Syalom,
Yosafat, raja Yehuda, bergumul—bukan dengan rasa sakit, melainkan dengan ancaman dari musuh-musuhnya (2 Tawarikh 20:1-2). Raja “menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan” (ay. 3).
Seluruh bangsa Yehuda juga ikut mencari “pertolongan dari pada Tuhan” (ay. 4). Kemudian “berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah” dan semua orang “sujud di hadapan Tuhan dan menyembah kepada-Nya” (ay. 18).
Pada masa-masa yang sulit dan menyakitkan, kita dapat mengalami kedekatan dengan Allah melalui cara yang ajaib.
Ketika Dia menolong kita untuk tunduk pada kehendak-Nya dalam sikap hati yang penuh doa, kita dapat mengalami penghiburan dan damai sejahtera di dalam Dia.
Amin.