Pembacaan Alkitab: Kolose 3:16-17
TEMA: IMAN NYATA MELALUI PERKATAAN DAN PERBUATAN
“Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus….” (ay.17)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang berkata, “Yang penting hati saya percaya.”
Kalimat ini terdengar benar, tetapi jika kita berhenti di situ saja, kita sedang kehilangan inti dari iman yang sejati. Iman bukan hanya soal apa yang kita yakini dalam hati, tetapi juga bagaimana kita hidup setiap hari.
Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa iman yang sejati tidak pernah berhenti pada pengakuan. Iman yang hidup akan selalu tampak dalam tindakan.
Surat Yakobus berkata: “Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.” Artinya, iman yang tidak menghasilkan perubahan dalam hidup adalah iman yang kosong.
Saudara-saudari, Rasul Paulus dalam Kolose 3:16-17 memberikan arah yang sangat jelas tentang bagaimana iman itu diwujudkan. Ia berkata: “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.” Ini adalah dasar dari kehidupan iman.
Apa artinya “perkataan Kristus diam”? Kata “diam” di sini berarti tinggal, menetap, bahkan menguasai. Firman Tuhan bukan sekadar singgah di telinga kita setiap hari Minggu, tetapi harus tinggal dalam hati kita. Firman itu harus menjadi bagian dari hidup kita, membentuk cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak.
Banyak orang mendengar firman Tuhan, tetapi tidak membiarkannya tinggal. Firman hanya lewat, tidak mengakar. Akibatnya, hidup tidak berubah. Kita mungkin tahu banyak ayat, tetapi tidak menghidupinya.
Padahal, ketika firman Kristus benar-benar tinggal dalam diri kita, sesuatu akan berubah. Pikiran kita diperbaharui. Cara pandang kita berubah. Nilai hidup kita menjadi berbeda dari dunia.
Saudara-saudari, Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa kita harus “saling mengajar dan menegur dengan segala hikmat, dan sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
Di sini kita melihat bahwa iman yang hidup akan terlihat melalui perkataan. Perkataan adalah cerminan isi hati. Apa yang memenuhi hati kita, itulah yang keluar dari mulut kita.
Jika hati kita dipenuhi oleh firman Kristus, maka perkataan kita akan membangun, menguatkan, dan memberkati.
Namun jika hati kita masih dipenuhi oleh kepahitan, iri hati, dan kemarahan, maka perkataan kita akan melukai, menjatuhkan, dan merusak.
Saudara-saudari, Mari kita jujur: berapa sering kita berkata-kata yang tidak membangun? Berapa sering kita mengkritik, mengeluh, atau bahkan menyakiti orang lain dengan kata-kata kita?
Kadang kita tidak sadar bahwa kata-kata kita bisa menjadi sumber luka bagi orang lain. Satu kalimat yang kita ucapkan bisa tinggal lama di hati seseorang.
Karena itu, Paulus mengingatkan agar perkataan kita dipenuhi hikmat dan ucapan syukur. Orang yang hidup dalam iman akan menggunakan mulutnya untuk memuliakan Tuhan dan membangun sesama. Iman yang sejati akan terdengar dari cara kita berbicara.
Saudara-saudari, Namun Paulus tidak berhenti pada perkataan. Ia melanjutkan dalam ayat 17: “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus.”
Ini adalah panggilan yang sangat luas dan mendalam. “Segala sesuatu” berarti tidak ada bagian hidup kita yang terpisah dari iman. Iman bukan hanya untuk di gereja, tetapi juga di rumah, di tempat kerja, di sekolah, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari.
Apa artinya melakukan segala sesuatu “dalam nama Tuhan Yesus”? Ini berarti kita hidup sebagai wakil Kristus. Setiap tindakan kita mencerminkan siapa yang kita ikuti.
Ketika kita berkata atau bertindak, orang lain seharusnya dapat melihat Kristus di dalam kita. Ini adalah tanggung jawab yang besar.
Saudara-saudari, Bayangkan jika setiap perkataan kita kita ucapkan dalam nama Yesus. Apakah kita masih akan berkata kasar? Apakah kita masih akan menyebarkan gosip?
