkan keselamatan
Allah bagi semua orang bahkan kepada orang-orang berdosa. Yesus memberitakan firman Allah dan menyatakan bahwa kehadiran-Nya membuktikan bahwa nubuat-nubuat
dalam Kitab Suci bagi sementara digenapi (bandingkan Lukas 22:37).

Di satu sisi firman tentang Yesus untuk menyelamatkan dunia sedang digenapi, namun di sisi lain realita penderitaan yang harus dijalani oleh Yesus benar-benar memperlihatkan kejahatan manusia bahkan di dalam institusi religius yang dilakoni oleh oknum-oknum pemuka agama. Dunia sedang dikuasai oleh kuasa kegelapan (kejahatan dan berbagai dosa). Seperti kata Yesus: "...Inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu." Inilah misi Kristus untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Yesus bukan saja memberikan keselamatan begitu saja kepada kita manusia, tapi Yesus menunjukkan cara dan jalan kepada kita manusia untuk berjuang melawan kuasa dosa di dalam dunia ini. Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup.

Yesus mengajarkan dan mempraktikkan bagaimana diri-Nya menyerahkan semua perjuangan-Nya kepada Allah Bapa di sorga. Salah satu contoh ketika Yesus di taman
Getsemani. Sebagai Anak Manusia, Yesus pun sangat ketakutan, namun Ia tekun berdoa sehingga diberikan kekuatan untuk menjalani Via Dolorosa. Tahun gerejawi Minggu-minggu Sengsara ini juga menjadi momentum kita untuk makin sungguh-sungguh berdoa agar semakin dikuatkan menghadapi rupa-rupa pergumulan dan pencobaan di dunia yang semakin berkabut. Pencobaan tidak hanya saat sedang susah tapi juga ketika kita sedang senang-senang.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Yesus juga mengajarkan dan mempraktikkan diri-Nya sebagai Anak Manusia sekalipun dimusuhi tapi tidak mau memusuhi. Yesus dicaki-maki tapi tidak membalas dengan
caci maki. Lihat misalnya, ketika seorang hamba Imam Besar yang datang menangkap Yesus diserang oleh Simon Petrus (Yohanes 18:10) sehingga telinga kanan hamba itu putus. Yesus sangat tidak menghendaki kekerasan. Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan. Sebab itu Yesus dengan segera menyembuhkan telinga dari hamba yang bernama Malkhus. Yesus berkata: "...barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang." (Markus 26:52).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Bacaan firman minggu ini mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan kasih yang rela menderita demi keselamatan yang sudah dianugerahkan Tuhan dengan mengikuti cara dan jalan-Nya. Taat dan setia Allah sekalipun hams menderita. Sebab kepada kita bukan hanya dikaruniakan untuk beriman kepada Kristus melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Tetaplah berbuat baik sekalipun tidak baik waktunya maupun tidak baik orang-orang di sekitar kita. Teruslah melakukan kebaikan kendati kebaikan kita terkadang tidak dihargai. Jangan memusuhi sekalipun dimusuhi. Lawanlah kekerasan dengan kasih dan kebaikan. Serahkanlah pergumulan kita kepada Allah Bapa di sorga. Tekunlah agar kita selalu diberikan kekuatan baru dan sorgawi untuk menghadapi berbagai pergumulan yang menimpa kita.

Ketika kita diberikan kekuatan, jangan jadikan untuk melemahkan orang lain. Ketika diberikan kekayaan, jangan jadikan untuk memiskinkan orang lain. Ketika kedudukan tinggi, jangan jadikan untuk merendahkan orang lain. Ketika diberikan kepintaran, jangan jadikan untuk membodohi orang lain. Sebaliknya gunakanlah setiap potensi karunia dan berkat yang ada pada kita untuk melakukan kebenaran dan kebaikan. AMIN

Pertanyaan untuk PA:
1. Apa yang anda pahami dengan tema "Sangkamu Aku ini Penyamun" sesuai bacaan Alkitab saat ini?
2. Bagaimana kita merespons penderitaan Yesus Kristus lewat iman dan perbuatan kita?

Baca Juga: Pelita GMIM 3-9 Maret 2024, Yohanes 13:21-30 Sesungguhnya Seorang di Antara Kamu Akan Menyerahkan Aku

Baca Juga: Pelita GMIM 10-16 Maret 2024, Matius 26:1-13 Persiapan Penguburan Yesus

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM