Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah Pantekosta 2 Korintus 4:16-17 Pdt Yvonne Awuy Lantu, Jangan Tawar Hati, Roh Tetap Diperbaharui

Deiby Rotinsulu • Selasa, 31 Maret 2026 | 15:07 WIB

Pdt. Yvonne Indria Awuy Lantu adalah Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara
Pdt. Yvonne Indria Awuy Lantu adalah Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara

Firman Tuhan

2 korintus 4:16 Tidak tawar hati, sekalipun manusia batiniah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbaharui dari sehari ke sehari.

2 korintus 4:17 kala kita mengalami penderitaan, tapi dari setiap penderitaan Tuhan sedang mengerjakan bagi kita kemuliaan yang kekal.

2 korintus 4:18 perhatikan bukan hanya yang kelihatan, Jangan hanya perhatikan yang saat ini,

Yang kelihatan sifatnya sementara tapi yang tak kelihatan itu kekal.


Isi Khotbah

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tidak tawar hati, sekalipun kita menyadari bahwa manusia jasmani kita semakin hari semakin merosot.

Memang, ada waktunya tubuh jasmani kita mengalami penurunan—karena kelelahan, penyakit, atau pertambahan usia.

Itu adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia. Namun, yang menjadi penekanan firman Tuhan adalah: meskipun jasmani merosot, rohani kita harus tetap bertumbuh dan semakin kuat.

Rasul Paulus memberikan teladan. Di tengah penderitaan dan pencobaan yang berat, ia tidak menjadi lemah atau putus asa. Justru sebaliknya, ia semakin kuat dalam kerohanian.

Kehidupan manusia secara jasmani memang akan terus mengalami penurunan. Tubuh bisa lelah, lemah, dan terbatas.

Tetapi manusia batiniah kita harus terus diperbaharui setiap hari. Mengapa? Karena kita sedang dipersiapkan untuk bertemu dengan kekasih mempelai sorga kita.

Kita adalah gereja Tuhan yang sedang diproses menuju kesempurnaan.

Saudara, kehidupan jasmani kita bisa naik turun. Namun kerohanian kita tidak boleh ikut turun. Justru harus terus bertumbuh. Caranya adalah dengan hidup dekat dengan Tuhan, sehingga manusia batiniah kita menjadi kuat.

Ingatlah:
Yang jasmani akan tinggal di dunia ini, tetapi yang rohani akan kita bawa sampai kepada kekekalan.

Baca Juga: Khotbah Pantekosta 1 Timotius 4:1–5 Pdt Yvonne Awuy Lantu, Tetap Teguh di Tengah Zaman yang Tidak Menentu

Kita lahir dalam keadaan membutuhkan pertolongan orang lain, dan saat kita mati pun, kita masih membutuhkan orang lain untuk menguburkan kita.

Artinya, tidak ada yang bisa kita banggakan dari diri manusia.

Namun firman Tuhan memberi penghiburan:

2 korintus 4:17 kala kita mengalami penderitaan, tapi dari setiap penderitaan Tuhan sedang mengerjakan bagi kita kemuliaan yang kekal.

Setiap penderitaan yang kita alami bukanlah sia-sia. Tuhan sedang bekerja. Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang mulia dan kekal bagi kita.

Karena itu, firman Tuhan mengingatkan lagi:

2 korintus 4:18 perhatikan bukan hanya yang kelihatan, Jangan hanya perhatikan yang saat ini,

Yang kelihatan sifatnya sementara tapi yang tak kelihatan itu kekal.

Saudara, jangan hanya fokus pada apa yang terlihat sekarang—masalah, kesulitan, penderitaan. Semua itu sementara.

Tetapi yang tidak terlihat—yaitu pekerjaan Tuhan dalam hidup kita—itu bersifat kekal.


Penutup

Mari kita tetap kuat dalam iman.
Jangan tawar hati.
Walaupun jasmani kita melemah, biarlah roh kita semakin hari semakin diperbaharui.

Tetap setia, tetap berharap, dan tetap berjalan bersama Tuhan. Amin (*)

 
 
 
 
Editor : Deiby Rotinsulu
#2 Korintus 4 Ayat 16 Sampai 17 #Pdt Yvonne Awuy Lantu #Khotbah Pantekosta