Surat Paulus kepada jemaat di Roma ditulis sekitar tahun 57 M, saat Paulus berada di Korintus dalam perjalanan misi ketiganya.
Jemaat Roma terdiri dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang percaya kepada Kristus. Dalam surat ini, Paulus menjelaskan secara sistematis tentang keselamatan oleh iman, bukan oleh hukum Taurat.
Roma 10 merupakan bagian dari argumentasi Paulus tentang bagaimana keselamatan tidak lagi didasarkan pada usaha manusia melalui hukum, melainkan oleh iman kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit.
Dalam konteks ini, Paulus berbicara kepada orang Yahudi yang masih terikat pada hukum Taurat dan menjelaskan bahwa Kristus adalah tujuan dari hukum itu.
Tema renungan: “Percaya kepada Kristus yang Bangkit Diselamatkan dan Tidak Dipermalukan”, adalah seruan bagi kita semua, terlebih di zaman ini di mana manusia sering mencari keselamatan dalam prestasi, agama, kekuatan, dan kebenaran diri sendiri—padahal hanya di dalam Kristus kita diselamatkan dan dihormati oleh Allah.
Pembahasan Ayat per Ayat (Roma 10:4–15)
Ayat 4 – Kristus adalah Kegenapan Hukum Taurat
“Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.”
Paulus menegaskan bahwa Kristus tidak membatalkan hukum Taurat, tetapi menggenapinya. Artinya, Dia telah memenuhi tuntutan moral, etis, dan rohani dari seluruh hukum.
Maka kita tidak diselamatkan karena mematuhi hukum, tetapi karena iman kepada Kristus.
Banyak orang hari ini masih merasa harus “menjadi cukup baik” agar Allah menerima mereka. Tapi firman ini mengingatkan kita bahwa keselamatan bukan hasil usaha, melainkan pemberian karena percaya.
Ayat 5–7 – Kontras antara Hukum dan Iman
Musa menulis bahwa orang yang melakukan hukum akan hidup oleh hukum. Tapi kebenaran karena iman tidak berkata: “Siapakah yang akan naik ke surga... atau turun ke dalam jurang?”
Paulus mengutip Imamat dan Ulangan untuk menjelaskan bahwa kebenaran karena hukum Taurat menuntut perbuatan sempurna (yang tidak mungkin dilakukan manusia).
Sebaliknya, iman tidak perlu pencapaian luar biasa, karena Kristus sudah turun ke bumi dan bangkit dari kematian.
Di masa kini, banyak orang mengira mereka harus melakukan sesuatu yang spektakuler untuk mendapatkan kasih Tuhan. Tapi Injil berkata: yang perlu kita lakukan hanyalah percaya dan menerima Dia.
Ayat 8–10 – Firman di Dekatmu: Pengakuan dan Iman
“Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu... Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
Keselamatan itu tidak rumit. Firman sudah didekatkan: hanya dua hal dibutuhkan: Mengaku dengan mulut dan Percaya dalam hati
Keselamatan datang bukan dari ritual, tetapi dari pengakuan dan kepercayaan kepada kebangkitan Kristus.
Dalam konteks kekinian, ini penting. Banyak orang berpikir iman harus diinternalisasi saja. Tapi pengakuan terbuka akan Kristus adalah tanda bahwa iman itu nyata.
Ayat 11 – Tidak Dipermalukan
“Barangsiapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”
Ini janji ilahi. Tidak akan dipermalukan berarti:
Tidak akan gagal dalam pengharapan
Tidak akan ditolak oleh Allah
Tidak akan sia-sia hidupnya
Di dunia ini, kita mungkin dihina karena iman, tapi Allah menjanjikan: penghormatan dan kemuliaan akan datang bagi mereka yang percaya.
Ayat 12–13 – Keselamatan bagi Semua
“Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena Tuhan yang sama adalah Tuhan dari semua orang... sebab: barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.”
Keselamatan itu universal. Tidak eksklusif untuk satu ras, bangsa, atau status sosial. Siapa saja bisa percaya dan diselamatkan.
Ini kabar baik bagi orang-orang yang merasa tidak layak. Di tengah masyarakat yang sering mengkotak-kotakkan manusia, Tuhan membuka pintu keselamatan untuk semua orang.
Ayat 14–15 – Kabar Baik Harus Disampaikan
“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka percaya, jika mereka tidak mendengar? Bagaimana mereka mendengar, jika tidak ada yang memberitakan? ...”
Paulus menutup bagian ini dengan panggilan misi. Iman datang dari pendengaran, dan seseorang hanya dapat percaya jika Injil diberitakan.
Ini tanggung jawab kita. Jangan simpan iman hanya untuk diri sendiri. Dunia perlu mendengar bahwa Kristus telah bangkit dan keselamatan tersedia bagi siapa pun yang percaya.
Penutup
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Setelah kita menelusuri perikop Roma 10:4–15 dan menggali isi hati rasul Paulus, kita tiba pada sebuah kebenaran mulia yang harus kita genggam erat:
keselamatan tidak pernah bisa diperoleh dari pencapaian pribadi, kehebatan moral, atau kedisiplinan keagamaan semata.
