Dari Sindiran Judol hingga Doa Jodoh: Spanduk Lucu dan Kreatif Ramaikan Selebrasi Paskah Pemuda GMIM
Kenjiro Tanos• Senin, 6 April 2026 | 18:24 WIB
Spanduk lucu dan kreatif di Selebrasi Paskah Pemuda Sinode GMIM 2026
MANADOPOST.ID - Suasana Selebrasi Paskah Pemuda Sinode GMIM yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-100 Pemuda GMIM di Manado, Senin (6/4/2026), tak hanya dipenuhi nuansa ibadah dan kebersamaan, tetapi juga dihiasi aksi kreatif para peserta yang sukses mencuri perhatian publik.
Ribuan pemuda yang memadati Lapangan Sparta Tikala sejak pagi, datang dari berbagai wilayah pelayanan seperti Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara hingga Minahasa Tenggara.
Mereka hadir dengan semangat tinggi, menempuh perjalanan jauh demi merayakan momentum satu abad pelayanan Pemuda GMIM.
Spanduk lucu dan kreatif di Selebrasi Paskah Pemuda Sinode GMIM 2026
Namun di balik khidmatnya ibadah agung yang dipimpin Sekretaris Umum MPH PGI, Pdt Darwin Darmawan, suasana berubah semakin semarak saat pawai Paskah dimulai.
Ribuan peserta bergerak menuju Lapangan Sindulang Mas dengan iring-iringan kendaraan yang dihias unik—terutama spanduk-spanduk kreatif di bagian belakang mobil.
Sejumlah tulisan yang dibawa peserta menjadi sorotan karena dinilai unik, lucu, sekaligus penuh pesan moral.
Ada yang mengangkat kampanye sosial seperti penolakan terhadap judi online (judol) dan minuman keras (miras), hingga pesan-pesan reflektif bernuansa rohani.
Tak sedikit pula peserta yang menyelipkan humor ringan bertema kehidupan anak muda, termasuk soal jodoh.
Tulisan-tulisan seperti ajakan mendekat kepada Tuhan hingga sindiran halus tentang menunggu pasangan hidup menjadi daya tarik tersendiri di tengah keramaian pawai.
Aksi ini pun langsung menyita perhatian warga yang menyaksikan di sepanjang rute.
Banyak yang mengabadikan momen tersebut dan membagikannya di media sosial, membuat suasana selebrasi semakin viral.
Fenomena spanduk kreatif ini menunjukkan bahwa generasi muda GMIM tidak hanya merayakan iman secara formal, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan cara yang relevan, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di Lapangan Sindulang Mas, rangkaian acara berlanjut dengan penuh sukacita.
Meski cuaca panas dan kelelahan tak terhindarkan, semangat kebersamaan tetap terasa kuat—menjadi simbol perjalanan panjang Pemuda GMIM selama 100 tahun dalam melayani dan memberi dampak bagi masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa perayaan keagamaan dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan makna, bahkan mampu menjangkau generasi yang lebih luas melalui pendekatan yang segar dan inspiratif. (tkg)