Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sabda Bina Umat, GPIB, Selasa, 24 Maret 2026, Mazmur 97:9-12 KasihNya Memelihara Orang Benar

Alfianne Lumantow • Senin, 23 Maret 2026 | 10:50 WIB

Logo GPIB.
Logo GPIB.

Pembacaan Alkitab : Mazmur 97:9-12
TEMA : KASIH-NYA MEMELIHARA ORANG BENAR

Sobat muda yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang penuh dengan dinamika. Dunia bergerak cepat, teknologi berkembang pesat, dan kehidupan sosial semakin terbuka. Media sosial menjadi “panggung besar” tempat banyak orang menunjukkan siapa diri mereka, apa yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka ingin dilihat oleh orang lain.

Di tengah situasi seperti ini, seringkali muncul pertanyaan dalam hati kita:
Apakah masih ada tempat bagi orang yang tulus?
Apakah kebaikan masih dihargai?
Mengapa orang yang jujur justru sering tersisih, sementara yang tidak benar justru terlihat berhasil?

Firman Tuhan hari ini memberikan jawaban yang menenangkan sekaligus menguatkan:
“Terang sudah terbit bagi orang benar dan sukacita bagi orang yang tulus hati.” (Mazmur 97:11)

Ini adalah janji Tuhan. Bukan sekadar kata-kata penghiburan, tetapi kebenaran yang pasti digenapi.

Sobat muda, Mazmur ini menggambarkan dua kelompok yang sering kita temui dalam kehidupan: orang benar dan orang fasik.

Orang benar adalah mereka yang hidup dengan tulus, jujur, dan takut akan Tuhan. Mereka tidak sempurna, tetapi mereka berusaha hidup sesuai kehendak Tuhan.

Sementara orang fasik adalah mereka yang hidup tanpa takut akan Tuhan, bahkan seringkali melakukan kejahatan, penindasan, dan ketidakadilan.

Yang menjadi pergumulan adalah: dalam kenyataan hidup, seringkali orang fasik terlihat lebih kuat. Mereka lebih berani. Mereka lebih vokal. Mereka lebih menonjol. Mereka seolah menguasai “panggung kehidupan”.

Sementara itu, orang benar seringkali berada di balik layar. Mereka tidak banyak bicara.
Mereka tidak mencari perhatian. Mereka memilih diam daripada memperkeruh keadaan.

Sobat muda, Ilustrasi yang sangat menarik dalam perenungan ini adalah tentang panggung. Dunia ini seperti sebuah panggung besar. Banyak orang ingin tampil di atas panggung—ingin dilihat, dikenal, dipuji, dan dihargai.

Di media sosial, kita bisa melihat “panggung” itu dengan sangat jelas. Banyak orang berlomba-lomba untuk tampil: menunjukkan keberhasilan, kekayaan, popularitas, bahkan kebaikan yang dilakukan.

Namun, orang benar seringkali tidak tertarik dengan panggung itu. Mereka lebih memilih bekerja di balik layar. Mereka melakukan kebaikan tanpa perlu diketahui orang banyak.
Mereka setia dalam hal-hal kecil yang tidak terlihat.

Akibatnya, mereka sering disalahpahami. Dianggap lemah. Dianggap tidak berani.
Dianggap tidak punya pengaruh. Bahkan dalam beberapa situasi, mereka menjadi sasaran.

Sobat muda, Mungkin ada di antara kita yang pernah mengalami hal seperti ini. Ketika kita memilih jujur, kita malah dirugikan. Ketika kita memilih diam, kita malah diserang. Ketika kita berbuat baik, kita malah dikhianati.

Rasanya tidak adil. Tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan kita: Tuhan melihat semuanya. Mazmur ini dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan mengasihi dan memelihara orang benar.

Artinya, Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap apa yang kita alami. Tuhan tahu perjuangan kita. Tuhan tahu luka kita. Tuhan tahu ketulusan hati kita. Dan yang lebih penting, Tuhan memelihara kita.

Sobat muda, Kata “memelihara” bukan berarti hidup kita akan selalu mudah. Memelihara berarti Tuhan menjaga, melindungi, dan menuntun kita, bahkan di tengah kesulitan.

Memelihara berarti Tuhan tidak akan membiarkan kita hancur. Memelihara berarti Tuhan tetap bekerja, meskipun kita tidak melihatnya secara langsung. Mazmur ini juga mengatakan bahwa terang sudah terbit bagi orang benar.

