Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Mazmur 130:1–8 Untuk W/KI, Pada Tuhan Ada Pengampunan

Clavel Lukas • Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:23 WIB

 

Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Saudari-saudari yang terkasih dalam Tuhan,

Sebagai wanita dan ibu, kita sering memikul banyak tanggung jawab.

Kita mengurus keluarga, mendampingi suami, membesarkan anak-anak, melayani di gereja, bahkan mungkin bekerja di luar rumah.

Di balik semua itu, sering kali ada pergumulan yang tidak terlihat orang lain.

Ada kelelahan batin, ada luka hati, ada rasa bersalah sebagai ibu yang merasa belum cukup baik, sebagai istri yang merasa kurang sempurna, atau sebagai pelayan Tuhan yang merasa gagal.

Mazmur 130 berbicara kepada hati yang seperti itu. Mazmur ini lahir dari sebuah jeritan yang dalam, tetapi berakhir dengan pengharapan yang besar.

Tema kita hari ini, “Pada Tuhan Ada Pengampunan,” menjadi kabar sukacita bagi setiap kita yang pernah merasa jatuh dan tidak layak.

Baca Juga: Renungan Mazmur 130:1–8, Pada Tuhan Ada Pengampunan

Baca Juga: Materi Khotbah Mazmur 130:1–8, Pada Tuhan Ada Pengampunan

Saudari-saudari yang terkasih dalam Tuhan,

Kitab Mazmur adalah kumpulan doa dan pujian umat Israel dalam berbagai situasi hidup.

Mazmur 130 termasuk dalam kelompok “Nyanyian Ziarah,” yang dinyanyikan umat Israel ketika mereka berjalan menuju Yerusalem untuk beribadah.

Banyak mazmur dikaitkan dengan Daud, walaupun tidak semua secara pasti ditulis olehnya.

Namun suasana dalam Mazmur 130 sangat menggambarkan doa pertobatan dan pengharapan yang mendalam.

Mazmur ini menunjukkan perjalanan iman:

dari kesadaran akan dosa → kepada permohonan → lalu kepada pengharapan → dan akhirnya pada keyakinan akan penebusan Tuhan.

Tema “Pada Tuhan Ada Pengampunan” menegaskan bahwa pengampunan bukan berasal dari usaha manusia, melainkan dari kasih setia Allah sendiri.


Pembahasan Ayat per Ayat

Ayat 1

“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN.”

“Jurang yang dalam” menggambarkan keadaan batin yang sangat tertekan.

Bagi seorang ibu atau wanita, jurang itu bisa berupa rasa kecewa terhadap diri sendiri, luka karena perkataan orang lain, atau beban dosa masa lalu.

Mazmur ini mengajarkan bahwa saat kita berada di titik terendah, kita tidak perlu pura-pura kuat.

Kita boleh berseru. Kita boleh menangis di hadapan Tuhan. Tuhan tidak menolak doa yang lahir dari hati yang hancur.

Ayat 2

“Tuhan, dengarkanlah suaraku!”

Ada kerinduan untuk didengar. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin ada saat kita merasa tidak dimengerti oleh keluarga atau lingkungan. Tetapi Tuhan selalu mendengar. Dia adalah Allah yang dekat.

Ayat 3

“Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?”

Ini adalah pengakuan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Sebagai ibu, mungkin kita pernah berkata kasar kepada anak.

Sebagai istri, mungkin kita pernah menyakiti hati suami. Sebagai pelayan Tuhan, mungkin kita pernah lalai.

Jika Tuhan menghitung semua kesalahan kita, tidak ada yang dapat bertahan.

Tetapi ayat ini membawa kita kepada kerendahan hati dan kesadaran bahwa kita membutuhkan anugerah Tuhan.

Ayat 4

“Tetapi pada-Mu ada pengampunan…”

Inilah pusat mazmur ini. Pengampunan itu ada pada Tuhan. Bukan sedikit, bukan terbatas. Tuhan tidak mudah menyerah terhadap kita.

Bagi W/KI GMIM, ini menjadi penghiburan besar. Tuhan tidak menilai kita hanya dari kegagalan kita. Dia melihat hati yang mau kembali dan bertobat.

Pengampunan Tuhan membuat kita takut akan Dia—bukan takut karena ancaman, tetapi hormat karena kasih-Nya.

Ayat 5-6

“Aku menanti-nantikan TUHAN…”

Menunggu Tuhan seperti penjaga menunggu pagi. Artinya, pemazmur yakin bahwa terang akan datang.

Dalam kehidupan keluarga, mungkin ada masalah yang belum selesai. Anak yang belum berubah. Suami yang masih bergumul. Situasi ekonomi yang sulit.

Mazmur ini mengajarkan kesabaran dan pengharapan. Tuhan bekerja, walaupun kita belum melihat hasilnya.

Ayat 7-8

“Pada TUHAN ada kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.”

Kasih setia Tuhan tidak pernah habis. Penebusan-Nya tidak terbatas. Tuhan bukan hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan.

Saudari-saudari yang dikasihi Tuhan,

Kisah yang sangat menyentuh adalah kisah Perempuan yang Berzinah.

Perempuan itu ditangkap dalam dosa dan dibawa kepada Yesus untuk dihukum. Semua orang siap melempar batu.

Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.”

Tidak ada yang melempar. Yesus berkata, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.”

Di situ ada dua hal: pengampunan dan panggilan untuk hidup baru. Itulah hati Tuhan.

Penutup

Saudari-saudari yang dikasihi Tuhan,

Tema hari ini harus kita simpan dalam hati: Pada Tuhan Ada Pengampunan.

Pengampunan Tuhan berarti kita tidak perlu hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Kita tidak perlu terus menyalahkan diri sendiri. Kita tidak perlu merasa tidak layak selamanya.

Sebagai wanita dan ibu, sering kali kita terlalu keras terhadap diri sendiri. Kita merasa harus sempurna.

Tetapi Tuhan tahu kelemahan kita. Dia tidak menuntut kesempurnaan, Dia menginginkan hati yang mau datang kepada-Nya.

Implikasi

  1. Hiduplah dalam pertobatan setiap hari. Jangan simpan dosa.

  2. Hiduplah dalam pengharapan, terutama dalam pergumulan keluarga.

  3. Belajarlah mengampuni suami, anak, dan sesama.

  4. Jadilah teladan kasih dan pengampunan di rumah dan gereja.

  5. Percayalah bahwa Tuhan mampu memulihkan apa yang rusak.

Ajakan

Jika hari ini ada rasa bersalah yang mengikat, lepaskanlah dalam doa.
Jika ada luka hati, serahkan kepada Tuhan.

Jika ada orang yang perlu diampuni, ambillah langkah pertama.

Mari kita menjadi wanita yang hidup dalam kasih karunia.

Mari kita menjadi ibu yang mengajarkan pengampunan kepada anak-anak.
Mari kita menjadi pelayan Tuhan yang mencerminkan hati Allah.

Karena sungguh,
Pada Tuhan ada pengampunan.

Pada Tuhan ada kasih setia.
Pada Tuhan ada penebusan yang berlimpah.

Kiranya setiap ibu dan wanita di W/KI GMIM pulang hari ini dengan hati yang dikuatkan, beban yang dilepaskan, dan iman yang diperbarui.

Amin.

Editor : Clavel Lukas
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #khotbah #GMIM #W/KI #Renungan GMIM #Renungan