Pembacaan Alkitab: Matius 4:5–11
TEMA: TAWARAN
"Lalu berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah." (Matius 4:10)
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan ini kita sering diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Pilihan itu kadang terlihat sederhana, tetapi ada juga pilihan yang sangat menentukan arah hidup seseorang.
Tidak jarang pilihan tersebut muncul dalam bentuk tawaran yang tampak menguntungkan, menarik, bahkan menjanjikan kehidupan yang lebih baik.
Namun tidak semua tawaran membawa kebaikan. Ada tawaran yang justru menjauhkan manusia dari nilai kebenaran dan dari kehendak Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan banyak contoh tentang bagaimana sebuah tawaran dapat menggoda manusia untuk meninggalkan prinsip hidupnya. Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah dalam dunia film dan cerita yang sering menggambarkan pergumulan manusia antara kesetiaan dan godaan.
Salah satu film yang menggambarkan hal tersebut adalah film S.W.A.T., sebuah film aksi yang penuh ketegangan dan kejutan. Film ini menceritakan tentang sebuah unit kepolisian elite di Los Angeles yang memiliki kemampuan taktis khusus dalam menangani situasi berbahaya.
Unit ini dikenal dengan nama SWAT, singkatan dari Special Weapons and Tactics. Mereka adalah tim yang dilatih untuk menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi demi menjaga keamanan masyarakat.
Dalam alur cerita film tersebut, sebuah tim SWAT mendapat tugas penting untuk mengawal seorang gembong narkoba internasional bernama Alexander Montel. Ia adalah penjahat besar yang memiliki jaringan kriminal luas. Tugas pengawalan ini tentu sangat penting dan berbahaya.
Namun di tengah perjalanan tugas tersebut, muncul sebuah pengkhianatan yang mengejutkan. Salah satu anggota tim SWAT, Brian Gamble, tergoda oleh sebuah tawaran yang sangat besar. Ia dijanjikan uang sebanyak 100 juta dolar jika berhasil membantu membebaskan penjahat tersebut.
Iming-iming uang yang begitu besar membuat Gamble kehilangan arah. Ia melupakan tanggung jawabnya sebagai polisi. Ia bahkan rela mengkhianati rekan-rekannya sendiri dan melanggar hukum yang seharusnya ia tegakkan. Ia berpikir bahwa uang sebesar itu akan mengubah hidupnya secara total dan membuatnya memiliki kehidupan yang lebih baik.
Kisah ini menggambarkan dengan jelas bagaimana sebuah tawaran dapat menggoda seseorang untuk meninggalkan kesetiaan dan nilai-nilai kebenaran. Tawaran yang tampak menguntungkan itu akhirnya membawa kehancuran.
Saudara-saudara, apa yang kita lihat dalam cerita film tersebut sebenarnya juga terjadi dalam kehidupan nyata. Banyak orang jatuh bukan karena mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, tetapi karena mereka tergoda oleh tawaran yang tampak menguntungkan.
Ada orang yang tergoda oleh uang sehingga rela melakukan korupsi. Ada yang tergoda oleh jabatan sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Ada pula yang tergoda oleh kekuasaan sehingga mengorbankan kejujuran dan kebenaran.
Tawaran-tawaran seperti ini sering kali tampak sangat menarik. Tawaran itu seolah menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Namun di balik semua itu ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar: yaitu kehilangan integritas, kehilangan iman, bahkan kehilangan hubungan dengan Tuhan.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini dalam Matius 4:5–11 juga berbicara tentang sebuah tawaran. Tawaran itu tidak datang dari manusia, tetapi dari Iblis sendiri. Tawaran itu ditujukan kepada Tuhan Yesus ketika Ia sedang berada di padang gurun.
Setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, Yesus mengalami kelaparan. Pada saat itulah Iblis datang untuk mencobai-Nya. Iblis mencoba menggoda Yesus dengan berbagai tawaran yang tampaknya menarik.
Salah satu tawaran yang paling besar adalah ketika Iblis menunjukkan kepada Yesus semua kerajaan dunia dan kemegahannya. Iblis berkata bahwa semua itu akan diberikan kepada Yesus jika Ia mau sujud menyembahnya.
