Bacaan: Lukas 16:27-28
"Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk ke dalam tempat penderitaan ini."
Renungan:
Dalam perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus, kita melihat bagaimana orang kaya yang sudah berada dalam penderitaan di alam maut mulai menyadari pentingnya keselamatan. Ia meminta agar Lazarus dikirim ke rumah ayahnya untuk memperingatkan saudara-saudaranya agar mereka tidak mengalami nasib yang sama. Namun, permintaan itu ditolak karena mereka sudah memiliki Firman Tuhan melalui Musa dan para nabi.
Bacaan ini mengingatkan kita, terutama para pemuda dan remaja Kristen, tentang dua hal penting: pertama, bahwa keselamatan adalah sesuatu yang harus kita tanggapi dengan serius selama masih ada kesempatan. Kedua, kita dipanggil untuk peduli terhadap keselamatan orang lain, terutama keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak boleh menunda-nunda untuk hidup sesuai dengan firman-Nya. Jangan menunggu sampai segalanya terlambat. Tuhan sudah memberikan kita kesempatan untuk mendengar, memahami, dan menerima Injil. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah: apakah kita sungguh-sungguh hidup di dalam kebenaran dan membawa pengaruh bagi orang lain?
Sering kali, kita menganggap bahwa masalah rohani bisa ditunda. Kita sibuk dengan dunia, media sosial, pergaulan, dan impian masa depan, tetapi lupa bahwa ada hal yang jauh lebih penting, yaitu hubungan kita dengan Tuhan dan bagaimana kita mengajak orang lain untuk mengenal-Nya.
Orang kaya dalam perumpamaan ini terlambat menyadari bahwa hidup bukan hanya soal kekayaan dan kesenangan, tetapi tentang hubungan dengan Tuhan dan tanggung jawab terhadap sesama. Jangan sampai kita juga menyesal di kemudian hari karena mengabaikan kesempatan untuk bertobat dan bersaksi bagi orang lain.
Refleksi:
-
Apakah saya sudah benar-benar hidup dalam kebenaran dan tidak menunda-nunda pertobatan?
-
Bagaimana saya bisa lebih peduli terhadap keselamatan teman-teman dan keluarga saya?
-
Apakah saya sudah menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk membagikan kasih-Nya kepada orang lain?
Doa: "Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu yang mengingatkanku untuk hidup dalam kebenaran dan peduli terhadap keselamatan orang lain. Tolong aku agar tidak menunda pertobatan dan supaya aku berani menjadi terang bagi teman-teman dan keluargaku. Berikan aku hikmat dan keberanian untuk berbagi kasih dan kebenaran-Mu. Amin."
Kesimpulan: Jangan menunda-nunda pertobatan dan jangan menunda untuk peduli terhadap keselamatan orang lain. Mari gunakan waktu yang ada untuk semakin dekat dengan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Editor : Aprilia Sahari