Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan untuk Umat Katolik, Hari Rabu 11 Maret 2026, Bacaan I Ulangan 4:1,5-9, Bacaan Injil Matius 5:17-19

Fandy Gerungan • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:48 WIB

Photo
Photo

Pekan Prapaskah III (Warna Liturgi Ungu)

Bacaan I Ulangan 4:1,5-9

"Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.

Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.

Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?

Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 147:12-13,15-16,19-20

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!

Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.

Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Bacaan Injil Matius 5:17-19

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara/i dalam hidup sehari-hari, manusia sering melihat aturan sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan. Banyak orang merasa peraturan justru membuat hidup terasa sempit dan tidak nyaman.

Namun bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita melihat hukum Tuhan dari sudut pandang yang berbeda: bukan sebagai beban, melainkan sebagai jalan menuju kehidupan yang benar dan penuh kebijaksanaan.

Dalam bacaan pertama dari kitab Ulangan, umat diajak untuk mendengarkan dan menjalankan ketetapan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Perintah-perintah itu bukan sekadar aturan kosong, tetapi pedoman hidup yang menjaga manusia agar tidak tersesat.

Dengan hidup menurut kehendak Tuhan, umat akan menemukan kehidupan yang lebih terarah dan penuh makna.

Yang menarik, hukum Tuhan juga digambarkan sebagai tanda kebijaksanaan. Ketika umat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, kehidupan mereka menjadi kesaksian bagi orang lain.

Bangsa-bangsa lain akan melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda: cara hidup yang adil, penuh pertimbangan, dan dipenuhi rasa hormat kepada Tuhan.

Selain itu, umat diingatkan untuk tidak melupakan pengalaman mereka bersama Tuhan. Semua karya Tuhan dalam hidup mereka harus terus diingat dan bahkan diceritakan kepada generasi berikutnya.

Iman tidak boleh berhenti pada satu generasi saja. Iman harus diwariskan, diceritakan, dan dihidupi agar tetap hidup dalam keluarga dan masyarakat.

Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa Ia tidak datang untuk meniadakan hukum Tuhan. Sebaliknya, Ia datang untuk menyempurnakan dan menggenapinya. Artinya, hukum Tuhan tidak hanya soal aturan lahiriah, tetapi menyentuh hati manusia yang paling dalam.

Yesus mengajak orang untuk tidak hanya mengetahui perintah Tuhan, tetapi benar-benar menghidupinya. Bahkan hal-hal yang tampak kecil pun memiliki arti penting dalam hidup iman. Kesetiaan dalam perkara kecil menunjukkan kesungguhan hati seseorang dalam mengikuti Tuhan.

Sering kali manusia berpikir bahwa hal-hal kecil tidak terlalu penting. Padahal justru dari hal-hal kecil itulah karakter seseorang terbentuk. Kejujuran dalam hal sederhana, kesetiaan dalam tanggung jawab kecil, kesabaran dalam situasi sehari-hari—semua itu membentuk kehidupan iman yang nyata.

Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang mengetahui ajaran Tuhan, tetapi tentang menghidupi ajaran itu setiap hari. Kita dipanggil bukan hanya menjadi orang yang tahu banyak tentang Tuhan, tetapi menjadi orang yang benar-benar menjalankan kehendak-Nya dalam tindakan.

Selain itu, kita juga diingatkan akan tanggung jawab untuk meneruskan iman kepada generasi berikutnya. Anak-anak, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita sering kali belajar bukan dari kata-kata kita, tetapi dari cara kita hidup.

Semoga melalui sabda Tuhan hari ini kita semakin menyadari bahwa perintah Tuhan bukanlah beban, melainkan jalan menuju kehidupan yang bijaksana dan penuh berkat. Ketika kita hidup seturut kehendak Tuhan, hidup kita sendiri akan menjadi kesaksian yang membawa orang lain semakin dekat kepada-Nya. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Renungan