Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Minggu 3 Mei 2026, Hari Minggu Paskah Ke V

Fandy Gerungan • Rabu, 29 April 2026 | 10:25 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Hari Minggu Paskah V (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 6:1-7

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.

Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,

dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."

Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.

Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Tuhan

Mazmur 33:1-2,4-5,18-19

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.

Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,

untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan II 1 Petrus 2:4-9

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bacaan Injil Yohanes 14:1-12

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."

Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, bacaan hari ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Masa muda adalah masa penuh semangat, mimpi, pencarian jati diri, tetapi juga sering dipenuhi kebingungan, tekanan, dan rasa gelisah tentang masa depan. 

Kadang kita bertanya: aku harus jadi apa, ke mana arah hidupku, siapa yang sungguh peduli padaku?. Injil hari ini mengingatkan bahwa ketika hati gelisah, Tuhan tidak menjauh. Justru Ia hadir dan menenangkan. 

Yesus menunjukkan bahwa hidup tidak harus selalu dipahami semuanya sekaligus. Kadang kita ingin semua rencana jelas sekarang juga: karier, pasangan, studi, masa depan. Tetapi Tuhan mengajak kita percaya langkah demi langkah. Bersama-Nya, jalan akan selalu ada.

Bacaan pertama juga mengajarkan bahwa komunitas yang baik bukan komunitas tanpa masalah, tetapi komunitas yang mau mencari solusi bersama. Orang muda sering hidup di tengah pertemanan, organisasi, pelayanan, dan kelompok. 

Di sana pasti ada salah paham, iri hati, atau merasa tidak dihargai. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita bukan menjadi penyebar drama, tetapi pembawa damai. Bukan suka mengeluh, tetapi siap membantu.

Dalam bacaan kedua, kita diingatkan bahwa kita adalah batu hidup. Artinya, hidupmu berharga. Kamu bukan orang gagal, bukan sekadar penonton, bukan orang yang tidak penting. 

Tuhan punya tempat khusus untukmu dalam rencana-Nya. Talenta, pengalaman, bahkan luka hidupmu bisa dipakai Tuhan menjadi berkat bagi orang lain.

Sebagai orang muda, jangan takut jika hidup belum sempurna. Jangan minder jika perjalananmu berbeda dari orang lain. Jangan merasa terlambat. Tuhan tidak menilai hidupmu dari seberapa cepat kamu sukses, tetapi dari seberapa setia kamu berjalan bersama-Nya.

Hari ini, Tuhan memanggil orang muda Katolik untuk menjadi terang: di sekolah, kampus, tempat kerja, media sosial, dan keluarga. Jadilah pribadi yang membawa semangat, kejujuran, kasih, dan harapan. Dunia tidak hanya butuh orang pintar, tetapi juga orang muda yang punya hati baik.

Jadi kalau hari ini kamu sedang bingung, lelah, atau kehilangan arah, ingatlah satu hal: Tuhan masih berjalan bersamamu. Selama kamu tetap melangkah bersama-Nya, masa depanmu ada di tangan yang tepat. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan