Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Jumat 28 November 2025, Bacaan I Daniel 7:2-14, Bacaan Injil Lukas 21:29-33

Fandy Gerungan • Senin, 24 November 2025 | 14:59 WIB
Photo
Photo

Pekan Biasa XXXIV (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Daniel 7:2-14

Seseorang serupa Anak Manusia datang bersama awan-gemawan.

BERKATALAH Daniel, demikian: “Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.

Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.

Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.

Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.

Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya.

Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.

Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan Daniel 3:75-81

Refren: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, hai gunung gemunung,

Pujilah Tuhan, hai segala tumbuhan di bumi,

Pujilah Tuhan, hai segenap mata air dan bukit,

Pujilah Tuhan, hai lautan dan sungai,

Pujilah Tuhan, hai raksasa lautan dan segala apa yang bergerak di dalam air,

Pujilah Tuhan, hai unggas di udara,

Pujilah Tuhan, hai segala binatang buas dan ternak di bumi,

Bacaan Injil Lukas 21:29-33

Jika kalian melihat hal-hal itu terjadi,ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

LALU Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.

Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Penglihatan Daniel selalu penuh simbol yang kuat makhluk-makhluk aneh, ancaman yang terasa gelap, dan suasana yang menegangkan. Empat binatang dalam penglihatannya menggambarkan kekuatan-kekuatan dunia yang sering kali menakutkan.

Kuasa yang besar, ambisi yang buas, dan kesombongan yang tak mengenal batas. Dunia tampak bising, kacau, dan dipenuhi kekuatan-kekuatan yang saling berebut tempat.

Kadang kita merasa ada kekuasaan yang merajalela, ada kesombongan yang berbicara lantang, ada situasi yang seperti binatang keempat: besar, kuat, dan cenderung menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya. Ada masa-masa ketika kita pun merasa seperti hidup dalam badai yang tak jelas kapan berakhirnya.

Tetapi di tengah gambaran yang gelap itu, penglihatan Daniel tiba-tiba berubah arah. Di balik semua kegaduhan itu, tampak satu sosok yang penuh damai datang bersama awan. Ia mendekat kepada Dia yang kekal, Dia yang tak tersentuh oleh kekacauan dunia.

Kepada sosok itu diberikan kuasa dan kerajaan yang tidak bisa diruntuhkan siapa pun. Di sana, Daniel melihat bahwa akhir dari semua hiruk pikuk bukanlah kehancuran, melainkan pemerintahan yang dipenuhi keadilan dan damai.

Penglihatan ini bukan ditujukan untuk membuat kita takut. Justru ini adalah pesan penghiburan: dunia boleh bising, tetapi Tuhan tidak pernah kehilangan kendali.

Kekuatan yang angkuh boleh sesaat terlihat dominan, tetapi mereka tidak memegang akhir cerita. Ada Raja sejati yang akan datang membawa pemerintahan yang tidak akan pernah berakhir. Ada terang yang akan menelan semua bayangan gelap.

Dalam Injil, Yesus mengajak kita belajar dari sesuatu yang sangat sederhana: pohon. Ketika ranting mulai bertunas, tidak perlu firman malaikat pun kita tahu bahwa musim panas sudah dekat.

Begitu juga dengan tanda-tanda zaman: ketika dunia tampak bergejolak, ketika situasi terasa makin gelap, kita tidak diminta untuk panik, tetapi untuk peka karena terang Kerajaan Allah justru semakin mendekat.

Perumpamaan itu mengajak kita melihat dunia dengan mata yang berbeda. Bukan mata yang penuh ketakutan, tetapi mata yang penuh harapan. Sama seperti tunas kecil di ranting rapuh menandai datangnya musim kehidupan baru.

Begitu pula berbagai peristiwa dunia menandai bahwa Tuhan sedang menjalankan rencana-Nya. Dunia boleh berubah, manusia boleh gagal, bahkan langit dan bumi pun tidak permanen. Tetapi apa pun yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan pernah hilang.

Renungan hari ini mengajak kita untuk tidak terpaku pada kekuatan-kekuatan besar yang seakan menguasai hidup kita. Entah itu tekanan hidup, kekhawatiran masa depan, situasi dunia yang makin tidak menentu, atau bahkan pergumulan dalam keluarga dan pekerjaan. Itu semua bukan akhir cerita.

Ada Dia yang datang di atas awan, ada Dia yang memegang kuasa kekal, ada Dia yang janjinya tidak akan pernah berlalu.Tugas kita?.Tetap waspada, tetap bertumbuh, tetap berharap. Karena tunas Kerajaan Allah itu sudah muncul lebih dekat dari yang kita bayangkan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan