Tema Mingguan: Sangkamu Aku Ini Penyamun
Bacaan Alkitab: Lukas 22 : 47-53
Ibu-ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus yang terus menyertai kita sehingga sebagai orang Kristen kita telah berada di minggu sengsara kelima. Di minggu-minggu sengsara ini kita terus diperlengkapi dengan kebenaran firman Tuhan, sehingga iman kita terus bertumbuh, berakar dan berbuah untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Di minggu sengsara pertama sampai kelima ini kita terus diingatkan tentang bagaimana memaknai penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus Kristus dan komitmen kita untuk tetap setia pikul salib sangkal diri, walaupun diperhadapkan dengan berbagai macam persoalan hidup. Tema renungan kita saat ini "Sangkamu Aku ini penyamun" menurut bacaan Lukas 22:47-53.
Ibu-ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Saat kita membaca perikop ini maka kita diantar untuk memahami kisah tentang bagaimana Yesus ditangkap menurut versi kitab Lukas 22 ini. Saat Yesus di taman Getsemani sedang berdoa ditemani oleh beberapa murid-Nya, Yesus mendapati mereka telah tertidur dan membangunkan mereka. Ketika Yesus sedang berbicara muncullah serombongan orang bersama Yudas salah seorang murid Yesus. Yudas menghampiri Yesus dan mencium-Nya. Ciuman pengkhianatan itulah yang dilakukan oleh Yudas. Karena itu Yesus menyapa Yudas dan mengatakan bahwa engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman? Sesuatu yang sudah diketahui oleh Yesus Kristus, namun ini jalan yang harus dijalani-Nya yakni kematian di kayu salib. Melihat tindakan Yudas dan orang-orang yang bersamanya, maka salah seorang murid Yesus bereaksi menyerang mereka sehingga telinga kanan salah seorang Imam Besar putus. Tapi Yesus berbelas kasihan dan menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. Kemudian Yesus bertanya kepada mereka "sangkamu Aku ini penyamun", sehingga kamu datang lengkap membawa pedang dan pentung? Padahal setiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu. Perlakuan mereka atas Yesus kasar dan tidak sopan. Hal itu dikarenakan kuasa kegelapan sedang bekerja, tetapi Yesus akan menaklukannya dengan kasih, kelemahlembutan dan kebenaran.
Kisah Yesus dtangkap ini begitu jelas ditulis dalam Kitab Suci. Bagaimana orang memperlakukan Mesias secara tidak layak, ditolak bahkan diperlakukan/disangka sebagai penyamun, menderita karena diperlakukan tidak adil. Sungguh tragis apa yang dialami oleh Yesus Kristus yang selalu melakukan kebaikan justru disangka sebagai penyamun, perampok, penjahat.
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Yesus Kristus,
Ketika dalam menjalani hidup ini, kita diperhadapkan dengan berbagai macam persoalan hidup, tantangan, godaan, maka firman Tuhan terus mengingatkan kita untuk tetap setia dan berkomitmen hidup dalam Tuhan. Tidak seperti Yudas dan segerombolan orang yang datang menangkap Yesus yang berprasangka buruk tentang Yesus, merasa tersaingi, karena itu mereka membujuk Yudas salah seorang murid Yesus menjual Yesus dengan 30 keping perak. Seberat apapun pergumulan yang kita alami sebagai ibu-ibu Tuhan, jangan sampai ada strategi atau rencana jahat untuk membalas dan menjatuhkan orang lain seperti yang dilakukan Yudas. Saat berbeban berat can Tuhan. Dengan jujur kita perkatakan pada Tuhan Yesus apa yang kita alami. Jangan kita berprasangka bahwa karena dia atau mereka sehingga kita jadi seperti ini. Hindari kekerasan, jangan melakukan perlawanan, ikut apa yang diteladankan oleh Yesus yang alas kejahatan dengan kasih, walaupun terkadang sebagai manusia terkadang kita tak mampu melakukannya. Sebagaimana janji Tuhan akan menyertai maka kita percaya kita akan dikuatkan dan dimampukan menjalani hidup ini. Kuk yang ada di pundak kita tidak akan melebihi kekuatan yang Tuhan anugerahkan. Kita harus sungguh-sungguh mengandalkan Yesus Kristus dalam hidup kita, saling mempercayai satu dengan yang lain. Jangan berprasangka yang tidak baik terhadap suami, anak-anak, orang-orang yang ada di sekita kita tetapi bagaimana karakter Kristen yang diteladankan oleh Tuhan supaya kita diberkati jadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Menghayati minggu-minggu sengsara Yesus Kristus ini sebagai ibu-ibu tetapkah kuat dan setia di dalam Tuhan dan hadapi setiap perjalanan ini dengan penuh sukacita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Apa yang ibu-ibu pahami tentang tema: "Sangkamu Aku ini penyamun" menurut bacaan Lukas 22:47-53?
2. Apa yang hams kita lakukan sebagai ibu-ibu ketika ada orang yang berprasangka tidak baik terhadap kita?
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 10-16 Maret 2024, Matius 26:1-13 Persiapan Penguburan Yesus
Editor : Aprilia Sahari