Keselamatan adalah karunia Allah yang hanya bisa diterima oleh iman kepada Kristus yang telah bangkit.
Inilah inti dari Injil: bahwa Kristus adalah kegenapan dari hukum Taurat (ay. 4)—Dia bukan hanya menyempurnakan hukum, tetapi menggantikan posisi kita yang tidak sanggup memenuhinya.
Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Tidak seorang pun layak dibenarkan oleh hukum, karena satu pelanggaran saja menjadikan manusia bersalah.
Tetapi dalam Kristus, penggenapan itu tergenapi, dan keselamatan menjadi mungkin bukan karena kita layak, tetapi karena Dia telah bangkit dan menang.
Ketika Paulus berkata bahwa "barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan" (ay. 11), ia tidak hanya menyampaikan janji penghiburan, tetapi sebuah pengharapan yang kokoh.
Percaya kepada Kristus bukan sekadar kepercayaan kosong atau ritual agamawi, melainkan sebuah penyerahan total kepada kebenaran Injil: bahwa Yesus mati menggantikan kita, dikuburkan, dan bangkit untuk memberikan hidup yang baru.
Mengapa tidak akan dipermalukan?
Karena mereka yang percaya akan:
-
Dibenarkan di hadapan Allah – tidak lagi hidup dalam kutukan dosa, tetapi dalam damai sejahtera dengan Tuhan (Roma 5:1).
-
Diterima sebagai anak-anak Allah – status kita bukan lagi hamba, tetapi anak-anak yang diwarisi kerajaan.
-
Dikuatkan dalam penderitaan – karena kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan (Roma 8:18).
-
Dibangkitkan dalam kemuliaan – seperti Kristus dibangkitkan, kita pun akan bangkit, tidak dipermalukan oleh kematian.
Kita hidup dalam dunia yang menuntut kita untuk membuktikan diri, membandingkan diri, dan bersandar pada capaian.
Kita mudah terjebak dalam pola pikir “semakin banyak saya lakukan, semakin besar kemungkinan saya diterima oleh Tuhan.”
Tetapi firman hari ini menghancurkan fondasi kesombongan rohani dan membuka pintu kepada kasih karunia.
Mungkin ada di antara kita yang selama ini merasa tidak layak—karena masa lalu yang kelam, kegagalan moral, atau hidup rohani yang kering.
Mungkin ada yang merasa malu karena pernah menyangkal Tuhan, menjauh dari pelayanan, atau hidup dalam ketakutan.
Namun dengarlah, Kristus yang telah bangkit tidak mengusir mereka yang datang dengan hati hancur.
Ia justru mendekatkan diri-Nya kepada kita, dan berkata, “Percayalah kepada-Ku, dan engkau akan diselamatkan. Engkau tidak akan dipermalukan!”
Iman bukan hanya percaya di pikiran, tapi mengaku di mulut dan hidup dalam kebenaran
Iman sejati menuntun kita untuk mengaku Yesus sebagai Tuhan, percaya dalam hati bahwa Ia bangkit dari kematian, dan mewartakan berita itu kepada dunia.
Inilah iman yang menyelamatkan. Iman ini tidak pasif, tetapi hidup. Tidak tersembunyi, tetapi bersinar. Dan dari iman inilah Tuhan membangun umat-Nya menjadi terang dunia dan garam bumi.
Ajakan dan Poin-poin Perenungan:
1. Percayalah kepada Kristus dengan hati yang utuh.
Bukan percaya sebagian, bukan hanya ketika hidup baik-baik saja, tetapi percaya dalam suka dan duka. Percaya bahwa kematian dan kebangkitan-Nya cukup untuk menyelamatkan kita.
2. Akuilah Dia dengan mulutmu.
Beranilah menjadi orang Kristen yang terbuka, bukan malu-malu. Dunia membutuhkan suara Injil, dan Tuhan memakai lidah yang mengaku kebenaran.
3. Pegang janji ini: “tidak akan dipermalukan.”
Jika kita berdiri di pihak Tuhan, mungkin kita dihina di dunia, tetapi di hadapan Allah, kita dimuliakan. Di dunia kita mungkin ditolak, tetapi di surga kita disambut.
4. Jadilah pemberita Injil.
Jangan diam. Jangan hanya menjadi penerima keselamatan. Dunia ini gelap. Bangkitlah, dan bawalah kabar baik bahwa Kristus telah bangkit dan siapa pun yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan!
Mari kita bangun iman kita, bukan di atas fondasi tradisi, kekuatan pribadi, atau kebaikan moral, tetapi di atas batu karang yang teguh—Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit.
Hanya dalam Dia, keselamatan sejati dan kehormatan kekal tersedia bagi semua yang percaya.
Karena itu, mari kita hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan, bersaksi sebagai orang yang tidak dipermalukan, dan berjuang sebagai pembawa kabar baik bagi dunia yang masih terhilang.
“Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (Roma 10:13)
Amin.
Editor : Clavel Lukas