Terang adalah simbol harapan. Ketika kita berada dalam kegelapan, satu sinar terang saja sudah cukup untuk memberi arah. Tuhan berjanji bahwa terang itu akan terbit bagi orang benar.

Artinya, tidak selamanya kita berada dalam kegelapan. Tidak selamanya kita diperlakukan tidak adil. Tidak selamanya kebenaran tertutup. Akan ada waktunya Tuhan menyatakan kebenaran itu.

Sobat muda yang dikasihi Tuhan, Hal ini sangat penting untuk kita pegang, terutama dalam kehidupan sebagai anak muda di zaman sekarang. Kita hidup di era di mana validasi sering diukur dari “like”, “view”, dan “followers”.

Orang yang terlihat di depan layar sering dianggap lebih berhasil. Orang yang viral dianggap lebih berpengaruh. Tetapi Tuhan tidak menilai seperti itu. Tuhan melihat hati. Tuhan melihat ketulusan. Tuhan melihat kesetiaan dalam hal-hal kecil.

Sobat muda, Jangan tergoda untuk meninggalkan kebenaran hanya karena ingin diakui. Jangan mengorbankan ketulusan hanya demi popularitas. Jangan ikut arus dunia yang salah hanya karena takut tertinggal.

Ingat, kasih Tuhan memelihara orang benar. Bukan popularitas yang menjaga hidup kita, tetapi Tuhan. Bukan pengakuan manusia yang memberi sukacita sejati, tetapi Tuhan.

Sobat muda, Mazmur ini juga mengajak kita untuk membenci kejahatan dan mencintai kebenaran. Ini bukan hal yang mudah. Kadang kita tergoda untuk ikut kompromi.
Kadang kita ingin “aman” dengan mengikuti arus. Kadang kita takut berbeda.

Tetapi sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk berdiri teguh. Bukan dengan kesombongan, tetapi dengan kerendahan hati. Bukan dengan kebencian, tetapi dengan kasih. Bukan dengan kekerasan, tetapi dengan kebenaran.

Sobat muda, Ada satu hal yang perlu kita ingat: menjadi orang benar bukan berarti kita tidak pernah terluka. Justru seringkali orang benar mengalami lebih banyak tantangan.

Tetapi di situlah kita belajar percaya. Percaya bahwa Tuhan melihat. Percaya bahwa Tuhan peduli. Percaya bahwa Tuhan memelihara. Dan pada waktunya, Tuhan akan memberikan sukacita.

Mazmur ini mengatakan: “sukacita bagi orang yang tulus hati.” Sukacita ini bukan berasal dari keadaan luar, tetapi dari hubungan dengan Tuhan. Sukacita ini tidak tergantung pada apa yang orang katakan. Sukacita ini tidak bergantung pada situasi. Sukacita ini berasal dari Tuhan sendiri.

Sobat muda yang terkasih, Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing: Apakah kita masih hidup dalam ketulusan? Apakah kita masih berani memilih kebenaran? Apakah kita masih percaya bahwa Tuhan memelihara kita?

Jika hari ini kita merasa lelah, Tuhan menguatkan. Jika hari ini kita merasa tidak dihargai, Tuhan melihat. Jika hari ini kita merasa sendirian, Tuhan menyertai. Dan jika hari ini kita merasa hampir menyerah, ingatlah: Terang Tuhan sudah terbit bagi kita.

Sobat muda, Tetaplah menjadi pribadi yang tulus. Tetaplah berbuat baik, meskipun tidak dilihat orang. Tetaplah setia, meskipun tidak dihargai. Karena pada akhirnya, bukan manusia yang menentukan nilai hidup kita, tetapi Tuhan.

Dan Tuhan berjanji untuk memelihara kita. Kiranya kita semua menjadi generasi muda yang hidup dalam kebenaran, berjalan dalam terang Tuhan, dan mengalami sukacita sejati dalam kasih-Nya. Amin.

Doa : Tuhan yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kuatkan kami untuk tetap hidup benar dan tulus di hadapan-Mu. Peliharalah hati dan langkah kami dalam setiap pergumulan. Berikan kami sukacita sejati dari-Mu. Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Editor : Clavel Lukas
#GPIB