Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada di penjara Roma (sekitar tahun 60-62 M). Surat ini ditujukan kepada jemaat di Efesus dan jemaat lainnya di wilayah Asia Kecil.
Tujuan utama Paulus dalam surat ini adalah untuk memperkuat iman orang percaya dengan menekankan posisi mereka dalam Kristus dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari tubuh Kristus, yaitu gereja.
Efesus 4:1-16 adalah bagian penting dalam surat ini, di mana Paulus membahas panggilan orang percaya untuk hidup dalam kesatuan dan bertumbuh dalam kedewasaan rohani.
Dalam bagian ini, Paulus menyatakan bahwa Tuhan memberikan berbagai karunia dan jabatan pelayanan kepada gereja untuk memperlengkapi orang-orang kudus, yaitu semua orang percaya, agar mereka bisa bekerja untuk membangun tubuh Kristus.
Ini adalah panggilan yang sangat relevan bagi gereja saat ini, di mana kita dipanggil untuk bekerja sama dalam memajukan pelayanan dan membangun kesatuan di dalam Kristus.
Ayat 1-3: Panggilan untuk Hidup dalam Kesatuan
"Karena itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera."
Paulus memulai dengan menasihatkan jemaat untuk hidup sesuai dengan panggilan mereka sebagai orang percaya. Hidup yang berpadanan dengan panggilan ini mencakup sikap rendah hati, lemah lembut, dan sabar, serta kasih dalam memelihara kesatuan.
Kesatuan adalah tema penting dalam Efesus 4, dan Paulus mengingatkan bahwa kesatuan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dipelihara dengan usaha dari setiap orang percaya.
Di tengah dunia yang penuh dengan perpecahan, gereja dipanggil untuk menjadi teladan dalam menjaga kesatuan. Ini berarti kita harus rela menyingkirkan ego, mengutamakan kasih, dan bekerja sama dalam Roh Kudus untuk membangun gereja yang kuat dan bersatu.
Ayat 4-6: Kesatuan dalam Tuhan yang Esa
"Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua."
Kesatuan yang Paulus bicarakan berakar dalam keesaan Tuhan. Kita adalah satu tubuh yang dipanggil oleh satu Roh kepada satu pengharapan, memiliki satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, dan satu Allah yang mempersatukan kita. Inilah fondasi dari kesatuan gereja.
Sebagai orang percaya, kita sering kali berbeda dalam pendapat dan praktik, tetapi kita harus ingat bahwa kita dipanggil untuk bersatu dalam hal-hal yang esensial: iman kepada Kristus, baptisan yang menyatukan kita dalam tubuh-Nya, dan pengharapan akan kehidupan kekal.
Ayat 7-10: Kasih Karunia Kristus yang Memperlengkapi
"Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: ‘Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.’"
Di sini, Paulus mengajarkan bahwa setiap orang percaya telah menerima kasih karunia sesuai dengan pemberian Kristus.
Ini berarti bahwa setiap orang memiliki karunia yang unik untuk dipergunakan dalam melayani tubuh Kristus. Kristus, setelah kebangkitan-Nya, memberikan karunia-karunia ini kepada gereja agar setiap anggotanya dapat berfungsi dengan baik.
Sering kali, kita merasa tidak memiliki cukup kemampuan atau bakat untuk melayani. Namun, Paulus mengingatkan bahwa setiap kita telah diberikan karunia, dan tugas kita adalah menggunakannya untuk memperlengkapi tubuh Kristus.
Ayat 11-12: Kristus Memberikan Para Pelayan untuk Memperlengkapi
"Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus."
Kristus memberikan berbagai jabatan pelayanan dalam gereja: rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar.
Tujuan utama dari jabatan-jabatan ini adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus, yaitu semua anggota gereja, agar mereka bisa melayani dan membangun tubuh Kristus.
Para pemimpin gereja, seperti pendeta dan pengajar, memiliki peran penting dalam memperlengkapi jemaat.
Namun, pelayanan bukan hanya tugas mereka; setiap orang percaya dipanggil untuk melayani sesuai dengan karunia yang mereka terima.
Ayat 13: Mencapai Kedewasaan dalam Kristus
"Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus."
Tujuan dari pelayanan ini adalah agar seluruh gereja mencapai kedewasaan dalam Kristus. Kedewasaan ini ditandai oleh kesatuan iman, pengetahuan yang benar tentang Kristus, dan pertumbuhan yang berkelanjutan menuju keserupaan dengan Kristus.
Pertumbuhan rohani bukanlah proses yang instan, tetapi merupakan perjalanan seumur hidup. Kita harus terus bertumbuh dalam iman dan pengetahuan tentang Kristus agar kita bisa menjadi gereja yang dewasa, yang mencerminkan Kristus dalam setiap aspek kehidupan.
Ayat 14-16: Bertumbuh dalam Kebenaran dan Kasih
"Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."
Paulus mengingatkan bahwa kedewasaan dalam Kristus akan melindungi kita dari pengajaran yang menyesatkan. Ketika kita bertumbuh dalam kasih dan kebenaran, kita akan semakin menyerupai Kristus, yang adalah Kepala gereja.
Setiap bagian tubuh bekerja sama, sesuai dengan fungsi dan karunia masing-masing, untuk membangun gereja dalam kasih.
Kita hidup di zaman di mana banyak pengajaran yang menyesatkan. Kedewasaan rohani akan melindungi kita dari tipu muslihat dunia ini. Kita harus terus berpegang pada kebenaran firman Tuhan dan melayani dalam kasih agar gereja bisa bertumbuh secara sehat dan kuat.
Kisah Ilustrasi
Ada sebuah kisah tentang sebuah orkestra besar. Setiap pemain memiliki instrumen yang berbeda: ada yang memainkan biola, ada yang memainkan trompet, dan ada yang memainkan piano.
Meskipun berbeda, mereka semua memainkan musik yang sama di bawah arahan seorang konduktor. Ketika mereka bermain bersama, hasilnya adalah harmoni yang indah.
Namun, jika salah satu pemain tidak mengikuti arahan atau memainkan nada yang salah, seluruh orkestra bisa terdengar kacau.
Demikian juga dengan gereja. Setiap kita memiliki karunia yang berbeda, tetapi Kristus adalah Kepala yang mengarahkan kita untuk bekerja sama.
Jika kita melayani sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan, gereja akan menjadi seperti orkestra yang menghasilkan harmoni, yaitu gereja yang kuat, bersatu, dan bertumbuh dalam kasih.
Penutup
Saudara-saudara yang terkasih, setelah merenungkan Efesus 4:1-16, kita diingatkan bahwa kehidupan kita sebagai orang percaya tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab untuk membangun dan memperlengkapi tubuh Kristus, yaitu gereja.
Gereja bukanlah bangunan fisik semata, tetapi komunitas orang-orang percaya yang dipanggil untuk bekerja bersama dalam kasih dan kebenaran.
Kristus, sebagai Kepala dari tubuh ini, telah memberikan segala yang diperlukan—baik itu karunia rohani maupun pelayan-pelayan yang diutus untuk memperlengkapi kita, agar kita dapat bertumbuh dalam kesatuan dan kedewasaan rohani.
Penekanan Paulus pada kesatuan dan pertumbuhan rohani merupakan ajakan bagi kita semua untuk melihat bahwa gereja bukanlah tempat bagi ambisi pribadi atau individualisme, melainkan tempat di mana kita saling mendukung, melayani, dan bertumbuh bersama. Di dalam gereja, tidak ada satu anggota pun yang dianggap lebih penting daripada yang lain, karena setiap kita memiliki peran yang sama-sama krusial dalam membangun tubuh Kristus.
Kesatuan yang Paulus tekankan tidak berarti keseragaman. Justru, keindahan tubuh Kristus terletak pada keragaman karunia dan panggilan yang bekerja bersama untuk satu tujuan.
Sebagai umat percaya, kita harus sadar bahwa perbedaan kita dalam karunia bukanlah alasan untuk bersaing atau saling meremehkan, melainkan untuk saling melengkapi.
Kita dipanggil untuk bekerja bersama, menggunakan apa yang Tuhan telah berikan kepada kita, baik itu kemampuan, waktu, atau sumber daya, untuk membawa gereja menuju kedewasaan dalam Kristus.
Dalam kehidupan gereja saat ini, kita sering kali dihadapkan pada tantangan-tantangan yang bisa memecah belah kesatuan tubuh Kristus.
Mungkin kita berbeda pendapat dalam hal teologis, cara melayani, atau bahkan dalam preferensi pribadi. Namun, Paulus mengingatkan bahwa satu hal yang harus kita pertahankan adalah kesatuan iman dalam Kristus.
Kesatuan ini tidak didasarkan pada kesamaan pandangan dalam segala hal, melainkan pada pengakuan kita yang sama akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, serta kasih yang kita miliki untuk satu sama lain.
Tanpa kasih, pelayanan kita menjadi sia-sia, dan tanpa kebenaran, kita akan mudah terombang-ambing oleh pengajaran yang salah.
Dalam ayat-ayat yang telah kita renungkan, Paulus menegaskan bahwa kedewasaan rohani adalah tujuan utama dari memperlengkapi orang kudus.
Sebagai gereja, kita harus terus bertumbuh, bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam kedewasaan iman. Pertumbuhan ini akan membawa kita lebih dekat kepada Kristus dan memampukan kita untuk menghadapi tantangan dunia ini dengan iman yang teguh.
Pertumbuhan ini juga melibatkan komitmen kita untuk terus belajar, memperdalam pemahaman kita tentang firman Tuhan, dan berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun, pertumbuhan ini tidak bisa terjadi tanpa peran aktif dari setiap orang percaya. Setiap kita harus bersedia terlibat dalam pelayanan, memberikan diri kita untuk membangun sesama, dan bersedia diajar serta dibimbing oleh Roh Kudus.
Kristus telah memberikan karunia kepada kita, tetapi kita harus memilih untuk menggunakan karunia tersebut dengan bijak dan penuh kasih. Jika kita tidak mau melayani atau tidak menggunakan karunia kita, tubuh Kristus tidak akan bertumbuh dengan optimal.
Ilustrasi yang diberikan Paulus tentang tubuh manusia sangat relevan. Sama seperti tubuh kita yang terdiri dari banyak anggota, tetapi bekerja bersama untuk satu tujuan, demikian juga gereja dipanggil untuk bekerja sebagai satu kesatuan. Jika satu bagian tubuh gagal berfungsi, seluruh tubuh akan terganggu.
Oleh karena itu, setiap kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kita memainkan peran kita dengan sebaik-baiknya, agar tubuh Kristus dapat berfungsi dengan baik dan bertumbuh dalam kasih.
Saudara-saudara, marilah kita merenungkan kembali posisi kita dalam tubuh Kristus. Apakah kita sudah berperan aktif dalam memperlengkapi orang kudus, atau justru kita masih pasif, hanya menjadi penonton dalam pelayanan gereja?
Marilah kita ingat bahwa setiap kita telah diberikan karunia yang berharga oleh Kristus, dan karunia ini bukan untuk disimpan sendiri, tetapi untuk digunakan demi membangun gereja
. Tuhan telah menetapkan kita untuk berperan dalam pembangunan tubuh Kristus, dan dengan penuh kasih, kita dipanggil untuk melayani satu sama lain.
Kedewasaan rohani yang kita capai bukanlah untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan. Pertumbuhan kita sebagai gereja adalah kesaksian bagi dunia tentang kuasa dan kasih Tuhan.
Jika gereja kuat, bersatu, dan bertumbuh dalam kasih, maka dunia akan melihat cerminan Kristus di dalamnya.
Sebaliknya, jika gereja terpecah dan tidak berfungsi dengan baik, kita gagal menyampaikan Injil dengan penuh kuasa.
Penutup dari renungan ini mengajak kita semua untuk melakukan introspeksi: Bagaimana kita bisa menjadi bagian yang aktif dalam tubuh Kristus? Bagaimana kita bisa membantu memperlengkapi orang kudus di sekitar kita?
Marilah kita terus melayani dengan kasih dan kebenaran, serta bekerja bersama untuk membangun gereja yang kudus dan penuh kasih. Biarlah kita menjadi alat Tuhan yang membawa pertumbuhan rohani dan memperkuat gereja untuk memuliakan nama-Nya.
Amin
Editor : Clavel Lukas