Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Untuk Umat Katolik Sabtu 19 Juli 2025 Bacaan Pertama Keluaran 12:37-42, Bacaan Injil Matius 12:41-21

Fandy Gerungan • Sabtu, 19 Juli 2025 | 10:33 WIB
Ilustrasi Jemaat mendengarkan Firman di Gereja. (ChatGPT)
Ilustrasi Jemaat mendengarkan Firman di Gereja. (ChatGPT)

Pekan Biasa ke -XV (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I – Keluaran 12:37-42

Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak.

Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi.

Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya.

Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9

Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan, ingin melihat wajah Allah.

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair.

Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Dikau.

Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak sorai, mulutku memuji-muji.

Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Katakanlah Maria, engkau melihat apa? Wajah Yesusku yang hidup, sungguh mulia hingga aku takjub.

Bacaan Injil Matius 12:41-21

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.
Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah m firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

P: Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

Inti Renungan: Dalam Diam Tuhan Menyertai dan Membebaskan

Dalam perjalanan hidup ini, kita sering kali terburu-buru menuntut Tuhan untuk bertindak cepat, seperti bangsa Israel yang diburu waktu saat keluar dari Mesir.

Bacaan dari Kitab Keluaran menggambarkan suatu peristiwa luar biasa: setelah 430 tahun lamanya berada dalam penindasan, akhirnya bangsa Israel dibebaskan.

Namun pembebasan itu datang secara mendadak tanpa waktu untuk persiapan matang, tanpa bekal roti yang sempat diragi. Tuhan memerintahkan mereka keluar tepat pada hari itu juga.

Malam itu menjadi malam berjaga-jaga, malam di mana Tuhan bertindak dan seluruh bangsa Israel belajar bahwa dalam kesetiaan, pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.

Lalu kita membaca Injil Matius dan melihat Yesus Sang Hamba Tuhan yang tidak membalas kejahatan dengan kekerasan.

Ia mengetahui konspirasi orang Farisi untuk membunuh-Nya, namun Ia tidak melawan. Ia memilih menyingkir dengan tenang dan tetap melakukan karya penyembuhan dan kasih kepada banyak orang.

Ia hadir tidak dengan teriakan dan kekerasan, melainkan dalam kelembutan, dalam diam yang menyembuhkan, dan dalam cinta yang tak menyinggung harga diri mereka yang patah dan nyaris padam.

Terkadang dalam hidup, kita seperti bangsa Israel—merasa terjebak dalam rutinitas dan penindasan hidup yang seakan tak berujung. Dan di saat lain, kita seperti buluh yang patah, seperti sumbu yang nyaris padam lelah, kecewa, ingin menyerah.

Tapi hari ini kita diingatkan: Tuhan tidak akan membiarkan kita hancur. Dalam waktu-Nya, Ia akan bertindak. Dan ketika Ia bertindak, segalanya berubah.

Tuhan tidak selalu hadir dalam hal yang dramatis. Kadang Ia hadir dalam diam yang penuh kasih. Dalam waktu yang tak kita sangka. Dalam penyembuhan yang pelan namun pasti. Dalam keteguhan yang tidak berteriak namun mengubah. (*)

Editor : Clavel Lukas
#renungan katolik #Matius #keluaran #katolik #Renungan