Pembacaan Alkitab: Yakobus 1:18
Tema: KEHENDAK TUHAN
“Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.” (Yakobus 1:18)
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, Setiap manusia hidup dengan kehendak dan keinginan di dalam dirinya. Kita ingin ini, kita ingin itu.
Kita punya rencana, impian, target, dan harapan. Kehendak manusia pada dasarnya tidak selalu salah.
Banyak keinginan yang baik: ingin hidup berkecukupan, ingin keluarga bahagia, ingin anak-anak berhasil, ingin sehat, ingin dihormati. Semua itu wajar sebagai manusia.
Namun Alkitab mengingatkan kita bahwa kehendak manusia bisa bersifat ganda: bisa mengarah kepada kebaikan, tetapi juga bisa menyeret kepada kejahatan.
Kehendak manusia bisa selaras dengan kehendak Tuhan, tetapi juga bisa bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Maka persoalan utama dalam hidup orang percaya bukan sekadar “apa yang aku mau”, melainkan “apa yang Tuhan kehendaki”.
Firman Tuhan hari ini menegaskan satu hal penting: “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran.”
Artinya, keselamatan kita bukan hasil kehendak kita, bukan hasil usaha kita, bukan karena kepintaran atau kebaikan kita. Kita menjadi umat Tuhan karena kehendak Allah sendiri. Inisiatif keselamatan datang dari Tuhan, bukan dari manusia.
Ini berarti hidup kita sekarang bukan milik kita sendiri. Kita ada karena kehendak Tuhan. Kita diselamatkan karena kehendak Tuhan. Kita dipanggil menjadi anak-anak-Nya karena kehendak Tuhan. Maka sudah seharusnya hidup kita diarahkan kepada kehendak Tuhan.
Kehendak Manusia dan Kehendak Tuhan
Saudara-saudari, kehendak manusia sering kali dipengaruhi oleh:
• Keinginan daging
• Tekanan lingkungan
• Ambisi pribadi
• Pengaruh teman
• Ketakutan dan keserakahan
Banyak orang tahu mana yang benar, tetapi tetap memilih yang salah karena mengikuti kehendaknya sendiri. Banyak orang tahu kehendak Tuhan, tetapi tetap melawan karena merasa kehendaknya lebih penting.
Contohnya sederhana: Kita tahu bahwa jujur itu benar, tetapi kehendak untuk untung cepat membuat kita tergoda berbohong.
Kita tahu bahwa mengampuni itu kehendak Tuhan, tetapi kehendak untuk membalas membuat kita menyimpan dendam.
Kita tahu bahwa hidup suci itu kehendak Tuhan, tetapi kehendak daging sering lebih kuat daripada suara firman.
Inilah pergumulan setiap orang percaya: tarik-menarik antara kehendak diri dan kehendak Tuhan.
Yakobus menasihati jemaat agar mereka tidak mengikuti kehendak yang salah, tetapi belajar menundukkan diri pada kehendak Allah. Orang beriman tidak boleh hidup semaunya sendiri, tetapi hidup menurut firman Tuhan.
Keselamatan adalah Kehendak Allah
Yakobus berkata, “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran.” Ini menunjuk pada karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.
Kita dilahirkan kembali secara rohani bukan karena kita lebih baik dari orang lain, tetapi karena Tuhan berkehendak menyelamatkan kita.
Keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan kehendak Allah yang dinyatakan melalui firman kebenaran, yaitu Injil. Injil memberitakan bahwa Yesus mati dan bangkit supaya manusia diselamatkan. Ketika kita percaya kepada firman itu, kita dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru.
Artinya, hidup orang percaya dimulai dari kehendak Tuhan, bukan dari kehendak manusia. Maka sangat tidak masuk akal jika setelah diselamatkan, kita kembali hidup menurut kehendak diri sendiri.
Jika Tuhan sudah memilih kita, membentuk kita, dan menguduskan kita, maka hidup kita sekarang seharusnya menjadi alat untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Bahaya Mengikuti Kehendak Diri
Firman Tuhan berkali-kali memperingatkan bahaya hidup menurut kehendak diri sendiri. Dalam Kitab Amsal dikatakan, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Artinya, apa yang tampak benar menurut manusia, belum tentu benar menurut Tuhan.
Kehendak diri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan akan membawa:
• Kerusakan hubungan
• Kehancuran karakter
• Penyesalan di kemudian hari
• Jauh dari hadirat Tuhan
Banyak orang jatuh bukan karena mereka tidak tahu kebenaran, tetapi karena mereka sengaja memilih kehendaknya sendiri daripada kehendak Tuhan.
