Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Obor GMIM Sabtu 25 Oktober 2025, Yohanes 8:19-20 Berjalan Di Dalam Terang

Aprilia Sahari • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Logo Obor Pemuda GMIM
Logo Obor Pemuda GMIM

Yohanes 8 : 19-20

Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Sobat Obor, Banyak orang tak menyadari bahwa mereka sedang mengalami kebutaan rohani.

Dalam arti rohani, walaupun mereka melihat kebenaran Tuhan, mereka seakan-akan tak melihatnya karena kegelapan.

Karena orang-orang Farisi ini menolak percaya pada Tuhan Yesus maka mereka tetap tinggal dalam kegelapan dosa-dosa mereka.

Mereka buta terhadap kebenaran Allah.

Demikian juga banyak orang yang menolak pemberitaan Injil Yesus Kristus akan tetap tinggal dalam dosa-dosa mereka karena mereka menolak kebenaran Ilahi.

Mereka ingin mengenal Bapa, namun Yesus tidak mereka kenal.

Saat Yesus menyatakan siapa diriNya yaitu sebagai terang dunia, bagian ini mengajak kita untuk mengingat bahwa tugas perutusan Yesus berasal dari Bapa.

Saat dunia telah berada dalam gelap dan tidak memiliki kemapuan untuk lepas dari kegelapan itu.

Kesaksian Yesus tentang diriNya dalam kaitan Yesus datang untuk membawa pengharapan baru, Ia datang dengan menawarkan 'sesuatu' yang baru, yakni diri-Nya sendiri.

Di dalam Dia ada pengharapakan akan pengajaran baru yang berasal dari Bapa yaitu pribadi Yesus sendiri.

Hukum dan pengharapan baru diberikan Bapa dalam Putera-Nya yang tunggal.

Dunia ini telah menyelimuti mata rohani mereka.

Mengikuti Tuhan agar tidak berjalan dalam kegelapan.

Karena Yesus adalah terang dunia yang akan membantu dan menerangi jalan kita.

Mengikut Tuhan berarti tidak jauh dari Tuhan.

Karena semakin jauh kita dari Tuhan semakin gelap sekeliling kita.

Di dalam kegelapan itulah kita bisa salah jalan, tersesat dan terjatuh dalam lubang dan jurang yang akan mencelakakan kita.

Mendekat kepada Tuhan salah satu wujud nyata adalah tidak menjauhkan diri dalam ibadah-ibadah.

Sekarang, mungkin tidak mudah untuk menjadi terang bagi dunia ketika kita dikelilingi oleh godaan-godaan yang telah ditempatkan oleh si jahat di hadapan kita, karena dia berusaha membingungkan dan menjerat kita.

Begitu kita terperangkap dalam godaan-godaan ini, terkadang hampirlah mustahil untuk melepaskan diri dan terang kita menjadi redup.

Jangan biarkan mata imanmu buta, sehingga tidak bisa mengenal Tuhan dalam hidupmu. Amin

Baca Juga: MTPJ GMIM 19-25 Oktober 2025, Yohanes 8:12-20 Yesus Adalah Terang Dunia

Baca Juga: RHK GMIM Sabtu 25 Oktober 2025, Yohanes 8:20 Segala Sesuatu Ada Waktunya

Editor : Aprilia Sahari
#Pemuda GMIM #Obor GMIM #GMIM #Renungan GMIM