Ulangan 4 : 5-8
Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Hidup manusia akan bermakna bila dengan bijaksana dan berakal budi mengisinya dengan nilai-nilai hidup yang diajarkan firman Tuhan. Menurut KBBI, bijaksana berarti selalu menggunakan akal budinya (cermat, teliti). Sedangkan akal budi artinya pikiran sehat yang mengarahkan manusia pada apa yang menjadi tujuan hidupnya. Akal budi yang sempurna ada pada orang percaya yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual Kristiani. Walaupun di era ini yang sarat dengan kemajuan, persaingan, tantangan juga godaan dapat membawa seseorang melupakan nilai-nilai hidup yang diteladankan Yesus Kristus. Orang percaya sering mengabaikan waktu dan kesempatan datang kepada-Nya dengan alasan sibuk. Sehingga kesempatan beribadah tidak ada padahal sebenarnya tersedia tetapi tersita dengan godaan media sosial, kesibukan pekerjaan untuk mengejar karier dan lain sebagainya. Hidup bijaksana dan berakal budi berdasarkan nilai-nilai kekristenan akan memampukan kita menjaga kekudusan hidup dan melakukan kehendak Tuhan Allah serta menjadi teladan bagi sesama.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Peraturan dan ketetapan Tuhan Allah yang diajarkan Musa kepada bangsa Israel kembali disampaikan kepada generasi baru Israel. Peraturan itu harus didengar, dipahami dan dilakukan dalam hidup. Musa mengingatkan dalam ayat 6, "Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu....." Tidak ada alasan bagi bangsa Israel untuk tidak setia karena mereka bangsa pilihan Allah, bangsa yang diistimewakan, yang dipakai untuk menarik bangsa-bangsa lain datang kepada-Nya. Bangsa Israel memiliki hak yang istimewa, ketika mereka dekat dengan Tuhan Allah dan melakukan ketetapan dan peraturan-Nya, maka setiap permohonan mereka didengar dan dijawab dengan menyatakan keadilan-Nya. Sehingga menjadi bangsa yang diakui dan terpandang di antara bangsa-bangsa lain. Kesetiaan pada perintah Tuhan Allah mempertegas bahwa mereka adalah bangsa yang bijaksana dan berakal budi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Perenungan firrnan hari ini mengingatkan kita orang percaya untuk bertindak bijaksana dan berakal budi dalam menjalani hidup di keluarga, jemaat dan masyarakat. Berbagai aturan yang diberikan harus dipatuhi bukan diabaikan atau dilanggar. Ketika kita menghadapi pergumulan berserulah kepada-Nya karena Ia pasti mendengar dan mengabulkan setiap permohonan. Hiduplah selalu bergaul erat dan berkomunikasi dengan Tuhan Allah. Berilah hidup keluarga kita dipakai sebagai alat di tangan Tuhan untuk membawa orang lain datang kepadaNya. Ajaklah anggota keluarga dan orang lain supaya bijaksana membagi waktu untuk bekerja dan beribadah. Media sosial perlu, karena telah menjadi kebutuhan tapi janganlah mengabaikan ibadah atau jangan memakai media sosial untuk melakukan kejahatan. Jadikanlah hidup kita bermakna dengan nilai-nilai hidup yang dikehendaki Tuhan Allah agar supaya diberkati dan jadi berkat bagi banyak orang. Dengan hidup demikian, maka Tuhan Allah ditinggikan dan dimuliakan. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, taruhlah hikmat-Mu atas kami, agar kami mampu bertindak bijaksana dan berakal budi melakukan perintahMu. Jadikanlah kami alat-Mu yang bersaksi tentang karya-Mu. Berkatilah kami untuk menikmati berkat-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Editor : Aprilia Sahari