Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Minggu 23 November 2025, Bacaan I 2 Samuel 5:1-3, Bacaan II Kolose 1:12-20, Bacaan Injil Lukas 23:35-43

Fandy Gerungan • Kamis, 20 November 2025 | 10:51 WIB
Photo
Photo

HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (Warna Liturgi Merah)

Bacaan I 2 Samuel 5:1-3

Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel.

Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 122.1-2.4-5

Refrain: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita

Aku bersuka cita ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

Bacaan II Kolose 1:12-20

Allah telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.

Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang.

Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil: Markus 11:9.10

Refrain: Alleluya, alleluya, alleluya.

Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapa kita Daud!

Bacaan Injil Lukas 23:35-43

Tuhan, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja.

Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!”

Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, “Inilah Raja Orang Yahudi”.

Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus, katanya, “Bukankah Engkau Kristus?” Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!” Tetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah?

Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Lalu ia berkata kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i ada sesuatu yang indah ketika kita melihat bagaimana bangsa Israel pada akhirnya datang kepada Daud dan berkata, “Kami ini bagian darimu.”

Mereka mengakui bahwa hubungan mereka dengan Daud bukan sekadar urusan politik atau kepentingan sementara, tetapi sebuah ikatan yang lahir dari kedekatan, pengalaman bersama, dan keyakinan bahwa Tuhan sendiri menuntun sejarah mereka.

Daud menjadi raja bukan hanya karena pengangkatan resmi, tetapi karena hati umat melihat kehadiran Tuhan dalam dirinya.

Namun Gereja hari ini mengajak kita melihat sesuatu yang jauh lebih besar: ada Raja lain yang memimpin kita, tetapi tidak dengan pedang, pasukan, atau kemegahan. Raja itu menggantung di kayu salib.

Aneh, ya?. Seorang raja yang justru tampak seperti gagal. Diejek, dihinakan, ditinggalkan. Tapi di situlah letak kerajaannya bukan kekuasaan yang memaksa, tetapi kasih yang bertahan sampai akhir.

Sementara banyak orang yang menyaksikan penyaliban itu meremehkan-Nya, ada satu orang yang justru melihat kemuliaan di tengah penderitaan: seorang penjahat, yang hidupnya penuh kesalahan.

Ia tidak datang dengan prestasi rohani, tidak membawa riwayat hidup yang membanggakan. Ia hanya membawa sebuah permohonan sederhana: agar Yesus mengingatnya. Dan anehnya, itu cukup.

Di situ kita belajar bahwa kerajaan Kristus bukan diperuntukkan bagi orang-orang yang merasa sudah sempurna, tetapi bagi mereka yang berani membuka diri, mengakui kelemahan, dan tetap berharap.

Kristus adalah Raja yang memindahkan kita dari kegelapan menuju cahaya, bukan karena kita layak, tetapi karena kasih-Nya lebih besar dari sejarah jatuh bangunnya hidup kita.

Kalau kita jujur, sering kali kita datang kepada Tuhan seperti penjahat itu membawa hidup yang tidak selalu rapi, penuh luka, keputusan yang salah, dan penyesalan yang kadang memalukan. Tapi hari ini kita diingatkan: tidak ada hati yang terlalu rusak bagi Kristus. Selama ada kerinduan untuk kembali, pintu kerajaan-Nya tidak pernah tertutup.

Kristus adalah Raja yang memilih berdiri di sisi manusia, bukan di singgasana yang jauh dari realita. Ia mengenal kita sedalam-dalamnya, dari kerapuhan hingga keberanian kecil yang kadang tak terlihat oleh orang lain.

Mari kita biarkan Dia menjadi Raja dalam hidup kita bukan hanya dalam doa-doa indah, tetapi dalam keputusan sehari-hari, dalam perjuangan, dalam rasa lelah, dalam pertobatan yang terus berulang. Karena di dalam Dia, bahkan bagian paling gelap dalam hidup kita pun bisa berubah menjadi pintu menuju cahaya.

Semoga hari ini kita berani berkata seperti orang yang disalib di samping-Nya: "Tuhan, ingatlah aku." Dan semoga kita merasai jawaban-Nya yang penuh kehangatan: bahwa kita selalu punya tempat di dalam hati-Nya. (*

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan