Ibadah berlangsung di Taman Paskah jemaat setempat Kamis, (28/03/24). Ibadah digelar sehari sebelum penghayatan Jumat Agung, yang turut dirangkaikan dengan tradisi basuh kaki.
Basuh kaki dilakukan langsung para Pendeta di GMIM setempat pada jemaat kolom III. Basuh kaki digelar dalam rangka untuk menghayati keajaiban Yesus Kristus yang mati dan bangkit pada hari yang ketiga.
Basuh kaki juga dilakukan untuk meneladani kasih Yesus Kristus kepada umat manusia. Pelaksanaan basuh kakipun berlangsung dengan khusyuk.
Sementara itu, Ibadah Kolom III GYMC ini dipimpin oleh Pdt Altje Kalalo MTh. Dalam ibadah mengambil bacaan Alkitab dalam Injil Markus Ayat 15 pasal 20b-32 dengan judul perikop: 'Yesus disalibkan'.
Dalam khotbanya Pdt Altje Kalalo mengajak jemaat untuk menghayati kematian Yesus Kristus.
"Iya rela mati bagi kita semua, begitu jauh jarak waktu Yesus pikul salib menuju Bukit Golgota, bahkan iya juga di olok-olok, hal inilah yang harus dihayati kita semua. Dengan momen ini kita harus mengevaluasi kehidupan agar semakin hati ke depan terus meneladani Yesus Kristus," ungkap Pdt Altje.
Pnt Kolom III GYMC Chally Tirajoh didampingi Diaken Aneke Rondonuwu, mengajak jemaatnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan paskah GYM. Di antaranya ibadah perjamuan kudus Jumat Agung, Jalan Salib, dan Ibadah Paskah.
"Mari torang bersama-sama jemaat kolom III untuk mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Paskah yang diinisiasi oleh panitia," ajak Pnt Chally.
Hari Paskah bertujuan untuk memperingati hari kebangkitan Yesus pada hari ketiga setelah kematiannya melalui penyaliban.
Bagi umat Kristiani, Paskah adalah akhir dari masa Prapaskah. Di mana masa Prapaskah ini adalah masa yang penuh dengan puasa dan pertobatan.(gnr)
Editor : Grand Regar