Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Umat Katolik, Hari Minggu 19 April 2026, Hari Minggu Paskah III

Fandy Gerungan • Selasa, 14 April 2026 | 09:12 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Hari Minggu Paskah III (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 2:14,22-33

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,

sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.

Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.

Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur  16:1-2a,5,7-8,9-10,11

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Bacaan II 1 Petrus 1:17-21

Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bacaan Injil Lukas 24:13-35

Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,

dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"

Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,

dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.

Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.

Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."

Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, ada saat dalam hidup di mana kita berjalan tetapi hati kita terasa berat. Langkah tetap maju, tetapi batin seperti tertinggal di belakang. 

Kita pernah berharap, pernah percaya, tetapi kenyataan tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan. Itulah gambaran perjalanan manusia. Bukan hanya dua murid yang menuju Emaus, tetapi kita semua.

Kita sering berjalan sambil membawa kekecewaan. Kita berbicara, berdiskusi, mencari jawaban tetapi tetap tidak menemukan damai. Bahkan kadang, kita merasa Tuhan jauh dari hidup kita.

Padahal sebenarnya, Tuhan tidak pernah jauh. Ia hadir berjalan bersama kita mendengarkan setiap keluhan kita meskipun kita tidak selalu menyadarinya.

Seringkali masalahnya bukan pada kehadiran Tuhan, tetapi pada hati kita yang tertutup. Kita terlalu fokus pada luka, pada kegagalan, pada apa yang hilang sehingga kita tidak mampu melihat apa yang sebenarnya sedang Tuhan kerjakan.

Saudara-saudari, dalam bacaan pertama, kita melihat bagaimana para rasul menghadapi situasi yang tidak mudah. Ada keluhan, ada ketidakpuasan, ada ketegangan dalam komunitas. 

Namun mereka tidak lari dari masalah. Mereka menghadapinya dengan kebijaksanaan dan keterbukaan.

Mereka belajar bahwa karya Tuhan tidak berhenti karena masalah. Justru melalui keterbatasan manusia, Tuhan tetap bekerja dan menumbuhkan Gereja-Nya.

Ini menjadi pengingat bagi kita. Bahwa hidup beriman bukan berarti tanpa masalah, tetapi belajar melihat Tuhan yang tetap berkarya di tengah masalah.

Dalam bacaan kedua, kita diingatkan bahwa hidup kita memiliki nilai yang sangat besar. Kita bukan hidup secara kebetulan. Kita ditebus dengan kasih yang begitu dalam.

Karena itu, hidup kita bukan untuk dijalani dengan putus asa, tetapi dengan harapan. Dan Injil hari ini membawa kita pada titik yang sangat indah.

Ketika hati mulai terbuka ketika kita memberi ruang bagi Tuhan di situlah terjadi perjumpaan yang mengubah segalanya. Hati yang tadinya dingin menjadi berkobar.

Langkah yang tadinya berat menjadi ringan. Dan arah yang tadinya kabur menjadi jelas.

Saudara-saudari terkasih,

Mungkin hari ini kita sedang berada dalam perjalanan kita masing-masing. Ada yang sedang lelah, ada yang sedang bingung, ada yang sedang kecewa.

Namun jangan lupa, Tuhan sedang berjalan bersama kita. Ia tidak tergesa-gesa. Ia tidak memaksa. Ia menunggu sampai kita membuka hati dan berkata, “Tinggallah bersama kami.”

Dan ketika itu kita lakukan, kita akan mengalami sesuatu yang luar biasa:
kita tidak lagi berjalan sendirian. Semoga hari ini kita diberi rahmat untuk mengenali kehadiran Tuhan dalam hidup kita, bahkan dalam hal-hal sederhana.

Dan semoga hati kita terus berkobar karena kita tahu, Tuhan hidup, dan Ia berjalan bersama kita. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #Renungan