Yakobus mengingatkan jemaat agar mereka waspada terhadap godaan. Godaan tidak selalu datang dalam bentuk yang jelas-jelas jahat. Kadang godaan datang dalam bentuk yang kelihatan baik, tetapi menyimpang dari firman Tuhan.
Karena itu, orang percaya perlu terus mengingatkan diri sendiri: Apakah ini kehendakku atau kehendak Tuhan? Apakah ini menyenangkan hatiku atau menyenangkan hati Tuhan?
Apakah ini sesuai firman atau hanya sesuai perasaanku?
Tekanan dari Lingkungan
Saudara-saudari, sering kali kita tidak jatuh karena keinginan sendiri, tetapi karena tekanan orang lain. Lingkungan bisa mendorong kita keluar dari kehendak Tuhan.
Ada orang yang berkata:
“Sedikit saja tidak apa-apa.”
“Semua orang juga melakukan itu.”
“Kalau tidak ikut, nanti dibilang aneh.”
“Kalau mau maju, harus kompromi.”
Tekanan seperti ini nyata dalam kehidupan sehari-hari: di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan pergaulan, bahkan dalam keluarga. Orang bisa diajak berbuat curang, ikut kebiasaan yang salah, atau meninggalkan prinsip iman demi diterima oleh lingkungan.
Yakobus menasihati jemaat supaya tetap teguh. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berani menolak ajakan yang membawa kita keluar dari kehendak Tuhan.
Menolak bukan berarti membenci orang lain, tetapi berarti setia kepada Tuhan. Kesetiaan kepada Tuhan kadang menuntut kita berbeda dari dunia.
Hidup dalam Ketaatan
Yakobus mengajarkan bahwa melakukan kehendak Tuhan jauh lebih bijaksana daripada mengikuti kehendak diri.
Orang yang taat kepada kehendak Tuhan hidupnya akan diberkati, bukan selalu dalam bentuk materi, tetapi dalam damai sejahtera, ketenangan hati, dan sukacita rohani.
Ketaatan kepada kehendak Tuhan meliputi:
• Taat pada firman Tuhan
• Taat dalam pikiran
• Taat dalam perkataan
• Taat dalam perbuatan
Ketaatan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi hidup dalam penyertaan Tuhan. Orang yang taat tetap bisa menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak berjalan sendirian. Tuhan menyertai langkah-langkahnya.
Sebaliknya, ketidaktaatan membawa kesusahan, bukan karena Tuhan jahat, tetapi karena manusia menuai akibat dari pilihannya sendiri.
Kita Dijadikan untuk Tujuan Mulia
Yakobus berkata bahwa kita dijadikan oleh firman kebenaran supaya kita menjadi “yang sulung di antara segala ciptaan.” Ini berarti kita dipanggil untuk menjadi teladan, menjadi saksi, dan menjadi wakil Tuhan di dunia ini.
Hidup orang percaya bukan hidup yang kosong makna. Kita dipanggil untuk:
• Memuliakan Tuhan
• Menjadi terang bagi sesama
• Membawa kebaikan di tengah dunia
• Menunjukkan karakter Kristus
Jika kita hidup menurut kehendak Tuhan, hidup kita akan menjadi berkat. Tetapi jika kita hidup menurut kehendak diri, hidup kita bisa menjadi batu sandungan.
Karena itu, kita perlu menjaga diri:
• Menjaga pikiran dari keinginan jahat
• Menjaga hati dari iri dan dendam
• Menjaga langkah dari jalan yang menyimpang
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa hidup kita berasal dari kehendak Tuhan dan harus kembali kepada kehendak Tuhan.
Kita bukan milik diri kita sendiri. Kita adalah milik Allah yang telah melahirkan kita kembali melalui firman kebenaran.
Mari kita belajar menundukkan kehendak kita kepada kehendak Tuhan.
Mari kita belajar berkata: “Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang jadi.”
Dalam setiap keputusan hidup, mari kita bertanya:
• Apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan?
• Apakah ini memuliakan Tuhan?
• Apakah ini membawa kebaikan bagi sesama?
Kiranya kita dijauhkan dari keinginan yang jahat, dari pengaruh yang menyesatkan, dan dari jalan yang menyimpang. Biarlah hidup kita menjadi hidup yang menyenangkan hati Tuhan.
Marilah kita menjaga diri kita dengan sungguh-sungguh, supaya kita tidak melakukan yang jahat dan tidak menyedihkan hati Tuhan, melainkan hidup setia dalam kehendak-Nya. Amin.
Doa : Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas firman-Mu yang menuntun hidup kami. Ajarlah kami menundukkan kehendak kami kepada kehendak-Mu, menolak godaan, dan setia berjalan dalam kebenaran. Kuatkan iman kami agar hidup kami memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Dalam Yesus Kristus kami berdoa. Amin.