Dalam bacaan ini, kita melihat dua mujizat yang dilakukan oleh Yesus: menyembuhkan seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun dan membangkitkan anak perempuan Yairus yang telah mati. Kedua peristiwa ini menunjukkan betapa besarnya kuasa Tuhan dan pentingnya iman dalam hidup kita.
1. Ketekunan dalam Iman Wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun telah mencoba segala cara untuk sembuh, tetapi tidak berhasil. Meski demikian, dia tidak menyerah. Ketika mendengar tentang Yesus, ia percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya saja, dia akan sembuh. Dan benar saja, imannya membuatnya disembuhkan.
Renungan bagi kita sebagai pemuda dan remaja adalah bahwa kita sering dihadapkan pada masalah yang terasa tidak ada solusinya, baik itu di sekolah, dalam hubungan pertemanan, atau dalam keluarga. Namun, kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dan terus percaya kepada Tuhan, karena Tuhan mampu melakukan apa yang manusia anggap mustahil.
2. Keberanian Mengandalkan Tuhan Yairus adalah seorang pemimpin di rumah ibadat, namun saat anaknya sakit parah, ia datang kepada Yesus, berlutut, dan memohon pertolongan. Yairus berani mengandalkan Tuhan di tengah situasi yang putus asa. Bahkan ketika orang-orang berkata bahwa anaknya telah mati, Yesus menyuruhnya untuk tidak takut, tetapi tetap percaya. Akhirnya, melalui iman Yairus, Yesus membangkitkan anaknya.
Sebagai pemuda dan remaja, mungkin kita sering merasa takut atau ragu ketika menghadapi situasi sulit. Tapi ingatlah, seperti Yesus berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percaya saja” (Markus 5:36). Dalam setiap ketidakpastian hidup kita, Tuhan mengundang kita untuk berani mengandalkan-Nya dan percaya bahwa Dia selalu punya rencana yang baik.
3. Tuhan Mendengar dan Peduli pada Setiap Individu Yang menarik dari bacaan ini adalah Yesus tidak hanya peduli pada orang banyak, tetapi juga memperhatikan setiap individu secara pribadi. Dia menghentikan langkah-Nya di tengah kerumunan untuk bertemu dengan wanita yang menyentuh-Nya, dan Dia datang ke rumah Yairus untuk menyentuh dan membangkitkan anaknya.
Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan peduli terhadap setiap kita secara pribadi, bahkan dalam hal-hal yang mungkin dianggap kecil atau tidak penting oleh orang lain. Tidak ada masalah yang terlalu kecil atau terlalu besar bagi Tuhan. Dia mendengar doa kita dan siap membantu kita, asalkan kita datang kepada-Nya dengan iman.
Kesimpulan :
- Apakah ada hal dalam hidupmu yang terasa mustahil? Ingatlah untuk selalu berpegang pada Tuhan seperti wanita yang sakit pendarahan.
- Ketika kamu menghadapi situasi yang sulit, adakah keberanian dalam hatimu untuk tetap mengandalkan Tuhan seperti Yairus?
- Sadarilah bahwa Tuhan peduli pada setiap pergumulan pribadimu dan mendengar doamu. Dia siap menolongmu di saat yang tepat.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang besar dan kuasa-Mu yang tak terbatas. Ajar kami untuk memiliki iman yang teguh, seperti wanita yang disembuhkan dan Yairus yang mengandalkan-Mu. Tolong kami untuk tidak takut, tetapi percaya bahwa Engkau selalu punya rencana terbaik dalam hidup kami. Amin.
Editor : Aprilia Sahari