Bayangkan jika setiap tindakan kita kita lakukan dalam nama Yesus. Apakah kita masih akan berlaku tidak jujur? Apakah kita masih akan menyakiti orang lain?
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk hidup dengan kesadaran bahwa setiap aspek hidup kita adalah kesaksian.
Iman bukan hanya apa yang kita katakan tentang Tuhan, tetapi bagaimana kita mencerminkan Tuhan dalam hidup kita.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Iman yang nyata akan terlihat dalam perbuatan kasih. Kita dipanggil untuk peduli terhadap sesama, menolong yang membutuhkan, mengampuni, dan melayani tanpa pamrih.
Seringkali kita berpikir bahwa iman cukup dengan berdoa dan beribadah. Itu penting, tetapi tidak cukup. Iman harus terlihat dalam tindakan nyata.
Ketika kita melihat orang yang membutuhkan pertolongan, iman kita diuji. Ketika kita dihadapkan pada kesempatan untuk menolong, di situlah iman menjadi nyata.
Paulus juga mengingatkan dalam Galatia 6:2: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!” Ini adalah bentuk iman yang hidup.
Demikian juga dalam Filipi 2:4, kita diajak untuk tidak hanya memikirkan kepentingan sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain.
Saudara-saudari, Dunia saat ini tidak kekurangan orang yang berbicara tentang iman. Tetapi dunia sangat membutuhkan orang yang hidup dalam iman.
Orang mungkin tidak membaca Alkitab, tetapi mereka membaca hidup kita. Mereka melihat bagaimana kita bersikap, bagaimana kita berbicara, bagaimana kita memperlakukan orang lain.
Kita adalah “surat terbuka” yang dibaca oleh dunia. Pertanyaannya: apa yang orang lihat dalam hidup kita? Apakah mereka melihat kasih, kesabaran, dan kebaikan? Atau justru sebaliknya?
Saudara-saudari, Iman yang nyata tidak berarti kita harus sempurna. Kita semua masih dalam proses. Kita masih jatuh dan bangun. Tetapi yang penting adalah kita terus bertumbuh dan berubah.
Biarkan firman Tuhan terus bekerja dalam hidup kita. Bacalah firman setiap hari. Renungkan. Hidupi. Izinkan Roh Kudus membentuk kita.
Perubahan mungkin tidak terjadi seketika, tetapi jika kita setia, kita akan melihat pertumbuhan.
Saudara-saudari, Paulus juga menutup dengan satu hal penting: “Sambil mengucap syukur kepada Allah, oleh Dia.”
Ucapan syukur adalah tanda iman yang hidup. Orang yang hidup dalam iman akan belajar bersyukur dalam segala keadaan, bukan hanya saat keadaan baik.
Mengapa? Karena ia percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu. Hati yang bersyukur akan menghasilkan perkataan yang positif dan tindakan yang penuh kasih.
Saudara-saudari yang terkasih, Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa iman bukan sekadar pengakuan, tetapi kehidupan. Iman harus nyata dalam perkataan dan perbuatan kita.
Mari kita bertanya pada diri kita sendiri:
Apakah firman Kristus sudah tinggal dalam hati kita?
Apakah perkataan kita mencerminkan iman kita?
Apakah tindakan kita memuliakan Tuhan?
Jika belum, hari ini adalah kesempatan untuk berubah. Mulailah dari hal kecil. Perhatikan kata-kata kita. Lakukan kebaikan sederhana. Tunjukkan kasih kepada orang di sekitar kita. Biarlah iman kita menjadi nyata, bukan hanya di gereja, tetapi di setiap aspek kehidupan kita.
Kiranya melalui hidup kita, nama Tuhan dimuliakan. Dan biarlah setiap perkataan dan perbuatan kita menjadi kesaksian tentang Kristus yang hidup di dalam kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa : Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Tolong kami agar iman kami nyata dalam perkataan dan perbuatan. Ajarlah kami berkata benar, bertindak kasih, dan hidup memuliakan nama-Mu. Mampukan kami menjadi saksi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur. Amin.