Bayangkan betapa besar tawaran itu. Kekuasaan atas seluruh dunia ditawarkan kepada Yesus. Kekayaan, kemegahan, dan kekuasaan duniawi tersedia hanya dengan satu syarat: Yesus harus menyembah Iblis.
Secara manusiawi, tawaran itu tampak sangat menggiurkan. Namun Yesus tidak tergoda oleh tawaran tersebut. Ia tidak memilih jalan pintas untuk mendapatkan kekuasaan dunia.
Sebaliknya, Yesus memberikan jawaban yang sangat tegas:
"Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah."
Jawaban Yesus menunjukkan kesetiaan yang mutlak kepada Allah. Ia tidak mau menukar kebenaran dengan tawaran duniawi. Ia tidak mau menyembah siapa pun selain Tuhan.
Dari sikap Yesus ini kita belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita.
Saudara-saudara, Iblis masih bekerja hingga hari ini. Ia tidak selalu datang dengan cara yang menakutkan. Sering kali ia datang melalui berbagai tawaran yang tampak menarik dan menguntungkan.
Tawaran itu bisa berupa kesempatan mendapatkan keuntungan besar dengan cara yang tidak jujur. Tawaran itu bisa berupa jalan pintas untuk mencapai kesuksesan tanpa harus melalui proses yang benar. Tawaran itu bisa juga berupa godaan untuk mengorbankan iman demi kenyamanan hidup.
Godaan seperti ini sering kali muncul secara halus. Pada awalnya mungkin terlihat kecil dan tidak berbahaya. Namun jika kita tidak waspada, tawaran itu bisa menjauhkan kita dari Tuhan sedikit demi sedikit.
Karena itu kita perlu belajar dari teladan Tuhan Yesus. Ketika menghadapi godaan, Yesus tidak menggunakan kekuatan manusia semata. Ia menggunakan firman Tuhan sebagai dasar untuk menolak godaan tersebut.
Setiap kali Iblis mencobai-Nya, Yesus menjawab dengan kalimat: “Ada tertulis.” Ini menunjukkan bahwa firman Tuhan menjadi pegangan hidup Yesus.
Firman Tuhan memberi kita kekuatan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Firman Tuhan menolong kita untuk tetap setia ketika godaan datang.
Saudara-saudara, dalam kehidupan kita mungkin tidak ditawari kekuasaan atas seluruh dunia seperti yang dialami Yesus. Namun kita tetap menghadapi berbagai tawaran setiap hari.
Ada tawaran untuk memilih jalan yang mudah tetapi tidak benar.
Ada tawaran untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak jujur.
Ada tawaran untuk mengabaikan iman demi kepentingan pribadi.
Dalam menghadapi semua itu kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: apakah kita tetap setia kepada Tuhan atau tergoda oleh tawaran dunia?
Kesetiaan kepada Tuhan memang tidak selalu mudah. Kadang-kadang kita harus menolak sesuatu yang tampak menguntungkan. Kadang-kadang kita harus memilih jalan yang lebih sulit.
Namun kesetiaan kepada Tuhan selalu membawa berkat yang sejati. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang-orang yang tetap setia kepada-Nya.
Ketika Yesus menolak tawaran Iblis, Alkitab mengatakan bahwa Iblis akhirnya pergi meninggalkan-Nya dan malaikat-malaikat datang melayani-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu memelihara mereka yang tetap setia kepada-Nya.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap berbagai tawaran yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Tidak semua yang terlihat baik di mata dunia benar di hadapan Tuhan.
Karena itu marilah kita menjaga hati dan iman kita. Peganglah firman Tuhan sebagai dasar hidup kita. Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita mampu membuat keputusan yang benar.
Ketika kita dihadapkan pada berbagai tawaran dunia, biarlah kita memiliki keberanian untuk berkata seperti Tuhan Yesus: “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah.”
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap setia kepada-Nya dalam setiap situasi kehidupan. Amin.
Doa : Tuhan yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu yang mengingatkan kami untuk tetap setia kepada-Mu. Tolong kami agar tidak tergoda oleh tawaran dunia yang menjauhkan kami dari kehendak-Mu. Kuatkan iman kami untuk selalu memilih kebenaran dan hidup seturut firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Clavel Lukas